Apa Itu Pembakaran Terkontrol? Bisa Cegah Karhutla Ekstrem

- Indonesia mencatat 202.010 hektare area terbakar sepanjang Januari–Juli 2026, sementara karhutla Kalimantan sejak Agustus memicu kabut asap lintas negara dan sorotan terhadap penanganannya.
- Pembakaran terkontrol adalah api yang direncanakan dalam area tertentu untuk mengurangi bahan bakar kebakaran, memulihkan lanskap, serta meniru manfaat ekologis kebakaran alami.
- Karhutla akibat aktivitas manusia sangat merusak lingkungan dan kesehatan; perubahan iklim meningkatkan risiko serta keparahannya, sehingga pencegahan sumber api menjadi penting.
Menurut data Sipongo atau Sistem Pemantauan Karhutla Kementerian Kehutanan RI menunjukkan bahwa sepanjang Januari sampai Juli 2026, total luas area terbakar di Indonesia mencapai 202.010 hektare. Adapun, dari periode 2018—2026, tahun 2019 menjadi tahun terburuk karhutla di Indonesia dengan 1.649.258 hektare wilayah yang terbakar. Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Kebakaran hutan dan lahan ini dapat berdampak buruk pada lingkungan, membuat kualitas udara menjadi buruk dan hilangnya tanaman, properti, sumber daya, dan yang terpenting, melukai bahkan membunuh hewan dan manusia. Mengendalikan kebakaran hutan adalah prioritas utama di iklim kering dan panas, yang menciptakan kondisi sempurna untuk terjadinya kebakaran. Mencegah penyebaran kebakaran ini bisa sangat sulit, sehingga petugas pemadam kebakaran mengandalkan metode unik untuk pengendalian kebakaran.
Karhutla di Kalimantan yang memburuk sejak Agustus 2026 contohnya, masih menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah Indonesia. Negara tetangga seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura, mengeluhkan lambatnya penanganan pemerintah Indonesia dalam mengatasi masalah tersebut, mengingat kabut asap kebakaran sangat mengganggu tiga negara tetangga itu. Di sisi lain, pejabat Indonesia mengusulkan untuk menggunakan tepung ubi sebagai alternatif bahan pemadam karhutla yang disebut Presiden Prabowo sebagai metode "ubi bombing", seperti yang dikutip ANTARA News.
Namun, pemerintah belum tahu seberapa efektifnya tepung ubi ini karena masih tahap uji coba. Meskipun begitu, usulan tersebut justru dihujat abis-abisan oleh netizen. Apalagi karhutla di Kalimantan sudah sangat buruk dan butuh penanganan cepat, bukan sekadar uji coba saja.
Nah, terkadang cara terbaik untuk mencegah kebakaran hutan yang menyebabkan kerusakan besar adalah dengan sengaja membakarnya. Hah, bagaimana bisa? Yap, jenis kebakaran ini, yang dikenal sebagai pembakaran terkontrol, dihitung dengan cermat dan dinyalakan dalam kondisi terkontrol untuk membantu mencegah kebakaran hutan yang tidak terkendali dan melestarikan situs bersejarah, sebagaimana yang dijelaskan National Parks Service. Tetapi bagaimana petugas pemadam kebakaran mengendalikan pembakaran terkontrol ini? Bagaimana fungsinya untuk memperbaiki lingkungan tempat pembakaran tersebut dilakukan? Mari kita cari tahu!
1. Kebakaran hutan alami terkadang punya dampak positif dibandingkan kebakaran buatan manusia

Api dulunya secara alami membersihkan semak belukar di hutan pinus di Cape Cod. Di sini, pembakaran terkontrol di area Holland Hill Barrens di Kota Mashpee, Suaka Margasatwa Nasional Mashpee, dilakukan untuk membersihkan semak belukar yang tumbuh berlebihan di bawah pohon pinus. (commons.wikimedia.org/U. S. Fish and Wildlife Service - Northeast Region) Kebakaran hutan, terutama yang disebabkan oleh manusia, bisa dengan cepat menyebar dan sulit dikendalikan. Namun, terkadang kebakaran hutan alami justru bermanfaat bagi daerah tempat kebakaran tersebut terjadi. Dikutip National Geographic, kebakaran hutan alami, seperti yang disebabkan oleh sambaran petir, sebenarnya membersihkan material organik yang mati. Hal ini memungkinkan pertumbuhan kembali, karena tanaman muda tidak lagi tertutup oleh lapisan materi yang mati. Kebakaran hutan alami juga menghilangkan semak belukar rendah, membuka lantai hutan agar terkena sinar matahari, dan membantu meningkatkan nutrisi dalam tanah.
2. Apa itu pembakaran terkontrol?

Petugas pemadam kebakaran menggunakan melakukan pembakaran terkontrol di Cedar Grove, Taman Nasional Kings Canyon. (commons.wikimedia.org/National Park Service) Nah, pembakaran terkontrol bekerja seperti kebakaran hutan alami. Namun, pembakaran terkontrol bisa direncanakan sebelumnya dan dijaga agar tetap berada di dalam area yang ditentukan dengan lebih mudah. Kebakaran terkontrol digunakan di banyak Taman Nasional Amerika Serikat untuk mengurangi beban bahan bakar berbahaya di dekat area yang telah dikembangkan, mengelola lanskap, memulihkan hutan alami, dan untuk tujuan penelitian. Kebakaran ini bisa dinyalakan dengan beberapa cara, termasuk menjatuhkan alat penyulut api menggunakan drone untuk membuat prosesnya lebih aman, seperti metode yang digunakan oleh Departemen Kehutanan Virginia.
3. Kebakaran akibat ulah manusia bisa sangat destruktif dan kerusakannya susah dipulihkan

kebakaran hutan (commons.wikimedia.org/Salam2009) Meskipun kebakaran hutan alami dan pembakaran terkontrol terkadang bermanfaat bagi lingkungan, kebakaran hutan yang disebabkan oleh aktivitas manusia justu bisa meninggalkan dampak negatif pada daerah tempat kebakaran tersebut menyebar. Menurut National Parks Service, sebanyak 85 persen kebakaran hutan disebabkan oleh aktivitas manusia. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sendiri bisa mencemari sumber air, mengurangi kualitas udara, menghancurkan vegetasi, membunuh satwa liar yang terancam punah, membakar properti, dan banyak lagi.
4. Perubahan iklim membuat api semakin membara

kebakaran hutan (commons.wikimedia.org/Penitentes) Perubahan iklim telah meningkatkan risiko dan tingkat keparahan kebakaran hutan. Ini berarti, sekarang kita harus lebih peduli untuk mengetahui cara mencegah terjadinya kebakaran hutan secara tidak sengaja. Sebaiknya, praktikan keselamatan kebakaran saat berkemah, membuat api unggun hanya di area yang ditentukan, dan memadamkan api unggun dengan air sampai dingin setelah selesai. Disarankan juga untuk menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan percikan api selama kondisi panas, kering, dan berangin. Cari tahu aturan setempat sebelum menyalakan kembang api atau membuat api unggun, karena jenis aktivitas ini mungkin dilarang ketika risiko terjadinya kebakaran hutan tinggi.
Isu karhutla semakin hari semakin mengkhawatirkan. Kebakaran di Kalimantan sendiri menjadi perhatian dunia, mengingat lambatnya penanganan kebakaran hutan di sana. Semoga karhutla ini segera cepat teratasi, ya!









![[QUIZ] Apakah Kamu Lebih Pintar dari Anak Kelas 2 SD? Buktikan di Sini](https://image.idntimes.com/post/20240917/apakah-kamu-lebih-pintar-dari-kelas-2-sd-2-797dda6fac07abb51e5215f6d384a270.jpg)





![[QUIZ] Apakah Kamu Bisa Bertahan Hidup Kalau Tinggal pada Zaman Dinosaurus?](https://image.idntimes.com/post/20240426/kuis-bertahan-hidup-era-dinosaurus-235095f600d628144f53415fdfc12cb4.jpg)


![[QUIZ] Bisakah Kamu Bertahan Hidup di Luar Angkasa? Cek dari Kuis Berikut](https://image.idntimes.com/post/20240628/kuis-apakah-kamu-bisa-bertahan-di-bulan-8-2399956a7c58b65e8d6093eb17d74fa7.jpg)

