Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Hewan dengan Jumlah Mata Terbanyak di Alam, Ada yang Ribuan!

4 Hewan dengan Jumlah Mata Terbanyak di Alam, Ada yang Ribuan!
ilustrasi capung (pexels.com/Beta Xalfa)
Intinya Sih
  • Beberapa hewan memiliki jumlah mata luar biasa banyak sebagai hasil adaptasi evolusi, bukan semata untuk ketajaman penglihatan.
  • Chiton, laba-laba peloncat, kalajengking, dan capung menunjukkan variasi sistem penglihatan unik sesuai kebutuhan bertahan hidupnya.
  • Capung menonjol dengan ribuan unit ommatidia yang membentuk penglihatan majemuk super detail untuk mendeteksi gerakan cepat di udara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Mata merupakan salah satu organ penting yang dapat membantu hewan untuk bisa mengenali kondisi lingkungan, mencari makanan, hingga menghindari berbagai risiko ancaman. Sebagian besar hewan memiliki dua mata seperti halnya manusia, namun ada pula beberapa spesies tertentu yang memiliki jumlah mata jauh lebih banyak dengan fungsi yang sangat unik.

Keberadaan banyak mata tidak selalu berarti menandakan bahwa penglihatannya lebih tajam, melainkan justru merupakan hasil adaptasi evolusi terhadap berbagai kebutuhan hidup dari masing-masing spesies. Ada beberapa hewan yang bahkan memiliki puluhan hingga ribuan unit mata yang saling bekerja sama untuk membantu mereka dalam pertahanan hidup di berbagai kondisi alam.

1. Kerang laut chiton

Ilustrasi chiton yang punya seribu mata dari kristal aragnonit
Ilustrasi chiton yang punya seribu mata dari kristal aragnonit (flickr.com/Ron Wolf)

Chiton merupakan hewan laut bercangkang yang dikenal memiliki jumlah mata yang sangat banyak pada tubuhnya. Ada beberapa spesies pyton yang memiliki ratusan hingga bahkan lebih dari seribu mata kecil yang tersebar di seluruh permukaan cangkangnya.

Mata-mata yang ada ternyata terbuat dari mineral yang sama dengan cangkangnya dan memiliki fungsi penting untuk mendeteksi perubahan cahaya atau bahkan bayangan yang ada di lingkungan sekitar. Dengan kemampuan ini, chiton ternyata lebih cepat dalam merespons berbagai kehadiran predator yang datang mendekat.

2. Laba-laba peloncat

ilustrasi laba-laba
ilustrasi laba-laba (pexels.com/Pixabay)

Laba-laba peloncat atau jumping Spider ternyata memiliki 8 mata yang saling tersusun dalam pola yang sangat khas. Jumlah ini seolah menjadikannya sebagai salah satu hewan darat yang memiliki sistem penglihatan lebih kompleks jika dibandingkan dengan berbagai spesies lainnya.

Dua mata utama pada laba-laba meloncat memiliki fungsi untuk melihat objek dengan sangat tajam, sementara mata-mata lainnya justru membantu untuk mendeteksi adanya gerakan dari berbagai arah yang tidak terduga. Kombinasi yang ada seolah membuat laba-laba peloncat dapat memburu mangsa dengan akurasi yang cukup mengesankan, meski memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil.

3. Kalajengking

ilustrasi kalajengking (pexels.com/Engin Akyurt)
ilustrasi kalajengking (pexels.com/Engin Akyurt)

Kalajengking pada umumnya memiliki antara 6 hingga 12 mata, namun hal ini tergantung pada spesiesnya. Sebagian besar kalajengking memiliki sepasang mata utama yang terletak di bagian tengah kepala dan beberapa mata tambahan yang terletak di bagian sisi tubuhnya.

Meski penglihatan kalajengking memang tidak setajam beberapa hewan lainnya, namun jumlah mata yang banyak dapat membantu mereka untuk bisa mendeteksi adanya perubahan cahaya dan juga pergerakan dari lingkungan sekitarnya. Kemampuan ini juga dapat sangat berguna bagi hewan-hewan nokturnal yang memang aktif berburu pada malam hari.

4. Capung

ilustrasi capung (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi capung (pexels.com/Pixabay)

Capung memiliki dua mata majemuk raksasa yang masing-masing tersusun dari ribuan unit mata kecil yang kerap dikenal sebagai ommatidia. Secara keseluruhan jumlah unit visual yang dimiliki seekor capung ternyata bisa mencapai hingga puluhan ribu, sehingga menjadikannya sebagai salah satu hewan dengan sistem penglihatan paling kompleks di dunia serangga.

Setiap ommatidia seolah dapat menangkap bagian kecil dari lingkungan sekitar, kemudian seluruh informasi yang ada nantinya akan diproses menjadi berbagai gambaran yang lebih luas dan detail. Hal ini dapat memungkinkan capung untuk mendeteksi adanya gerakan yang sangat cepat ketika berburu dengan serangga lain di udara.

Alam menunjukkan bahwa sistem penglihatan hewan ternyata bisa berkembang dalam bentuk yang sangat beragam dan menakjubkan. Beberapa hewan di atas seolah dikenal memiliki jumlah mata atau unit mata yang luar biasa untuk mendukung kelangsungan hidupnya. Keunikan ini seolah menjadi bukti bahwa evolusi bisa menghasilkan solusi yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dari setiap spesies di lingkungannya masing-masing.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More