Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Alasan Ilmiah Mengapa Kucing Sering Terjaga pada Malam Hari

4 Alasan Ilmiah Mengapa Kucing Sering Terjaga pada Malam Hari
ilustrasi anak kucing (pexels.com/Nothing Ahead)
Intinya Sih
  • Kucing tergolong hewan krepuskular yang aktif saat fajar dan senja, sehingga naluri alaminya membuat mereka sering beraktivitas ketika malam tiba.
  • Mata kucing dirancang mampu menangkap cahaya rendah, memberi kemampuan penglihatan malam yang tajam untuk mendeteksi pergerakan di kondisi gelap.
  • Naluri berburu dan pola tidur terputus membuat energi kucing tersimpan pada siang hari, menjadikannya lebih aktif bermain dan menjelajah di malam hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Banyak pemilih kucing mungkin kerap mengalami situasi di mana hewan peliharaannya menjadi sangat aktif di malam hari. Kucing mungkin sekilas terlihat berlari kesana kemari bermain dengan benda-benda yang ada di dalam rumah, hingga bahkan mengeong tanpa alasan yang jelas, sehingga perilaku tersebut membuat pemilik bertanya-tanya mengapa kucing tidak tidur seperti halnya manusia.

Dari sudut pandang ilmiah, kebiasaan ini sebetulnya merupakan bagian dari karakter alami kucing yang sudah terbentuk selama proses evolusi yang cukup panjang. Berbagai faktor biologis dan perilaku hewan seolah membuat kucing memiliki pola aktivitas yang terlihat berbeda jika dibandingkan dengan manusia pada umumnya.

1. Kucing merupakan hewan krepuskular

ilustrasi kucing dan pemiliknya
ilustrasi kucing dan pemiliknya (pexels.com/Jenny Tran)

Secara alami, kucing sebetulnya termasuk ke dalam hewan krepuskular, yaitu hewan yang paling aktif pada saat waktu fajar dan senja. Pola aktivitas ini sudah berkembang karena waktu-waktu tersebut dianggap paling ideal untuk bisa berburu mangsa di alam liar.

Meski memang sudah menjadi hewan peliharaan selama ribuan tahun dan mungkin banyak menghabiskan waktu dalam rumah, namun naluri tersebut kerap kali tetap melekat pada kucing modern. Akibat dari hal ini akan membuat mereka sering menunjukkan peningkatan aktivitas pada saat kondisi lingkungan mulai gelap atau menjelang pagi hari.

2. Penglihatan malam yang sangat baik

ilustrasi kucing dan tikus (pexels.com/Melih Akkus)
ilustrasi kucing dan tikus (pexels.com/Melih Akkus)

Mata kucing diancang untuk bekerja secara aktif dalam kondisi cahaya yang cukup rendah. Struktur mata mereka dianggap bisa menangkap cahaya lebih banyak jika dibandingkan dengan mata manusia, sehingga membuat mereka bisa melihat dengan jauh lebih baik pada saat malam hari tiba.

Kemampuan ini soal memberikan keuntungan yang cukup besar bagi nenek moyang kucing yang memang kerap berburu pada saat cahaya mulai redup. Dengan penglihatan yang cukup unggul, maka mereka bisa mendeteksi keberadaan dan pergerakan mangsa dengan lebih mudah jika dibandingkan hewan lainnya.

3. Naluri berburu yang masih kuat

ilustrasi kucing dan tikus (pexels.com/Katherine Mihailova)
ilustrasi kucing dan tikus (pexels.com/Katherine Mihailova)

Meski makanan sudah tersedia secara rutin dari pemiliknya, namun kucing rumahan tetap saja memiliki naluri berburu yang kuat. Naluri ini sebetulnya bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan makan, namun juga merupakan bagian dari perilaku alami yang dapat memberikan stimulasi mental dan fisik.

Pada malam hari, kucing sering menunjukkan perilaku seperti mengintai, mengejar benda bergerak, atau bahkan berlari dengan cepat di dalam rumah. Aktivitas ini sebetulnya merupakan pola berburu yang biasa dilakukan oleh kucing-kucing liar terhadap mangsa yang ada di sekitarnya.

4. Pola tidur yang berbeda dengan manusia

ilustrasi kucing (unsplash.com/Michael Sum)
ilustrasi kucing (unsplash.com/Michael Sum)

Kucing memiliki pola tidur yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan kebanyakan manusia. Mereka cenderung tidur dalam beberapa singkat sepanjang hari, sehingga total waktu tidurnya bisa mencapai lebih dari 12 jam tanpa harus dilakukan secara terus-menerus tanpa jeda.

Dikarenakan banyak tidur pada waktu siang hari, maka sebagian besar energi mereka masih tersimpan pada saat malam hari tiba. Hal ini seolah membuat kucing memiliki cadangan tenaga yang cukup besar untuk bermain, menjelajahi area sekitar, hingga bahkan melakukan berbagai aktivitas lainnya pada saat lingkungan menjadi lebih tenang.

Kebiasaan kucing terjaga pada malam hari disebutlah dipengaruhi oleh berbagai kombinasi dari faktor biologis evolusi, hingga naluri alami untuk bertahan hingga saat ini. Hal-hal di atas seolah menjadi alasan mengapa mereka tampak lebih aktif pada saat hari mulai gelap. Memahami alasan ilmiah di balik perilaku tersebut dapat membantu pemilik kucing untuk lebih memahami kebutuhan dan karakter unik dari hewan peliharaannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More