Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengapa Burung Memiliki Suhu Tubuh yang Lebih Tinggi dari Mamalia?

Mengapa Burung Memiliki Suhu Tubuh yang Lebih Tinggi dari Mamalia?
ilustrasi burung pipit zebra (commons.wikimedia/JJ Harrison)
Intinya Sih
  • Mamalia dan burung sama-sama hewan endoterm yang mampu mengatur suhu tubuhnya sendiri, namun mamalia menggunakan keringat, bulu, dan lemak untuk menjaga kestabilan suhu.
  • Burung memiliki metabolisme tinggi, tidak berkeringat, dan mengandalkan bulu serta sistem pernapasan untuk menjaga suhu tubuh antara 102–109°F agar tetap hangat atau mendingin.
  • Suhu tubuh burung lebih tinggi dari mamalia karena aktivitas terbang yang intens, fungsi ganda bulu sebagai isolasi dan alat terbang, serta kebutuhan panas untuk mengerami telur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dalam dunia hewan, kita selalu disuguhkan keunikan yang menakjubkan. Salah satunya datang dari burung dan mamalia, keduanya adalah sama-sama hewan endoterm, artinya mereka bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri.

Ada satu rahasia di balik kemampuan burung tersebut, yakni mereka memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi dari mamalia. Bagaimana bisa suhu tubuh burung justru lebih tinggi dibandingkan mamalia? Yuk, kita telusuri jawabannya melalui artikel berikut ini!

Bagaimana mamalia mengatur suhu tubuhnya

Anjing (pexels.com/Milos Jevtic)
Anjing (pexels.com/Milos Jevtic)

Sebagai hewan endotermik, mamalia memiliki kemampuan untuk mengatur suhu tubuh mereka dari dalam. Berbeda dengan hewan ektotermik, seperti reptil, yang harus berjemur di bawah sinar matahari demi menghangatkan diri.

Termogulasi memungkinkan mamalia untuk hidup di berbagai iklim dan menjaga suhu tubuh mereka tetap optimal, terlepas dari suhu lingkungan sekitar

Jika suhu internal mamalia terlalu dominan, mereka berisiko mengalami hipertermia. Sebaliknya, jika suhu internal terlalu dingin, mereka bisa mengalami hipotermia.

Pengaturan suhu tubuh ini dilakukan oleh hipotalamus, yakni kelenjar otak yang bertanggung jawab atas produksi dan pelepasan musim panas. Hipotalamus menerima informasi dari bagian tubuh lain seperti reseptor di kulit dan suhu darah dalam tubuh. Suhu normal untuk mamalia berkisar antara 97° F hingga 104° F.

Beberapa jenis mamalia memiliki berbagai cara untuk mengatur suhu tubuh, antara lain:

  1. Merinding: Memperlambat aliran udara di atas kulit dan mengurangi jumlah panas yang hilang.
  2. Kulit tebal atau lapisan lemak: Memberikan lapisan perlindungan ekstra pada hewan dalam kondisi yang ekstrem, seperti beruang kutub dan walrus.
  3. Menggigil: Menghasilkan panas demi menjaga tubuh tetap hangat.
  4. Berkeringat: Memungkinkan pendinginan melalui penguapan untuk menurunkan suhu tubuh.
  5. Pengaturan bulu: Pada hewan berbulu dapat meratakan atau mengembangkan bulunya untuk memungkinkan lebih banyak atau lebih sedikit udara yang terperangkap di dalamnya.
  6. Terengah-engah: Metode mendinginkan yang digunakan oleh mamalia dengan sedikit keringat. Di mana kelembapan menguap dari mulut dan lidah untuk mendinginkan tubuh yang terlalu panas.

Bagaimana burung mengatur suhu tubuhnya

Burung pelatuk
Burung pelatuk (pexels.com/Charmain)

Burung punya cara unik untuk bertahan di berbagai musim. Saat musim dingin tiba, mereka fokus menjaga suhu tubuh tetap hangat. Sementara itu, saat musim panas, burung-burung harus membuang panas berlebih agar tidak kepanasan. Burung tidak bisa berkeringat, itu mengapa mereka harus mendingan diri dengan cara terengah-engah melalui sistem pernapasan yang lebih canggih dari manusia.

Di bawah ini adalah cara-cara yang dilakukan burung demi menjaga suhu tubuhnya:

  1. Gemetaran: Burung memiliki tingkat metabolisme yang jauh lebih tinggi dan membakar lebih banyak energi untuk selalu hangat. Misalnya, burung Pipit bertopi hitam memiliki berat kurang dari setengah ons dan mampu mempertahankan suhu tubuh 100 derajat Fahrenheit, bahkan ketika suhu udara 0 derajat. Mereka melakukan ini dengan menjaga isolasi yang baik, sangat aktif, dan mengingat di mana mereka menyimpan makanan.
  2. Mengembangkan bulu: Semua burung tetap hangat dengan menangkap kantung udara di sekitar tubuh mereka. Rahasia untuk mempertahankan lapisan udara ini terletak pada bulu yang bersih, kering, dan lentur.
  3. Bertengger atau berpelukan: Burung juga butuh saling berpelukan untuk menghangatkan diri. Misalnya, pada burung-burung kecil seperti burung layang-layang pohon berkumpul di semak-semak, tanaman merambat, dan pohon cemara untuk berbagi panas tubuh.
  4. Menyelipkan kaki dan paruh: Pada spesies unggar, mereka mengedarkan darah melalui pertukaran arus panas berlawanan, mengisolasi darah yang mengalir di kaki mereka daripada mengedarkannya ke seluruh tubuh. Ini membantu suhu tubuh mereka tetap lebih tinggi. Burung juga memiliki sisik khusus di kaki yang membantu meminimalkan kehilangan panas.

Burung adalah hewan berdarah hangat atau endoterm. Mereka dapat mengatur suhu tubuh mereka. Ketika suhu terlalu panas untuk mereka tinggal dengan nyaman, mereka dapat membuka paruh mereka dan menghembuskan udara panas dari tubuh. Ketika terlalu dingin, mereka dapat menggunakan bulu mereka untuk membantu memerangkap panas tubuh mereka lebih dekat ke kulit, seperti jaket bawaan.

Suhu tubuh internal burung yang sebenarnya bergantung pada spesiesnya. Namun, rata-rata, sebagian besar burung memiliki suhu tubuh antara 102 dan 109 derajat Fahrenheit.

Mengapa suhunya lebih tinggi burung dibandingkan mamalia?

Burung Albatros
Burung Albatros (commons.wikimedia/JJ Harrison)

Dilansir Science ABC, hewan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu ektoterm dan endoterm.

Ektoterm merupakan hewan yang suhu tubuhnya bergantung pada suhu lingkungan sekitar. Kelompok hewan ini tidak mampu menghasilkan panas sendiri. Artinya, lingkungan eksternal lah yang membantu mengatur suhu tubuh mereka. Misalnya, ular harus berjemur di bawah sinar matahari demi menghangatkan tubuhnya, dan kembali ke liang untuk mendinginkan tubuh. Hewan ektoterm ini juga dikenal sebagai hewan berdarah dingin, seperti ikan, amfibi, dan reptil.

Selanjutnya, ada hewan endoterm yang dapat mengatur suhu tubuh mereka dengan menghasilkan panas internal. Terlepas dari naik turunnya lingkungan, mereka dapat mempertahankan suhu tubuh fisiologis dalam kisaran yang stabil. Pada musim dingin yang sejuk, mereka dapat meningkatkan produksi panas metabolisme dan isolasi untuk tetap hangat, sedangkan selama musim terik matahari, mereka berkeringat agar badannya tetap hangat.

Dalam hal ini, dapat dikatakan kalau semua proses metabolisme mereka terjadi pada suhu konstan.

Hewan endoterm juga dikenal sebagai hewan berdarah hangat seperti mamalia dan burung. Lalu, kenapa burung suhu tubuhnya lebih tinggi dari mamalia?

Bulu mamalia hanya berfungsi sebagai isolasi, sementara bulu burung memiliki fungsi ganda. Bulu memungkinkan burung untuk tetap terbang dan menjaga agar tetap hangat. Terbang di ketinggian membuat mereka lebih rentan terhadap kondisi yang tidak menguntungkan, seperti cuaca dingin dan angin beku, yang dapat membuat mereka kedinginan.

Selain itu, sayap mereka memungkinkan mereka untuk terbang, dan terbang membutuhkan otot untuk bekerja lebih keras dan menggunakan energi lebih banyak. Adanya isolasi dari bulu dan panas otot yang bekerja keras ini menyebabkan suhu tubuh bagian dalam lebih tinggi.

Meskipun demikian, mamalia dapat berkeringat untuk mendinginkan tubuh, tetapi burung tidak memiliki kelenjar keringat. Mereka hanya kehilangan panas melalui kulit dan sistem pernapasan yang terbuka.

Panas ini bukan tanpa tujuan. Di mana burung menghasilkan panas untuk mengerami telur mereka dan membantu menjaga agar telur tetap hangat. Embrio sangat membutuhkan panas dari burung agar dapat berkembang dengan baik. Sementara itu, mamalia tidak perlu melakukan hal itu, karena sebagian besar dari mereka melahirkan anak secara langsung.

Sebagai penutup, burung memiliki suhu tubuh lebih tinggi dari mamalia karena mereka memiliki aktivitas yang sangat menuntut dan membutuhkan banyak energi, seperti terbang dan mengerami telur. Tanpa adanya produksi panas yang cukup, burung tidak akan sanggup bertahan hidup di suhu dingin saat mereka terbang di ketinggian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More