ilustrasi kucing sedang makan (pexels.com/David Yu)
Jika kucing tetap makan dengan normal, aktif, dan tidak menunjukkan tanda ketidaknyamanan, kebiasaan menggaruk lantai setelah makan umumnya tidak memerlukan penanganan khusus. Pemilik cukup membiarkan perilaku tersebut selama tidak membahayakan kucing atau merusak lingkungan.
Ada beberapa cara sederhana untuk membuat waktu makan lebih nyaman. Pertama, gunakan alas antiselip agar mangkuk tidak mudah bergeser. Kedua, letakkan mangkuk di tempat yang tenang dan jauh dari lalu lintas orang atau suara peralatan rumah tangga yang bising.
Pemilik juga bisa memberikan porsi yang sesuai agar sisa makanan tidak berlebihan. Jika kucing sering meninggalkan makanan, amati apakah hal tersebut berkaitan dengan perubahan jenis makanan atau penurunan nafsu makan. Jangan langsung mengurangi porsi secara drastis tanpa mempertimbangkan kebutuhan nutrisinya.
Hindari menghukum atau membentak kucing ketika menggaruk lantai. Perilaku ini umumnya bersifat naluriah, sehingga hukuman justru berpotensi membuat kucing merasa stres saat makan.
Pada akhirnya, alasan kucing sering menggaruk lantai setelah makan paling sering berkaitan dengan naluri menyembunyikan makanan atau menyimpannya untuk nanti. Perilaku ini mungkin terlihat aneh di dalam rumah, tetapi merupakan salah satu kebiasaan alami kucing. Selama nafsu makan, aktivitas, dan kondisi tubuhnya tetap normal, kamu tidak perlu khawatir.
Referensi
Cats.com. Diakses pada Oktober 2026. Why Does My Cat Scratch and Dig Around His Food?
Farmina. Diakses pada Oktober 2026. Why Does My Cat Scratch Around the Food Bowl After Eating?
Hilde and Phil. Diakses pada Oktober 2026. Why Does My Cat Scratch the Floor After Eating?
Rover. Diakses pada Oktober 2026. Why Do Cats Scratch Around Their Food? How Can I Stop It?