ilustrasi embun es yang muncul di Dieng karena fenomena bediding. (pexels.com/Zita Milka)
Bediding adalah fenomena ketika udara terasa lebih dingin setelah tengah malam hingga pagi hari saat memasuki musim kemarau. Dilansir situs Universitas Gadjah Mada (UGM), pakar iklim UGM, Dr. Emilya Nurjani, M. Si., menjelaskan bahwa bediding merupakan fenomena alam yang biasa terjadi pada musim kemarau, terutama di wilayah yang memiliki pola hujan monsunal. Kondisi ini biasanya terasa ketika langit cerah dan hanya sedikit awan yang menutupi langit.
Tanpa banyak awan, panas dari permukaan bumi lebih mudah dilepaskan pada malam hari sehingga suhu udara turun dan pagi terasa lebih dingin. Fenomena ini bahkan bisa membuat suhu di dataran tinggi seperti Dieng turun hingga di bawah nol derajat Celsius dan memunculkan embun es. Jadi, kalau kamu merasa malam dan pagi hari belakangan ini lebih dingin meski sedang musim kemarau, bisa jadi kamu sedang merasakan fenomena bediding.
Fenomena-fenomena di atas merupakan bagian dari proses alam yang membuat cuaca dan suhu bisa terasa berbeda dari yang kita bayangkan. Jadi, meski musim kemarau identik dengan panas dan terik, malam hingga pagi harinya justru bisa terasa dingin karena kondisi atmosfer yang berbeda. Kalau pagi hari di daerahmu belakangan terasa lebih dingin, apakah kamu juga merasakan bediding?