ilustrasi idul adha (pexels.com/RDNE Stock project)
Perbedaan tanggal Idul Adha di berbagai negara sebenarnya dipengaruhi oleh cara penentuan awal bulan hijriah. Meski sama-sama memakai kalender Islam, setiap negara atau lembaga keagamaan bisa memiliki metode dan keputusan yang berbeda. Berikut beberapa penyebabnya.
Beberapa negara menggunakan rukyat lokal atau pengamatan hilal di wilayah masing-masing, seperti Pakistan, India, dan Maroko. Sementara itu, negara seperti Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab sering mengikuti pengumuman regional atau internasional. Perbedaan metode ini membuat Idul Adha bisa jatuh pada tanggal yang berbeda.
Sebagian umat Muslim memilih metode tradisional dengan melihat hilal secara langsung dan membutuhkan saksi untuk memastikan kemunculannya. Namun, ada juga yang menggunakan hisab atau perhitungan astronomi untuk memprediksi posisi bulan. Karena pendekatannya berbeda, ada negara yang lebih cepat menetapkan Idul Adha dan ada yang menunggu hingga malam sebelum hari raya.
Setiap negara memiliki lembaga resmi yang menentukan awal bulan hijriah. Arab Saudi memiliki Mahkamah Agung dan komite rukyat, sedangkan negara lain memiliki dewan atau organisasi Islam masing-masing. Berkat aturan dan keputusan tiap otoritas berbeda, terkadang ada komunitas dalam satu negara yang merayakan Idul Adha pada hari yang tidak sama.