Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Kucing Sering Menggaruk Lantai setelah Makan?
ilustrasi kucing sedang makan (freepik.com/freepik)
  • Kucing sering menggaruk lantai setelah makan karena naluri leluhur untuk menutupi sisa makanan, mengurangi aroma, dan menyimpannya untuk dikonsumsi kemudian.

  • Gerakan menggaruk di sekitar mangkuk juga dapat menjadi cara kucing meninggalkan aroma feromon untuk menandai area makan yang dianggap penting.

  • Perilaku ini umumnya normal bila kucing tetap aktif dan makan baik; periksa dokter hewan jika mendadak berlebihan atau disertai penolakan makan, muntah, diare, atau penurunan berat badan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah melihat kucing menggaruk lantai di sekitar mangkuknya setelah selesai makan? Perilaku ini terkadang terlihat lucu sekaligus membingungkan, seolah-olah kucing sedang berusaha mengubur makanan yang tersisa. Padahal, lantai keramik tentu tidak bisa digali seperti tanah.

Kebiasaan tersebut umumnya merupakan perilaku alami yang diwarisi dari nenek moyang kucing liar. Ada beberapa alasan yang bisa menjelaskan mengapa kucing menggaruk lantai setelah makan, mulai dari naluri menyembunyikan makanan hingga menandai wilayahnya. Meski biasanya tidak perlu dikhawatirkan, perubahan perilaku yang disertai gejala lain tetap perlu diperhatikan.

1. Naluri alami dari nenek moyang kucing liar

Kucing domestik masih membawa sejumlah naluri yang membantu nenek moyangnya bertahan hidup di alam liar. Salah satunya adalah kebiasaan mengais atau menutupi sisa makanan setelah makan.

Di alam liar, sisa mangsa yang dibiarkan terbuka bisa menarik perhatian predator atau hewan lain yang bersaing mendapatkan makanan. Dengan menutupinya menggunakan tanah, dedaunan, atau rumput, kucing dapat mengurangi aroma makanan yang tertinggal dan membuatnya tidak terlalu mudah ditemukan.

Naluri tersebut masih bisa muncul pada kucing rumahan meskipun mereka hidup aman dan mendapatkan makanan secara teratur. Karena itu, kucing mungkin menggaruk lantai di sekitar mangkuknya, baik yang terbuat dari keramik, kayu, maupun karpet. Mereka tidak benar-benar bisa mengubur makanan di sana, tetapi gerakan tersebut merupakan bagian dari perilaku alami yang diwariskan oleh nenek moyang.

2. Berusaha menyimpan makanan untuk nanti

Alasan lain kucing menggaruk lantai setelah makan adalah naluri menyimpan makanan atau food caching. Perilaku ini merujuk pada kebiasaan menyimpan makanan agar bisa dimakan kembali di kemudian hari.

Di alam liar, kucing dapat berusaha menyembunyikan sisa mangsa ketika tidak sanggup menghabiskannya sekaligus. Kebiasaan serupa bisa terlihat pada kucing rumahan yang sudah kenyang, tetapi masih memiliki makanan di dalam mangkuknya. 

Kucing mungkin menggaruk lantai di sekitar tempat makan seolah-olah sedang menutupi makanan yang tersisa. Hal ini tidak selalu berarti mereka tidak menyukai makanan tersebut. Bisa saja kucing menikmati makanannya, tetapi sudah merasa cukup dan secara naluriah mencoba menyimpan sisanya.

3. Menandai wilayah dengan aroma tubuh

ilustrasi kucing sedang makan (unsplash.com/Hans Reniers)

Kucing menggunakan aroma untuk mengenali lingkungan dan berkomunikasi dengan hewan lain. Salah satu caranya adalah melalui perilaku menggaruk. Telapak kaki kucing memiliki kelenjar yang menghasilkan zat kimia pembawa sinyal aroma atau feromon. Ketika menggaruk permukaan, kucing dapat meninggalkan jejak aroma sekaligus menunjukkan keberadaannya di suatu tempat.

Di sekitar mangkuk makanan, perilaku ini mungkin berkaitan dengan keinginan kucing menandai area yang dianggap penting. Makanan merupakan sumber daya berharga, sehingga sebagian kucing dapat menunjukkan perilaku tersebut untuk menandai lingkungan makannya.

Meski begitu, tidak semua gerakan menggaruk di dekat mangkuk bertujuan menandai wilayah. Naluri menutupi sisa makanan tetap menjadi salah satu penjelasan yang paling umum.

4. Merasa kurang cocok dengan makanan yang diberikan

Walaupun sering kali normal, kebiasaan menggaruk lantai setelah makan terkadang muncul bersamaan dengan penolakan terhadap makanan. Misalnya, kucing hanya makan sedikit, meninggalkan sebagian besar makanannya, lalu menggaruk lantai dengan gerakan seperti hendak menguburnya. Dalam situasi ini, ada kemungkinan kucing kurang menyukai aroma, rasa, tekstur, atau suhu makanan yang diberikan.

Perilaku tersebut patut diperhatikan, terutama jika muncul setelah pemilik mengganti merek atau varian makanan. Namun, menggaruk lantai saja tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa kucing tidak menyukai makanannya.

Pemilik bisa mengamati pola makan kucing, memastikan makanan disajikan dengan baik, dan menawarkan porsi yang sesuai. Jika kucing terus kehilangan nafsu makan atau menunjukkan gejala seperti muntah, diare, dan penurunan berat badan, sebaiknya konsultasikan kondisinya kepada dokter hewan. 

5. Mengalami ketidaknyamanan saat makan

Kucing yang tiba-tiba sering menggaruk lantai juga perlu diamati dari segi kenyamanan lingkungan makannya. Mangkuk yang mudah bergeser, tempat makan yang bising, atau posisi mangkuk yang terlalu dekat dengan kotak pasir bisa membuat sebagian kucing merasa kurang nyaman.

Selain itu, perubahan perilaku yang muncul mendadak dapat berkaitan dengan masalah kesehatan, terutama jika disertai gejala lain. Misalnya, kucing menolak makan, mengeluarkan air liur berlebihan, menggaruk area mulut, terlihat kesakitan, atau mengalami gangguan pencernaan.

Jika perilaku menggaruk menjadi berlebihan, sulit dihentikan, atau muncul bersamaan dengan gejala tersebut, pemilik sebaiknya tidak langsung menganggapnya sebagai naluri biasa. Pemeriksaan dokter hewan diperlukan untuk membantu mengetahui penyebabnya.

6. Cara menyikapi kucing yang menggaruk lantai setelah makan

ilustrasi kucing sedang makan (pexels.com/David Yu)

Jika kucing tetap makan dengan normal, aktif, dan tidak menunjukkan tanda ketidaknyamanan, kebiasaan menggaruk lantai setelah makan umumnya tidak memerlukan penanganan khusus. Pemilik cukup membiarkan perilaku tersebut selama tidak membahayakan kucing atau merusak lingkungan.

Ada beberapa cara sederhana untuk membuat waktu makan lebih nyaman. Pertama, gunakan alas antiselip agar mangkuk tidak mudah bergeser. Kedua, letakkan mangkuk di tempat yang tenang dan jauh dari lalu lintas orang atau suara peralatan rumah tangga yang bising.

Pemilik juga bisa memberikan porsi yang sesuai agar sisa makanan tidak berlebihan. Jika kucing sering meninggalkan makanan, amati apakah hal tersebut berkaitan dengan perubahan jenis makanan atau penurunan nafsu makan. Jangan langsung mengurangi porsi secara drastis tanpa mempertimbangkan kebutuhan nutrisinya.

Hindari menghukum atau membentak kucing ketika menggaruk lantai. Perilaku ini umumnya bersifat naluriah, sehingga hukuman justru berpotensi membuat kucing merasa stres saat makan.

Pada akhirnya, alasan kucing sering menggaruk lantai setelah makan paling sering berkaitan dengan naluri menyembunyikan makanan atau menyimpannya untuk nanti. Perilaku ini mungkin terlihat aneh di dalam rumah, tetapi merupakan salah satu kebiasaan alami kucing. Selama nafsu makan, aktivitas, dan kondisi tubuhnya tetap normal, kamu tidak perlu khawatir.

Referensi

Cats.com. Diakses pada Oktober 2026. Why Does My Cat Scratch and Dig Around His Food?
Farmina. Diakses pada Oktober 2026. Why Does My Cat Scratch Around the Food Bowl After Eating?
Hilde and Phil. Diakses pada Oktober 2026. Why Does My Cat Scratch the Floor After Eating?
Rover. Diakses pada Oktober 2026. Why Do Cats Scratch Around Their Food? How Can I Stop It?

Curated For You

Editorial Team

Related Article