Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membawa banyak masalah bagi lingkungan dan masyarakat, mulai dari asap tebal yang mengganggu pemandangan hingga risiko gangguan pernapasan. Selain itu, dampaknya juga bisa dirasakan di wilayah yang cukup jauh dari lokasi kebakaran karena asap dapat terbawa angin dan menyebar ke area lain.
Di tengah kondisi tersebut, ada satu fenomena yang cukup menarik perhatian, yaitu langit yang berubah menjadi oranye atau kemerahan saat karhutla terjadi. Warna langit yang tidak biasa ini bukan karena cahaya api menyebar ke udara, melainkan karena asap dan partikel hasil pembakaran memengaruhi cara cahaya matahari melewati atmosfer. Lantas, bagaimana prosesnya?
