Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya menghasilkan asap yang mencemari udara. Dampaknya juga bisa merambat ke sungai, danau, waduk, bahkan sumber air tanah yang digunakan masyarakat. Hal ini terjadi karena kebakaran mengubah struktur tanah dan menghilangkan vegetasi yang selama ini berfungsi melindungi daerah aliran sungai.
Ketika hujan turun setelah kebakaran, abu, tanah, sisa tumbuhan, hingga berbagai zat pencemar dapat terbawa menuju perairan. Akibatnya, air menjadi lebih keruh, komposisi kimianya berubah, dan proses pengolahan air bersih semakin sulit. Namun, kenapa karhutla bisa memengaruhi kualitas air? Ini dia penjelasannya!