Jumlah satelit di orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit/LEO) kini menjadi perhatian serius para peneliti antariksa dunia. Peneliti Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN, Ery Fitrianingsih mengungkapkan bahwa isu kepadatan orbit LEO bukan lagi sekadar wacana akademis, melainkan urgensi mendesak bagi masa depan ekosistem antariksa Indonesia.
Hal ini juga berkesinambungan dengan kesiapan negara kita yang tengah merencanakan pembangunan Bandar Antariksa (Spaceport) nasional. Untuk itu, diperlukan kesadaran bersama dalam menghadapi tantangan tersebut.
Melalui Pusat Riset Teknologi Satelit, BRIN menggelar Kolokium Series #7 bertema “Surviving a Congested LEO Future: A Paradigm Shift for Sustainable Space Operations”.
