Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Spesies Burung Jalak dari Genus Sturnia, Warnanya Beragam

5 Spesies Burung Jalak dari Genus Sturnia, Warnanya Beragam
jalak brahmana (commons.wikimedia.org/Sanjaya Tha Shrestha)
Intinya Sih
  • Genus Sturnia mencakup lima jalak kecil penghuni Asia tropis: jalak ekor kastanye, brahmana, bahu putih, malabar, dan kepala putih, dengan warna serta sebaran yang beragam.
  • Jalak ekor kastanye tersebar luas di Asia dan omnivor, sementara jalak brahmana juga memakan buah beracun bagi vertebrata lain serta lebih sering beraktivitas di tanah.
  • Jalak bahu putih berpopulasi melimpah berstatus risiko rendah; jalak malabar endemik India barat daya; jalak kepala putih terbatas di Kepulauan Andaman dan Nicobar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Genus Sturnia adalah genus burung berukuran kecil yang berasal dari famili Sturnidae. Genus Sturnia juga kerap disebut sebagai burung jalak. Beberapa ciri khas genus ini adalah badannya yang kecil, tubuh berwarna cokelat atau abu-abu, kerap bertengger di pepohonan, dan menghuni wilayah tropis di benua Asia.

Tercatat, terdapat lima spesies burung jalak dari genus Sturnia. Kelimanya adalah jalak ekor kastanye, jalak brahmana, jalak bahu putih, jalak malabar, dan jalak kepala putih. Apa kamu penasaran dengan kebiasaan, penyebaran, dan hal unik dari kelima spesies tersebut? Simak selengkapnya di bawah ini, yuk.

1. Jalak ekor (Sturnia malabarica)

jalak ekor kastanye
jalak ekor kastanye (commons.wikimedia.org/Evanahmed75)

Dilansir Thai National Parks, jalak ekor kastanye pernah dimasukkan ke tiga genus, yaitu Temenuchus, Sturnus, dan Sturnia. Hal tersebut terjadi karena kurangnya perbedaan morfologi yang ditemukan pada awal pendeskrispiannya. Setelah penelitian mendalam hewan ini juga dibagi menjadi dua subspesies, yaitu Sturnia malabarica malabarica dan Sturnia malabarica nemoricola.

Penyebaran burung ini mencakup beberapa daerah, yaitu India, Nepal, Bangladesh, China, Taiwan, Kamboja, Vietnam, dan Laos. Ia dicirikan dari tubuh cokelat, bagian atas berwarna abu-abu, dan panjang sekitar 20 centimeter. Secara umum, habitat spesies ini mencakup area terbuka dan daerah berkayu. Hewan ini termasuk omnivor yang makanannya mencakup buah-buahan dan serangga.

2. Jalak brahmana (Sturnia pagodarum)

jalak brahmana
jalak brahmana (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Laman Animalia menerangkan jalak brahmana adalah pemakan segala. Makanan utamanya adalah buah dan serangga. Menariknya, ia bisa memakan buah dari pohon Thevetia peruviana yang biasanya beracun bagi vertebrata lain. Burung ini juga lebih sering terlihat di atas tanah. Hal tersebut berbeda dari jalak lain yang umumnya beraktivitas di pepohonan.

Namun, jalak brahmana tetap membangun sarang di lubang pohon. Musim kawinnya berlangsung pada Maret hingga September tergantung wilayah penyebarannya. Saat hendak membangun sarang, individu jantan akan bersaing dengan burung lain seperti burung gereja. Setelah bereproduksi, telurnya akan diinkubasi selama 12-14 hari.

3. Jalak bahu putih (Sturnia sinensis)

jalak bahu putih
jalak bahu putih (commons.wikimedia.org/Olaf Oliviero Riemer)

Jalak bahu putih punya warna yang gelap, yaitu hitam di ujung sayap, abu-abu yang dominan, dan putih di pangkal sayap. Seperti spesies lain, jalak bahu putih juga kerap berkelompok dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Data dari BirdLife DataZone juga menerangkan kalau spesies ini punya penyebaran yang luas, mulai dari China, Vietnam, Kamboja, Laos, hingga Thailand. Populasinya juga berlimpah sehingga burung ini masuk ke kategori least concern atau risiko rendah.

4. Jalak malabar (Sturnia blythii)

jalak malabar
jalak malabar (commons.wikimedia.org/Koshy Koshy)

Spesies ini awalnya diklasifikasikan sebagai subspesies dari jalak ekor kastanye. Namun, penelitian lebih lanjut membuktikan bahwa unggas ini merupakan spesies tersendiri. Burung berwarna abu-abu ini hanya bisa ditemukan di India barat daya. Dilansir Avibase, jalak malabar akan membangun sarang di pepohonan, tepatnya sekitar 3-15 milimeter di atas tanah. Setelah menetas, anakan burung ini sangat suka memakan serangga, khususnya kumbang, kupu-kupu, ngengat, dan ulat.

5. Jalak kepala putih (Sturnia erythropygia)

jalak kepala putih
jalak kepala putih (inaturalist.org/lunarjade)

Jalak kepala putih bisa dengan mudah dikenali dari tubuh berwarna putih, paruh kuning, dan ujung sayap yang berwarna hitam. Ia hanya bisa ditemukan di dua tempat, yaitu Kepulauan Andaman dan Nicobar. Habitatnya sendiri mencakup area berkayu, khususnya daerah dengan pepohonan yang berlimpah. Laman iNaturalist juga menerangkan kalau jalak kepala putih menjadi tiga subspesies, yaitu Sturnia erythropygia erythropygia, Sturnia erythropygia katchalensis, dan Sturnia erythropygia andamanensis.

Hanya ada lima spesies burung jalak dari genus Sturnia, tapi tiap spesies merupakan hewan yang unik dan memiliki cara hidup masing-masing. Fakta tersebut membuktikan kalau jumlah spesies dari suatu genus bukanlah segalanya. Justru, genus burung dengan spesies yang tak terlalu banyak bisa diteliti dengan lebih intens, kompleks, dan mendalam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More