Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Burung Camar Sering Menjatuhkan Makanan dari Udara?

Kenapa Burung Camar Sering Menjatuhkan Makanan dari Udara?
Burung camar (unsplash.com/Maren Wilczek)
Intinya Sih
  • Burung camar menjatuhkan kerang, kepiting kecil, atau siput laut ke permukaan keras untuk memecah cangkang dan mengakses isinya.
  • Camar menyesuaikan ketinggian serta memilih batu, aspal, atau beton agar benturan efektif; mereka dapat mengulangi percobaan bila cangkang belum terbuka.
  • Perilaku ini dipelajari lewat pengamatan dan pengalaman, membantu camar menghemat tenaga serta memperoleh makanan lebih cepat di lingkungan kompetitif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Burung camar sering terlihat membawa sesuatu di paruhnya sambil terbang rendah di atas laut atau daratan. Tidak lama kemudian, makanan tersebut justru dijatuhkan dari ketinggian. Sekilas perilaku ini terlihat aneh, seolah-olah burung tersebut menyia-nyiakan makanannya sendiri.

Padahal, kebiasaan menjatuhkan makanan dari udara justru menjadi salah satu cara efektif bagi burung camar untuk mengolah makanan sebelum dimakan. Perilaku ini sudah lama diamati pada berbagai spesies camar di pesisir pantai hingga area perkotaan. Lantas, kenapa burung camar melakukan hal tersebut? Berikut penjelasannya.

1. Burung camar menjatuhkan makanan untuk memecah cangkang keras

Burung camar
Burung camar (commons.wikimedia.org/Md shahanshah bappy)

Salah satu alasan paling umum adalah untuk memecah makanan yang memiliki cangkang keras, seperti kerang, kepiting kecil, atau siput laut. Burung camar akan membawa mangsanya terbang ke ketinggian tertentu, lalu menjatuhkannya ke permukaan keras seperti batu atau aspal. Benturan tersebut membantu membuka cangkang sehingga bagian dalamnya bisa dimakan.

Cara ini jauh lebih efisien dibanding mencoba memecah cangkang hanya dengan paruh. Beberapa penelitian pengamatan menunjukkan camar bisa mengulang proses ini beberapa kali sampai cangkang benar-benar terbuka. Bahkan, ada yang memilih menjatuhkan mangsa di lokasi yang sama agar peluang pecahnya lebih besar.

2. Ketinggian jatuh memengaruhi keberhasilan membuka makanan

Burung camar
Burung camar (commons.wikimedia.org/Sanjeed56)

Burung camar tidak menjatuhkan makanan secara asal. Mereka biasanya menyesuaikan ketinggian terbang agar benturan yang dihasilkan cukup kuat untuk memecah cangkang. Jika terlalu rendah, cangkang tidak akan pecah, sedangkan jika terlalu tinggi, makanan bisa terpental jauh atau hilang.

Dalam beberapa pengamatan, camar terlihat menaikkan ketinggian secara bertahap setelah percobaan pertama gagal. Perilaku ini menunjukkan bahwa burung camar mampu belajar dari pengalaman. Kemampuan tersebut membuat mereka semakin efisien dalam mendapatkan makanan, terutama di lingkungan yang kompetitif.

3. Permukaan tempat jatuh juga dipilih dengan sengaja

Burung camar
Burung camar (commons.wikimedia.org/Yearofthedragon )

Selain ketinggian, burung camar juga memperhatikan lokasi tempat menjatuhkan makanan. Mereka cenderung memilih permukaan keras seperti batu karang, jalan beraspal, atau beton di area pelabuhan. Permukaan tersebut membantu menghasilkan benturan yang cukup kuat untuk memecah cangkang.

Di beberapa kota pesisir, burung camar bahkan sering menjatuhkan kerang di jalan raya. Tidak jarang mereka memanfaatkan kendaraan yang lewat untuk membantu memecahkan cangkang. Setelah cangkang terbuka, camar akan turun dan mengambil isi makanannya.

4. Perilaku ini menunjukkan kemampuan belajar yang baik

Burung camar
Burung camar (commons.wikimedia.org/gary_leavens)

Kebiasaan menjatuhkan makanan tidak sepenuhnya bersifat naluri sejak lahir. Burung camar muda biasanya belajar dengan mengamati induk atau camar lain di sekitarnya. Proses ini membuat mereka memahami cara memilih ketinggian dan lokasi yang tepat.

Semakin sering mencoba, kemampuan mereka akan semakin terasah. Camar dewasa biasanya lebih jarang gagal dibanding yang masih muda. Hal ini menunjukkan bahwa burung camar memiliki kemampuan belajar dan beradaptasi yang cukup baik di lingkungan sekitarnya.

5. Cara ini membantu menghemat tenaga saat makan

Burung camar
Burung camar (commons.wikimedia.org/Gedalya Lubman)

Mencoba membuka cangkang keras dengan paruh membutuhkan tenaga dan waktu yang lebih besar. Dengan menjatuhkan makanan dari udara, burung camar bisa memanfaatkan gaya gravitasi untuk membantu memecah makanan. Cara ini membuat proses makan menjadi lebih cepat dan efisien.

Efisiensi tersebut penting karena burung camar sering harus bersaing dengan burung lain untuk mendapatkan makanan. Dengan teknik ini, mereka bisa segera mengakses isi makanan tanpa harus menghabiskan banyak energi. Strategi sederhana ini menjadi salah satu alasan burung camar mampu bertahan di berbagai lingkungan, termasuk wilayah yang padat aktivitas manusia.

Kebiasaan burung camar menjatuhkan makanan dari udara ternyata bukan perilaku sembarangan. Cara tersebut membantu mereka membuka cangkang, menghemat tenaga, sekaligus menunjukkan kemampuan belajar yang baik. Kalau melihat camar melakukan hal ini di pantai atau kota pesisir, berarti kamu sedang menyaksikan salah satu strategi makan yang cukup cerdas di dunia burung.

Referensi:

"Understanding the seagull and its behaviour" Bird Spike. Diakses pada Juli 2026

"Why do gulls steal our food? Scientists experimented with French fries to find out." National Geographic. Diakses pada Juli 2026

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More