Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa T. rex Bisa Bertumbuh Jadi Raksasa? Ini Jawabannya!

Mengapa T. rex Bisa Bertumbuh Jadi Raksasa? Ini Jawabannya!
Holotype specimen T. rex (commons.wikimedia.org/ScottRobertAnselmo)
Intinya Sih
  • Tyrannosaurus rex mengalami lonjakan pertumbuhan ekstrem saat remaja hingga sekitar 2,5 kilogram per hari.

  • Struktur rangka mereka kuat, tetapi ringan berkat sistem pneumatik yang menopang bobot 8–10 ton.

  • Asupan kalori besar dari mangsa herbivor mendukung pertumbuhan cepat dan menjaga tubuhnya tetap raksasa.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sekitar 68 hingga 66 juta tahun lalu, pada akhir Periode Kapur di wilayah yang kini menjadi Amerika Utara, predator bernama Tyrannosaurus rex (T. rex) berdiri di puncak rantai makanan. Panjang tubuh mereka melampaui 12 meter dan bobot mencapai 8 hingga 10 ton.

Rasa penasaran banyak orang muncul karena tidak semua dinosaurus pemakan daging memiliki ukuran ekstrem seperti hewan ini. Padahal, mereka hidup dalam periode waktu yang relatif sama, bukan? Banyak orang kemudian bertanya bagaimana proses pertumbuhan T. rex menjadi raksasa. Yuk, telusuri!

1. Laju pertumbuhan T. rex remaja melonjak hingga 2,5 kilogram per hari

perbedaan ukuran T. rex dan Theropoda lain
perbedaan ukuran T. rex dan Theropoda lain (commons.wikimedia.org/Jonathan Chen)

Irisan tipis tulang paha T. rex menunjukkan adanya garis pertumbuhan tahunan, mirip cincin pada batang pohon. Analisis terhadap spesimen seperti SUE memperlihatkan bahwa T. rex berusia sekitar 14–18 tahun mengalami fase pertumbuhan ekstrem. Pada periode tersebut, massa tubuh dapat bertambah rata-rata hingga 2,5 kilogram per hari atau sekitar 900 kilogram per tahun. Lonjakan ini menjelaskan perbedaan mencolok antara T. rex remaja seberat kurang dari 2 ton dan individu dewasa yang melampaui 8 ton. Pertumbuhan tidak berlangsung konstan sejak kecil, tetapi terkonsentrasi pada fase remaja akhir.

Strategi semacam itu membuat T. rex muda relatif ramping dan gesit, sementara saat dewasa berubah menjadi predator raksasa dalam waktu sekitar 1 dekade. Perbandingan dengan Theropoda (klad dinosaurus) lain menunjukkan hal berbeda. Beberapa predator yang hidup satu zaman tumbuh lebih "normal", tetapi tidak mengalami lonjakan sebesar itu sehingga ukuran tubuh mereka lebih kecil.

2. Struktur rangka menopang bobot 8–10 ton tanpa runtuh

struktur rangka T. rex
struktur rangka T. rex (commons.wikimedia.org/David Monniaux)

Ukuran raksasa tidak hanya bergantung pada kecepatan tumbuh, tetapi juga kemampuan rangka menahan beban. Tulang T. rex memiliki rongga udara internal yang dikenal sebagai sistem pneumatik, istilah yang merujuk pada keberadaan ruang berisi udara di dalam tulang. Sistem ini membuat kerangka tetap kuat, tetapi tidak sepenuhnya padat. Karena itu, berat tubuh dapat ditekan tanpa mengorbankan kekokohan. Diameter tulang paha T. rex dewasa bisa mencapai lebih dari 30 sentimeter pada bagian tertebal. Diameter tulang ini juga menunjukkan kapasitas menopang tekanan besar ketika berjalan atau berlari.

Perhitungan biomekanika memperkirakan gaya gigitan mencapai lebih dari 30 ribu newton, cukup untuk menghancurkan tulang mangsa besar seperti Triceratops. Angka tersebut jauh di atas gigitan predator darat modern mana pun. Efisiensi pernapasan juga berperan penting. Sistem kantong udara yang mirip burung saat ini juga memungkinkan aliran oksigen lebih stabil dibanding paru-paru mamalia biasa. Kapasitas oksigen tinggi mendukung metabolisme aktif sehingga tubuh besar tetap mampu bergerak tanpa cepat kehabisan energi.

3. Asupan kalori besar menjaga massa tubuh T. rex hingga belasan ton

spesimen T. rex SUE
spesimen T. rex SUE (commons.wikimedia.org/Zissoudisctrucker)

Tubuh seberat 8–10 ton membutuhkan energi dalam jumlah sangat besar. Estimasi kebutuhan harian bervariasi, tetapi beberapa perhitungan menunjukkan konsumsi T. rex bisa mencapai puluhan ribu kilokalori per hari, tergantung tingkat aktivitas. Mangsa utama berupa herbivor besar, seperti Triceratops dan Hadrosaurus yang mempunyai daging, lemak, serta sumsum tulang yang kaya energi. Kemampuan menghancurkan tulang memberi keuntungan tambahan karena nutrisi tidak hanya berasal dari otot, tetapi juga dari bagian keras yang kaya mineral.

Sumsum tulang mengandung lemak padat energi sehingga membantu memenuhi kebutuhan metabolik tinggi selama fase pertumbuhan. Strategi ini menjelaskan bagaimana T. rex muda mampu berubah jadi raksasa dengan berat ratusan kilogram per tahun. Lingkungan pada akhir Periode Kapur di Amerika Utara relatif mendukung pertumbuhan predator besar karena keberadaan herbivor berukuran kecil begitu banyak. Ketika T. rex mencapai ukuran dewasa, hampir tidak ada pesaing dengan berat tubuh yang setara sehingga akses terhadap mangsa besar relatif stabil.

Mengapa T. rex bisa bertumbuh jadi raksasa berkaitan erat dengan kondisi lingkungan zaman purba yang memungkinkan predator mencapai ukuran ekstrem. Ukuran tubuh dalam evolusi bukan kebetulan, melainkan hasil penyesuaian terhadap kebutuhan bertahan hidup. Menurutmu, apakah faktor lingkungan sekarang masih memungkinkan hewan darat berkembang hingga berukuran sebesar T. rex pada masa mendatang?

Referensi
"How Did T. rex Get So Big?". American Museum of Natural History. Diakses Februari 2026.
"T. rex had huge growth spurts, but other dinos grew 'slow and steady'". Field Museum. Diakses Februari 2026.
"Why Tyrannosaurus rex was one of the fiercest predators of all time". National Geographic. Diakses Februari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Science

See More