Mengenal Magellanic Plover, Burung yang Hasilkan Susu untuk Anak

Magellanic plover adalah burung pantai langka dari Patagonia yang memberi makan anak mereka dengan “susu” tembolok.
Burung ini lebih metodis saat mencari makan dengan menggali tanah dan membalik kerikil untuk mendapatkan makanan.
Keunikan taksonomi dan populasi mereka yang terbatas membuat magellanic plover terancam punah.
Umumnya, burung memberi makan anak-anak mereka biji-bijian, serangga, ikan, sampai mamalia berukuran kecil. Namun, burung satu ini beda. Mereka memberikan “susu” khusus untuk anak-anak mereka. Burung ini bernama magellanic plover.
Magellanic plover merupakan jenis burung pantai unik dari ujung paling selatan Amerika Selatan. Mereka salah satu burung penghasil “susu”, selain flamingo dan merpati, tapi lebih jarang dikenal orang. Padahal, burung ini ramai dibahas kalangan ahli ornitologi karena keunikan mereka yang bikin garuk-garuk kepala. Yuk, telusuri seluk-beluk burung ini lewat lima fakta burung magellanic plover berikut ini!
1. Jenis burung apa magellanic plover?

Singkat kata, magellanic plover (Pluvianellus socialis) merupakan jenis burung pantai atau burung perandai. Burung pantai umumnya ditemukan di pantai, pesisir, atau hutan bakau. Mereka mencari makan sambil berlari-lari kecil dikejar ombak. Contoh burung pantai lain ada burung trinil, burung berkik, burung cerek, sampai burung gagang bayam.
Nah, magellanic plover termasuk. Mereka anggota burung pantai dalam ordo Charadriiformes bersama yang lain. Meski nama mereka plover atau burung cerek, magellanic plover bukanlah sejenis burung cerek. Magellanic plover cukup khas dan unik untuk bisa disebut jenis burung tersendiri serta dikelompokkan dalam keluarga sendiri: Pluvianellidae.
2. Burung langka yang cuma ada di Patagonia

Magellanic plover merupakan burung yang langka secara alami. Kamu cuma bisa menjumpai mereka di ujung selatan Amerika Selatan, tepatnya di bagian paling selatan Patagonia. Mereka umum terlihat di teluk, laguna, dan muara sungai. Magellanic plover aktif bergerak dan berlari mencari makan di tepian. Menurut BirdLife DataZone, beberapa magellanic plover bermigrasi ke utara saat musim dingin di sepanjang pesisir Atlantik.
Magellanic plover berbiak di tepian danau, kolam, atau sungai di daerah stepa Patagonia. Di tanah berkerikil itu burung ini membangun sarang mereka sangat dekat dengan air. Menurut laman Oiseaux-Birds, magellanic plover hanya menghasilkan 1—2 butir telur. Anak kedua mereka sering mati kelaparan sehingga selalu hanya satu yang berhasil tumbuh dewasa.
3. Menghasilkan “susu” bak merpati dan flamingo

Gak banyak burung yang menghasilkan “susu” untuk memberi makan anak mereka. Hanya ada merpati, flamingo, dan penguin kaisar. Susu yang dimaksud bukan susu sungguhan seperti yang dihasilkan mamalia, melainkan susu tembolok alias crop milk.
Susu tembolok merupakan makanan yang baru separuh dicerna oleh induk burung di dalam tembolok yang ada di bawah saluran kerongkongan. Sang induk kemudian memuntahkan susu ini untuk disantap sang anak. Magellanic plover jadi satu-satunya burung pantai yang memberi makan anak mereka dengan cara ini.
4. Lebih metodis dari burung pantai pada umumnya

Burung pantai umumnya mencari makan dengan berlari, lalu menyambar makanan. Namun, Magellanic plover lebih metodis. Mereka mematuk berulang kali sambil berjalan, sering kali sambil menggoyang-goyangkan tubuh mereka naik turun saat berjalan. Mereka juga membalik benda-benda, seperti kerikil dan cangkang kerang, untuk mengambil makanan berupa krustasea serta artropoda yang bersembunyi.
Lebih unik lagi, magellanic plover juga bakal berjuang menggali ke dalam tanah dengan kaki mereka yang kuat untuk menggapai makanan yang bersembunyi. Bahkan, burung ini bisa menggali lubang hampir sebesar tubuh mereka. Gak ada burung pantai lain yang terlihat mencari makan dengan cara ini selain magellanic plover.
5. Sulit diklasifikasikan secara taksonomi

Keunikan-keunikan magellanic plover membuat burung ini sulit diklasifikasikan secara taksonomi. Kebiasaan makan dan bentuk paruh yang menyerupai burung trinil pembalik batu (turnstone) membuat magellanic plover sempat dikelompokkan bersama trinil pembalik batu. Mereka juga pernah dikira sejenis merpati aneh karena punya susu tembolok dan bertubuh serta bersuara seperti merpati.
Namun, laman Birds of the World mengungkap kalau data molekuler memperjelas identitas magellanic plover sebagai burung perandai yang unik. Kerabat terdekat mereka kemungkinan besar burung cerek es atau sheathbill (keluarga Chionidae) yang hidup jauh di kutub selatan. Meski dengan hubungan kekerabatan yang cukup dekat, magellanic plover terbilang masih sangat berbeda dari cerek es.
Kini, magellanic plover dianggap sebagai hewan yang terancam punah karena seluruh populasi mereka hanya ada di satu wilayah. Meski kemungkinan besar jumlah mereka lebih besar dari yang diperkirakan, magellanic plover terdampak oleh polusi. Mereka pun terancam oleh keberadaan hewan ternak dan hewan peliharaan. Semoga keberadaan magellanic plover bisa lebih terjaga, ya!


















