Kenapa saat Ini Tidak Boleh Naik Gunung Merapi? Ini Penjelasannya

Gunung Merapi merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dan menjadi tujuan favorit para pendaki. Namun, jalur pendakian Gunung Merapi telah ditutup sejak 22 Mei 2018 dan hingga kini masih belum dibuka untuk umum. Penutupan tersebut diberlakukan setelah aktivitas vulkanik Merapi meningkat dan saat ini statusnya masih berada pada Level III (Siaga).
Meski demikian, belakangan ini masih beredar ajakan mendaki Gunung Merapi melalui media sosial yang memicu perhatian berbagai pihak. Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) pun kembali menegaskan bahwa pendakian belum diperbolehkan demi keselamatan masyarakat. Lalu, kenapa saat ini masyarakat tidak boleh naik Gunung Merapi? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
1. Status Merapi masih berada pada Level III (Siaga)

Salah satu alasan utama masyarakat belum boleh mendaki Gunung Merapi ialah karena status aktivitasnya masih berada pada Level III (Siaga). Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Merapi masih cukup tinggi sehingga berpotensi menimbulkan bahaya bagi masyarakat, termasuk para pendaki. Mengutip dari Smithsonian Institution Global Volcanism Program, Gunung Merapi memiliki kubah lava aktif yang dapat terus tumbuh dan sewaktu-waktu runtuh.
Runtuhan kubah lava tersebut dapat memicu awan panas guguran (pyroclastic flows) yang meluncur dengan kecepatan tinggi di lereng gunung dan sulit diprediksi. Selain itu, material vulkanik yang dikeluarkan juga dapat memicu aliran lahar ketika bercampur dengan air hujan. Oleh karena itu, meski dari kejauhan Merapi kadang tampak tenang, potensi bahaya di sekitar puncaknya masih tetap ada.
2. Awan panas dan guguran lava masih berpotensi terjadi

Meski tidak selalu mengeluarkan letusan besar, Gunung Merapi masih berpotensi menghasilkan awan panas guguran yang sangat berbahaya. Dilansir United States Geological Survey (USGS), Merapi dikenal sebagai gunung api dengan kubah lava yang dapat tumbuh, lalu runtuh sewaktu-waktu. Keruntuhan kubah lava tersebut dapat memicu awan panas (pyroclastic flows) yang meluncur sangat cepat menuruni lereng gunung dengan suhu yang mencapai ratusan derajat celsius.
Karena bergerak cepat dan sulit diprediksi, awan panas menjadi salah satu ancaman terbesar bagi siapa pun yang berada di sekitar puncak Merapi. Itu sebabnya, aktivitas di kawasan puncak, termasuk pendakian, dinilai memiliki risiko yang sangat tinggi ketika aktivitas vulkanik masih berlangsung. Dengan kata lain, kondisi Merapi yang tampak tenang belum tentu menandakan bahwa gunung tersebut sudah aman untuk didaki.
3. Jalur pendakian berada di kawasan rawan bencana

Selain aktivitas vulkanik yang masih tinggi, jalur pendakian Gunung Merapi juga berada di kawasan yang termasuk zona rawan bencana. Mengutip dari USGS, pembatasan akses ke kawasan sekitar puncak merupakan bagian penting dari upaya mitigasi untuk melindungi masyarakat dari ancaman erupsi. Pengalaman erupsi besar Merapi pada 2010 menunjukkan bahwa perluasan zona evakuasi membantu menyelamatkan sekitar 10 ribu–20 ribu jiwa dari bahaya awan panas dan aliran material vulkanik.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kawasan di sekitar puncak dapat berubah menjadi sangat berbahaya dalam waktu singkat ketika aktivitas gunung meningkat. Karena itulah, penutupan jalur pendakian bukan sekadar aturan administratif, melainkan langkah keselamatan yang didasarkan pada pemantauan ilmiah dan penilaian risiko. Selama status Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga), masyarakat diimbau untuk tidak memasuki kawasan yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik.
Meski terlihat tenang dari kejauhan, Merapi masih menyimpan potensi bahaya yang tidak bisa diprediksi secara kasatmata. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan diri mendaki hingga pihak berwenang menyatakan jalur pendakian kembali aman. Sebab, keselamatan selalu menjadi prioritas utama saat beraktivitas di gunung api yang masih aktif.






![[QUIZ] Jika Menjadi Planet di Tata Surya, Kamu Cocok Jadi yang Mana ya?](https://image.idntimes.com/post/20250709/upload_b5e6bd681df34742826fca8a2f0cfcc2_665f5fc2-b24a-4203-a7d0-bf0227e41ddb.jpg)









![[QUIZ] Kami Tahu Ras Kucing yang Paling Cocok dengan Sifat Asli Kamu Sebenarnya](https://image.idntimes.com/post/20260709/mikhail-vasilyev-nodtncsldte-unsplash_da55831f-4648-46c2-b830-88871a72c318.jpg)

