Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengenal Food Waste, ketika Sisa Makanan Menjadi Masalah Lingkungan

ilustrasi food waste
ilustrasi food waste (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Food waste adalah kondisi ketika makanan terbuang atau hilang, mulai dari produksi hingga konsumsi.
  • Penyebab food waste meliputi kesalahpahaman label tanggal, porsi makanan besar, dan sistem distribusi yang kurang efisien.
  • Food waste memberikan dampak besar terhadap lingkungan, termasuk pemborosan sumber daya alam dan kontribusi terhadap perubahan iklim.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Makanan merupakan kebutuhan sehari-hari yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga bagian dari budaya dan gaya hidup kita. Sayangnya, banyak makanan yang seharusnya bisa dikonsumsi justru berakhir di tempat sampah. Fenomena ini dikenal dengan istilah food waste, dan meskipun terlihat sepele, konsekuensinya terhadap lingkungan ternyata cukup serius.

Selain membuang makanan, food waste juga berarti menyia-nyiakan sumber daya seperti air, lahan, dan energi yang digunakan untuk memproduksi makanan tersebut. Tidak hanya itu, sisa makanan yang menumpuk di tempat pembuangan akan membusuk dan menghasilkan gas metana, yang ikut berkontribusi pada pemanasan global. Agar lebih jelas tentang dampak food waste terhadap lingkungan dan cara menguranginya, yuk simak penjelasannya berikut ini.

1. Apa itu food waste?

ilustrasi sisa makanan yang terbuang dan tidak dimanfaatkan
ilustrasi sisa makanan yang terbuang dan tidak dimanfaatkan (freepik.com/freepik)

Food waste adalah kondisi ketika makanan yang seharusnya dikonsumsi justru terbuang atau hilang. Hal ini bisa terjadi di berbagai tahap, mulai dari proses produksi di pertanian, panen, penyimpanan, dan distribusi, hingga akhirnya sampai ke tangan konsumen. Oleh karena itu, food waste tidak hanya berkaitan dengan makanan yang tidak dihabiskan di rumah atau restoran, tetapi juga mencakup makanan yang terbuang sebelum sempat dikonsumsi.

Masalah food waste terjadi di hampir seluruh dunia dan tidak hanya dialami oleh negara tertentu. Di satu sisi, jumlah makanan yang terbuang terus meningkat, sementara di sisi lain masih banyak orang yang mengalami kelaparan dan kekurangan gizi. Kondisi ini menunjukkan bahwa food waste berkaitan erat dengan cara manusia mengelola makanan, sehingga tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan sepele dalam kehidupan sehari-hari.

2. Penyebab utama food waste

ilustrasi porsi makanan berlebihan yang berujung menjadi food waste
ilustrasi porsi makanan berlebihan yang berujung menjadi food waste (freepik.com/freepik)

Food waste muncul karena kebiasaan manusia dalam mengelola dan mengonsumsi makanan. Banyak makanan dibuang akibat kesalahpahaman terhadap label tanggal pada kemasan, meskipun sebenarnya masih aman dikonsumsi. Selain itu, porsi makanan yang terlalu besar dan kebiasaan membeli secara berlebihan menyebabkan sisa makanan tidak habis dan akhirnya terbuang. Tuntutan pasar terhadap tampilan makanan yang sempurna juga membuat banyak bahan pangan layak konsumsi tidak sampai ke konsumen.

Di sisi lain, sistem distribusi dan penjualan makanan yang kurang efisien turut memperbesar jumlah food waste. Toko dan restoran kerap menyimpan stok berlebih, namun banyak makanan tidak terjual dan berakhir sebagai limbah. Keterbatasan fasilitas donasi dan pengolahan sisa makanan memperparah kondisi ini, sehingga food waste menjadi masalah yang berkaitan dengan perilaku manusia dan sistem pangan yang belum dikelola secara berkelanjutan.

3. Dampak food waste terhadap lingkungan

ilustrasi food waste yang membusuk dan berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca
ilustrasi food waste yang membusuk dan berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca (unsplash.com/Ricky Singh)

Food waste memberikan dampak besar terhadap lingkungan karena setiap makanan yang dibuang berarti sumber daya alam ikut terbuang sia-sia. Air, energi, dan lahan yang digunakan dalam proses produksi pangan telah dikonsumsi tanpa memberikan manfaat. Padahal, semakin panjang proses produksi makanan, semakin besar pula jejak lingkungan yang ditinggalkan ketika makanan tersebut akhirnya terbuang.

Selain pemborosan sumber daya, food waste juga berkontribusi terhadap perubahan iklim dan kerusakan ekosistem. Makanan yang membusuk di tempat pembuangan menghasilkan gas rumah kaca yang memperparah pemanasan global. Produksi pangan yang berlebihan mendorong degradasi lahan, deforestasi, serta hilangnya keanekaragaman hayati akibat pembukaan lahan pertanian. Dampak ini menunjukkan bahwa food waste bukan sekadar persoalan sisa makanan, tetapi turut mempercepat kerusakan lingkungan dan memperdalam krisis bumi.

4. Permasalahan food waste di Indonesia

ilustrasi timbunan sampah di Indonesia akibat tingginya food waste
ilustrasi timbunan sampah di Indonesia akibat tingginya food waste (pexels.com/Tom Fisk)

Permasalahan food waste di Indonesia tergolong serius. Menurut laporan United Nations melalui Food Waste Index Report, Indonesia tercatat sebagai penghasil sampah makanan terbesar di Asia Tenggara, dengan timbulan sampah makanan rumah tangga mencapai sekitar 14,73 juta ton per tahun. Sampah sisa makanan juga menjadi jenis sampah yang paling dominan dibandingkan sampah lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa pemborosan makanan masih terjadi secara luas, meskipun sebagian masyarakat masih menghadapi masalah ketahanan pangan.

Food waste tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial yang besar. Menurut kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), nilai kerugian akibat sampah makanan di Indonesia dapat mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun. Padahal, makanan yang terbuang tersebut sebenarnya masih berpotensi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi jutaan orang. Karena itu, persoalan food waste perlu mendapat perhatian serius melalui perubahan perilaku dan pengelolaan pangan yang lebih bijak.

5. Upaya mengurangi food waste

ilustrasi memilih bahan pangan sesuai kebutuhan agar tidak terbuang
ilustrasi memilih bahan pangan sesuai kebutuhan agar tidak terbuang (freepik.com/frimufilms)

Upaya mengurangi food waste perlu dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Di tingkat rumah tangga, hal sederhana seperti menghabiskan makanan, merencanakan belanja, membeli makanan secukupnya, dan menyimpan makanan dengan benar dapat membantu mencegah makanan terbuang sia-sia. Mengolah sisa makanan juga bisa menjadi pilihan agar bahan pangan tetap bisa dimanfaatkan.

Selain itu, peran pelaku usaha dan masyarakat juga sangat dibutuhkan. Restoran, pasar, dan supermarket dapat mengelola stok dengan lebih baik serta menyalurkan makanan berlebih kepada pihak yang membutuhkan. Edukasi kepada konsumen mengenai nilai makanan dan dampak food waste juga perlu terus dilakukan. Dengan kerja sama berbagai pihak, upaya mengurangi food waste dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

Food waste mengingatkan kita bahwa sisa makanan bukan hanya persoalan sepele, tetapi kebiasaan yang berdampak langsung pada lingkungan. Saat makanan terbuang, sumber daya alam ikut terbuang dan bumi menanggung akibatnya. Dengan mengenal food waste, kita bisa lebih peduli dan bertindak bijak terhadap makanan, sehingga kerusakan bumi dapat ditekan mulai dari langkah sederhana sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Science

See More

Mengenal Food Waste, ketika Sisa Makanan Menjadi Masalah Lingkungan

15 Feb 2026, 21:16 WIBScience