Kenapa Laki-Laki Bisa Lari Lebih Cepat daripada Perempuan?

- Laki-laki lari lebih cepat karena hormon testosteron yang mempengaruhi massa otot, kekuatan tulang, dan pertumbuhan fisik.
- Massa otot laki-laki lebih besar dan memiliki serat otot fast-twitch yang mendukung gerakan cepat dan ledakan tenaga saat berlari.
- VO₂ max laki-laki lebih tinggi karena jantungnya lebih besar sehingga mampu mengalirkan lebih banyak oksigen ke otot untuk mempertahankan kecepatan tinggi lebih lama.
Banyak yang kagum melihat pelari laki-laki dan perempuan bersaing di lintasan, apalagi ketika jarak catatan waktunya tipis. Namun, kalau dilihat secara umum, kecepatan lari laki-laki cenderung lebih tinggi daripada perempuan. Hal ini bukan semata-mata karena latihan atau teknik, tapi juga dipengaruhi faktor biologis dan fisiologis antara keduanya.
Lantas, kenapa laki-laki bisa lari lebih cepat daripada perempuan? Jawabannya melibatkan banyak hal, mulai dari perbedaan hormon, massa otot, hingga struktur tubuh. Semua faktor ini memengaruhi kekuatan, daya tahan, dan efisiensi tubuh saat berlari.
Kenapa laki-laki bisa lari lebih cepat daripada perempuan?
Dalam berbagai perlombaan, laki-laki umumnya mencatat waktu lari lebih cepat dibanding perempuan. Keunggulan ini tak hanya karena latihan, tapi juga dipengaruhi faktor bawaan seperti hormon hingga kapasitas organ tubuh. Untuk tahu bagaimana hal-hal ini memengaruhi kecepatan, yuk, simak penjelasannya lebih lanjut!
1. Perbedaan hormon
Sejak memasuki masa pubertas, laki-laki mengalami lonjakan hormon testosteron yang sangat besar. Bahkan bisa mencapai 10 hingga 20 kali lebih banyak dibanding perempuan. Testosteron ini punya peran penting dalam membentuk massa otot, memperkuat tulang, meningkatkan produksi sel darah merah, dan memicu pertumbuhan fisik yang mendukung performa olahraga.
Sebaliknya, perempuan memiliki lebih banyak estrogen yang berfungsi menjaga kesehatan reproduksi, tulang, dan metabolisme lemak. Namun, hormon tersebut tidak sekuat testosteron dalam membentuk otot. Perbedaan ini membuat laki-laki punya fondasi kekuatan otot yang lebih besar sejak awal sehingga membantu mereka menghasilkan tenaga besar saat berlari.
2. Massa otot yang lebih banyak
Otot adalah mesin utama tubuh untuk bergerak. Makin besar serta kuat ototnya, semakin cepat pula seseorang bisa berlari. Rata-rata, kaki laki-laki tersusun dari sekitar 80 persen otot, sementara kaki perempuan hanya 60 persen. Selain itu, laki-laki cenderung memiliki serat otot fast-twitch yang lebih besar.
Nah, serat otot jenis ini sangat penting untuk mendukung gerakan cepat dan ledakan tenaga, seperti saat sprint. Umumnya, makin banyak serat fast-twitch, semakin besar pula potensi kecepatan yang bisa dicapai.
3. VO₂ max atau volume oksigen maksimal yang lebih tinggi

VO₂ max adalah ukuran kemampuan tubuh menggunakan oksigen saat berolahraga dengan intensitas maksimal. Angka ini sangat berpengaruh pada daya tahan dan kecepatan berlari. Laki-laki rata-rata memiliki VO₂ max lebih tinggi karena jantungnya lebih besar. Dengan begitu, laki-laki mampu memompa darah lebih banyak tiap detak dan punya konsentrasi hemoglobin tinggi untuk membawa oksigen.
Sebagai gambaran, pelari profeisonal pria bisa mencapai VO₂ max 75—80 ml/kg/menit, sedangkan pelari perempuankurang lebih 65—70 ml/kg/menit. Perbedaan ini membuat laki-laki bisa mengalirkan lebih banyak oksigen ke otot sehingga mereka dapat mempertahankan kecepatan tinggi lebih lama.
4. Perbedaan struktur tubuh
Secara anatomi, laki-laki biasanya punya kaki lebih panjang dan pinggul sempit. Kaki yang panjang memberi langkah lebih jauh dalam setiap hentakan, sedangkan pinggul sempit membuat posisi paha dan lutut sejajar dengan arah lari. Kondisi tersebut dapat membantu otot bekerja secara efisien tanpa ada sudut tambahan yang menghambat gerakan.
Sementara itu, perempuan dengan pinggul lebih lebar cenderung memiliki sedikit “sudut” pada gerakan kaki. Alhasil, otot harus bekerja ekstra untuk mengimbangi posisi tersebut.
5. Persentase lemak tubuh
Lemak tubuh sangat penting untuk kesehatan. Namun, dalam olahraga lari, jumlah lemak yang tinggi bisa menjadi beban tambahan.
Laki-laki umumnya memiliki persentase lemak tubuh lebih rendah, sekitar 2—5 persen pada batas sehat, sedangkan perempuan membutuhkan minimal 10—13 persen lemak untuk fungsi biologis seperti reproduksi. Dengan lemak yang lebih rendah berarti tubuh laki-laki relatif ringan dan mampu menyerap serta mengalirkan oksigen ke otot makin cepat.
6. Kapasitas paru-paru dan jantung
Paru-paru laki-laki umumnya lebih besar sehingga mereka bisa menghirup udara lebih banyak dalam setiap napas. Jantung laki-laki juga punya kapasitas pompa darah yang lebih besar, jadi makin banyak oksigen sampai ke otot di setiap detaknya.
Walaupun perempuan biasanya memiliki detak jantung lebih tinggi, volume darah yang dipompa tetap sedikit. Jadi, sehingga total oksigen yang diterima otot pun lebih rendah. Hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa laki-laki dapat mempertahankan kecepatan tinggi lebih lama daripada perempuan.
Jadi, alasan kenapa laki-laki bisa lari lebih cepat daripada perempuan bukan cuma soal latihan, tapi juga karena faktor bawaan tubuh. Siapa tahu, dengan memahami ini, kamu bisa menemukan cara untuk meningkatkan kecepatanmu sendiri.
FAQ seputar kenapa laki-laki bisa lari lebih cepat daripada perempuan
Kenapa laki-laki umumnya lebih cepat saat lari?
Karena laki-laki cenderung memiliki massa otot dan kekuatan kaki lebih besar.
Apakah hormon memengaruhi kecepatan lari?
Ya, hormon testosteron meningkatkan massa otot dan daya ledak.
Apakah ukuran tubuh berpengaruh?
Ya, laki-laki biasanya memiliki paru-paru lebih besar dan kapasitas oksigen lebih tinggi.
Apakah perempuan tidak bisa lebih cepat dari laki-laki?
Bisa, dengan latihan intensif, beberapa atlet perempuan dapat melampaui laki-laki non-atlet.
Referensi
"Why Do Men Run Faster Than Women?" Live Science. Diakses Agustus 2025.
"Female Vs. Male Runners: How Hormones, Body Fat & Metabolism Affects Performance". The Runner Physio. Diakses Agustus 2025.
Cheuvront, Samuel N, Robert Carter, Keith C DeRuisseau, and Robert J Moffatt. “Running Performance Differences Between Men and Women.” Sports Medicine 35, no. 12 (January 1, 2005): 1017–24.