Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi salah satu persoalan lingkungan yang kerap terjadi di sejumlah wilayah, terutama saat kondisi panas dan kering. Sebagian karhutla dapat terjadi di lahan gambut, yaitu ekosistem yang memiliki karakteristik berbeda dari tanah mineral. Sebagai contoh, Kalimantan memiliki sekitar 4,54 juta hektare lahan gambut, atau sekitar 10 persen dari wilayah daratannya.
Lahan gambut secara alami menyimpan banyak air dan terbentuk dari tumpukan bahan organik yang terakumulasi selama ribuan tahun. Saat muka air tanah turun, gambut kehilangan kelembapannya sehingga bahan organik tersebut menjadi lebih mudah terbakar. Lalu, apa saja yang membuat kebakaran di lahan gambut sulit dipadamkan? Berikut penjelasan lengkapnya.
