Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fakta Mata Kucing, Mengungkap Cara Mereka Memandang Sekitar
Mata kucing (pexels.com/Diana)
  • Mata kucing sangat peka terhadap cahaya dan gerakan, didukung sel batang serta tapetum lucidum, sehingga mampu melihat dalam kondisi redup meski bukan kegelapan total.
  • Kucing melihat dominan nuansa biru dan kuning, sulit membedakan merah serta merah muda, memiliki fokus tajam pada jarak menengah, dan bidang pandang hingga 200 derajat.
  • Pupil vertikal membantu kucing beradaptasi cepat terhadap cahaya dan mencerminkan suasana hati; kelopak mata ketiga yang terus terlihat dapat menandakan kondisi medis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kucing melihat dunia secara berbeda dari manusia. Sementara kita sangat bergantung pada warna dan detail halus, kucing dirancang untuk mendeteksi gerakan, melihat dalam kondisi cahaya redup, dan merespons lingkungan sekitarnya dengan cepat.

Namun, apa sebenarnya yang membuat mata kucing begitu unik? Mengapa pupil mereka menjadi celah vertikal sempit di siang hari tetapi berubah menjadi lingkaran besar di malam hari? Kemudian, mengapa mata mereka tampak bersinar dalam gelap?

Dari kornea di bagian depan mata hingga retina yang peka terhadap cahaya di bagian belakang, setiap bagian mata kucing memainkan peran penting dalam membantu mereka berburu, menjelajah, dan bertahan hidup. Dalam artikel ini kita akan melihat lebih dekat fakta-fakta seputar mata kucing.

1. Penglihatan malam yang baik, tapi tidak dapat melihat dalam kegelapan total

mata kucing (pexels.com/Ramon)

Kucing adalah hewan krepuskular. Artinya, mereka paling aktif saat fajar dan senja. Ini dikarenakan aktivitas krepuskular adalah kegiatan alaminya. Kucing memiliki enam hingga delapan kali lebih banyak sel batang daripada kita. Oleh karena itu, kucing lebih sensitif terhadap cahaya dan ini membantunya melihat lebih baik dalam gelap. Artinya, mereka dapat melihat di ruangan yang hingga delapan kali lebih gelap daripada ruangan kita.

Yang juga membantu adalah tapetum lucidum. Ini adalah lapisan reflektif khusus yang menutupi retina mereka. Lapisan ini akan memantulkan cahaya sekecil apa pun, menyebabkan efek pembesaran dan semakin meningkatkan kemampuan mereka untuk melihat dalam gelap.

2. Penglihatannya bernuansa biru dan kuning

mata kucing (pexels.com/Mahmoud)

Ada kesalahpahaman bahwa kucing melihat dalam warna hitam dan putih. Sebenarnya, kucing memiliki sel kerucut yang menangkap warna dan dianggap sebagai trikromatik. Artinya, mereka memiliki tiga jenis sel kerucut yang memungkinkannya melihat nuansa biru dan kuning, tetapi kesulitan melihat warna merah dan merah muda. Kedua warna ini akan tampak lebih hijau, sedangkan ungu akan terlihat seperti nuansa biru lainnya.

3. Mata kucing sangat luar biasa dalam mendeteksi gerakan

mata kucing (pexels.com/Rezky)

Kita semua tahu bahwa kucing adalah pemburu yang hebat. Ini karena mata mereka jauh lebih sensitif terhadap gerakan daripada mata kita. Kucing mampu mendeteksi objek yang bergerak dengan kecepatan hingga empat milimeter per detik, membantunya menemukan jari-jari kaki yang berkelebat di bawah selimut atau memudahkan menangkap lalat di dalam ruangan.

4. Kucing tidak rabun jauh atau rabun dekat

mata kucing (pexels.com/Jan)

Kucing memiliki otot siliaris kecil yang berkontraksi atau rileks untuk mengubah bentuk lensa mata mereka, yang memungkinkan untuk fokus pada objek yang lebih jauh atau lebih dekat. Tampaknya kemampuan kucing untuk melakukan ini agak terbatas, artinya ia dapat melihat sesuatu dengan jelas ketika objek tersebut berjarak 20 kaki dari lokasinya. Bandingkan dengan manusia, kita bisa berdiri pada jarak 100 kaki dan melihat hal yang sama dengan kejernihan yang sama.

Kucing memiliki jangkauan penglihatan menengah yang tajam dan terbatas. Ini berarti bahwa kucing mengandalkan kemampuan dirinya sendiri untuk mendeteksi gerakan melalui kumis dan indera lainnya untuk memperjelas gambar buram yang berada di dekatnya.

5. Kucing memiliki penglihatan tepi yang sangat baik

mata kucing (pexels.com/Catalin)

Berevolusi sebagai pemburu dan yang diburu, kucing membutuhkan penglihatan tepi yang luas untuk mendeteksi mangsa dan, yang lebih penting, mendeteksi ancaman yang datang. Bidang pandang mereka mencapai 200 derajat.

Yang menakjubkan adalah celah pupil vertikal yang sebenarnya memberi mereka bidang pandang panorama yang lebih luas, bahkan ketika kepalanya menunduk saat makan. Ini memungkinkannya mendeteksi predator ketika berada di tanah. Lebih hebatnya lagi, mereka dapat dengan cepat melihat ke mana dirinya perlu berlari dan melompat untuk melarikan diri.

6. Mata kucing tidak silau ketika ada perubahan cahaya

Mata kucing (pexels.com/Anil)

Pupil vertikal yang sangat khas pada kucing mampu membuka atau menutup jauh lebih cepat daripada pupil melingkar kita. Hal ini menyebabkannya tidak mudah silau oleh perubahan cahaya yang tiba-tiba. Ini adalah keuntungan lain yang mereka dapatkan sebagai pemburu.

7. Kucing dapat melihat dalam berbagai panjang gelombang

Kucing (pexels.com/Zeki)

Kemampuan ini berkat tapetum, sel-sel seperti cermin yang melapisi retina. Sel-sel inilah yang menyebabkan mata bercahaya menyeramkan yang dapat kamu lihat saat menggunakan lampu kilat. Luar biasanya, tapetum menggeser panjang gelombang cahaya yang dapat dilihat oleh kucing, sehingga mangsanya atau objek lain yang tampak sebagai siluet di langit malam menjadi lebih menonjol. Hal ini pada dasarnya memungkinkannya untuk melihat dalam spektrum ultraviolet.

8. Mata biru bisa menandakan kucing tuli

Kucing (unsplash.com/Rick T.T)

Hal ini berlaku untuk kucing putih yang memiliki mata biru. Ini karena gen yang bertanggung jawab adalah gen dominan autosomal yang disebut W (untuk warna putih). Gen ini tampaknya bersifat pleiotropik, yaitu memiliki lebih dari satu efek, efek yang bertanggung jawab atas warna bulu putih dan juga mata biru serta ketulian. Gen W ini akan selalu menyebabkan kucing memiliki bulu putih, tetapi mata biru dan ketulian tidak selalu terjadi. Namun, ketulian sangat terkait dengan bulu putih dan mata biru.

9. Semua anak kucing bermata biru

Anak kucing (pexels.com/Quang N)

Kamu tidak akan bisa melihat warna mata kucing yang sebenarnya sampai kucing berusia 12 minggu. Saat itulah, melanin dalam tubuh mulai aktif; sebelumnya, semua mata anak kucing berwarna biru. Jika melanin adalah yang memberi warna pada iris, lalu mengapa warnanya biru? Sebenarnya, karena tidak adanya melanin, iris mata anak kucing itu benar-benar bening, namun kita melihatnya berwarna biru karena cahaya yang dibiaskan di sekitar iris.

10. Suasana hati kucing bisa dilihat dari pupil matanya

Kucing (pexels.com/Purvesh)

Suasana hati kucing dapat banyak dideteksi melalui bahasa tubuhnya. Mata adalah salah satu pemancar tersebut. Perubahan ukuran pupil adalah petunjuknya. Jika kucing marah, akan memiliki mata yang menyipit bersamaan dengan isyarat lainnya, sementara kucing yang gembira atau ketakutan akan memiliki mata terbuka lebar, dengan pupil yang besar.

11. Mata kucing bisa mengalami katarak

Kucing (pexels.com/Vladimir)

Seiring bertambahnya usia kucing, iris mata dapat mengembangkan bintik-bintik atau bercak cokelat atau hitam. Kondisi ini disebut melanosis iris dan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Pupil mata kucing bisa tampak lebih bertekstur dan irisnya seperti renda, yang bukan hal aneh seiring bertambahnya usia. Mata juga bisa menjadi kabur dan dapat berkembang menjadi katarak atau bahkan glaukoma, alasan lain untuk tetap melakukan pemeriksaan tahunan.

12. Kucing memiliki kelopak mata ketiga

mata kucing (pexels.com/De)

Kelopak mata ketiga kucing atau membran niktitasi adalah lipatan jaringan di sudut dalam mata dekat hidung yang membantu melindungi mata dan melembabkan selaput lendir yang menutupi mata. Kelopak mata ketiga biasanya tidak terlihat atau terangkat pada kucing yang sehat. Kelopak mata ketiga yang selalu terlihat merupakan tanda dari banyak kondisi medis dan harus ditanggapi dengan serius oleh pemilik kucing.

Kelopak mata ketiga kucing yang sehat mungkin terangkat sementara ketika kucing mengantuk atau pulih dari anestesi. Kelopak mata ketiga dapat tetap terangkat akibat cedera mata, seperti ulserasi kornea atau benda asing di mata. Infeksi virus, gangguan neurologis, infeksi mata, dan prolaps kelenjar niktitans juga dapat menyebabkan kelopak mata ketiga terangkat.

Sebagai penutup, mata kucing lebih dari sekadar indra penglihatan, melainkan karya seni anatomi yang memadukan keindahan alami, efisiensi berburu, dan mampu menerjemahkan suasana hati kucing. Tatapan mereka yang sering kali terlihat misterius dan dalam sebenarnya adalah bukti betapa sempurnanya alam membekali predator malam ini demi bertahan hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article