Kenapa Katak Tidak Minum Air?

- Katak bergantung pada kelembapan lingkungan, tidak seperti mamalia yang mengandalkan sistem pencernaan.
- Kulit katak tersusun atas lapisan epitel tipis dan kelenjar lendir semi-permeabel.
Pernahkah kamu melihat seekor katak minum air? Tidak pernah kan? Katak nyaris tidak pernah minum air lewat mulut. Kalau tidak minum, lantas bagaimana katak menjaga tubuhnya tetap terhidrasi?
Jawabannya terletak pada sistem biologis yang canggih dan telah berevolusi selama jutaan tahun. Kelangsungan hidup katak sangat bergantung pada kemampuan kulitnya dalam menyerap air langsung dari lingkungan sekitar. Alih-alih meneguk air seperti manusia, katak menyerap kelembapan langsung melalui kulitnya yang sangat permeabel. Cara bertahan hidup yang tidak biasa ini membuat katak menjadi salah satu objek yang paling banyak diteliti oleh manusia. Yuk, langsung saja kita bahas kenapa katak tidak minum air dan bagaimana amfibi ini menjaga dirinya tetap terhidrasi?
1. Cara hidrasi katak vs manusia
Berbeda dengan manusia dan mamalia lain yang mengandalkan mulut, ginjal, dan sistem pencernaan untuk mengatur cairan tubuh, katak memiliki mekanisme yang benar-benar berbeda. Mamalia mampu menahan air dengan urine pekat dan kelenjar keringat, sementara katak tidak memiliki sistem tersebut.
Sebagai gantinya, katak sangat bergantung pada kelembapan lingkungan. Habitat seperti kolam, rawa, dan hutan hujan menyediakan udara lembap serta permukaan basah yang mencegah tubuh katak kehilangan air terlalu cepat. Tanpa lingkungan seperti ini, katak bisa mengalami dehidrasi dalam waktu singkat.
2. Struktur kulit katak
Kulit katak bukan sekadar pelindung, melainkan organ vital untuk bertahan hidup. Kulit ini tersusun atas lapisan epitel yang tipis, dilapisi kelenjar lendir, dan bersifat semi-permeabel. Artinya, molekul air dapat masuk ke dalam tubuh katak melalui proses osmosis, yaitu bergerak dari lingkungan yang lembap menuju bagian tubuh yang lebih kering.
Lendir yang dihasilkan kulit berfungsi menjaga kelembapan sekaligus meningkatkan kemampuan penyerapan air. Selain itu, protein khusus bernama aquaporin pada membran sel mempercepat perpindahan air ke dalam jaringan tubuh. Karena sistem ini, katak wajib hidup di dekat sumber air; paparan udara kering terlalu lama dapat berakibat fatal.
3. Pelvic patch, area kunci penyerapan air

Bagian terpenting dari sistem hidrasi katak adalah pelvic patch, yaitu area khusus di bagian perut bawah dan paha bagian dalam. Meski hanya mencakup sekitar 10 persen dari total luas kulit, area ini bertanggung jawab atas 70–90 persen penyerapan air.
Pelvic patch dipenuhi pembuluh darah dan aquaporin sehingga bekerja layaknya spons alami. Katak secara naluriah duduk di genangan dangkal atau menempelkan perutnya pada tanah, daun, atau lumpur yang basah untuk menyerap air secara maksimal. Kecepatan penyerapan air di area ini jauh lebih tinggi dibandingkan bagian kulit lainnya.
4. Fungsi mulut katak
Jika katak tidak minum, lantas kamu mungkin bertanya-tanya apa fungsi mulut katak? Mulut katak berevolusi untuk berburu dan bernapas, bukan untuk minum. Lidahnya yang panjang dan lengket digunakan untuk menangkap serangga, sementara rongga mulut berhubungan langsung dengan saluran pernapasan dan pencernaan.
Jika katak minum air lewat mulut, risikonya justru besar—mulai dari kesulitan menelan karena tidak memiliki diafragma, hingga gangguan pada asam lambung yang dibutuhkan untuk mencerna mangsa. Penyerapan air melalui kulit jauh lebih efisien karena air langsung masuk ke jaringan tubuh tanpa mengganggu sistem pencernaan.
5. Perbandingan dengan amfibi lain
Meski serupa, tidak semua amfibi menyerap air dengan cara yang sama. Katak dan kodok sama-sama memiliki pelvic patch, tetapi kulit kodok lebih tebal dan kasar sehingga lebih tahan di lingkungan kering, meski penyerapan airnya lebih lambat.
Salamander memiliki kulit yang lebih permeabel lagi dan mampu menyerap air di hampir seluruh permukaan tubuh. Beberapa bahkan tidak memiliki paru-paru dan sepenuhnya bergantung pada kulit untuk bernapas dan terhidrasi. Sementara itu, beberapa jenis triton air memadukan penyerapan kulit dengan sesekali minum lewat mulut.
Jadi, katak tidak perlu minum air karena tubuhnya telah berevolusi untuk menyerap air langsung melalui kulit, dengan pelvic patch sebagai pusat utama hidrasi. Adaptasi ini menunjukkan betapa eratnya hubungan katak dengan lingkungan basah di sekitarnya.
Referensi
A-Z Animals. Diakses pada Januari 2026. Can Toads Swim? 5 Facts About Their Relationship with Water
Meadowia. Diakses pada Januari 2026. Frog Hydration: How Do They Drink Water?
Northern Woodlands. Diakses pada Januari 2026. The Fascinating Adaptations of Frogs
Reptiles Planet. Diakses pada Januari 2026. Did You Know? Frogs Do Not Drink Water!

















