6 Fakta Pelatuk Biji Ek, Punya Lumbung Berisi Puluhan Ribu Biji Ek

Pelatuk biji ek atau acorn woodpecker merupakan spesies burung pelatuk berukuran sedang. Mereka berada dalam famili Picidae dan memiliki nama ilmiah Melanerpes formicivorus. Panjang tubuhnya mencapai 19--23 sentimeter, beratnya kisaran 65--90 gram dengan lebar kepakan sayap sekitar 35--43 sentimeter. Agar kamu bisa mengidentifikasinya di alam liar, cobalah perhatikan mata putihnya.
Kepala mereka cokelat kehitaman, ada bagian kecil di bulu punggungnya yang berwarna hijau. Jantan dewasa punya bulu seperti topi merah di dahinya, sedangkan betina memiliki area hitam di antara dahi dan kepalanya. Jika kamu penasaran dengan gaya hidupnya, berikut penjelasan lebih lanjutnya.
1. Wilayah penyebaran pelatuk biji ek

Penyebaran pelatuk biji ek berada di sepanjang Amerika, mereka menetap di sana sepanjang tahun dan tidak bermigrasi. Kamu bisa menemuinya di bagian selatan Washington State, ke selatan menuju Califronia, ke timur di Colorado, New Mexico dan bagian barat Texas. American Bird Concervancy menginformasikan bahwa populasinya berada di hutan ek di pegunungan sepanjang Meksiko.
Keberadaannya menjangkau bagian utara Andes di Kolombia. Terdapat tujuh spesies pelatuk biji ek yang dikenali, berdasarkan dari variasi warna dan pola di tubuhnya.
2. Menyimpan puluhan ribu makanan untuk persiapan musim dingin

Sebagai omnivora, pelatuk biji ek memiliki pilihan makanan yang beragam. Makanan utamanya berupa serangga, biji ek, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan dan getah pohon. Terkadang, mereka juga akan memakan telur dari burung lainnya. Berdasarkan informasi dari Birds and Blooms, pelatuk biji ek cukup berbeda dari burung pelatuk lainnya.
Mereka membuat lubang kecil yang tampak rapi di tempatnya menyimpan ribuan biji ek dan makanan lainnya. Satu kelompok keluarga pelatuk biji ek bisa menyimpan persediaan musim dingin hingga 50.000 biji ek dalam satu pohon. Singkatnya, mereka seperti menyimpannya dalam lumbung makanan.
3. Sangat melindungi lumbung biji eknya

Lumbung biji ek yang menampung puluhan ribu biji ek tentu saja harus dilindungi. Pelatuk biji ek akan melindunginya dari kelompok dan spesies lain yang mungkin saja mencurinya. Melansir All About Birds, mereka juga melindungi wilayah seluas 15 hektar di sekitar lumbungnya. Terkadang, pelatuk penjaga lumbung akan berkeliaran di luar wilayahnya untuk mencari biji ek dan air.
4. Bagaimana vokalisasi pelatuk biji ek?

Salah satu vokalisasi pelatuk biji ek yang paling sering terdengar adalah 'waka-waka', disuarakan sangat keras dan dilakukan berulang kali. Selain vokalisasi, mereka juga berkomunikasi dengan berbagai cara seperti visual, akustik, taktil dan aroma. Sebenarnya, karakter kartun Woody Woodpecker terinspirasi dari pelatuk biji ek, lho! Mereka sangat berisik dan mengganggu.
5. Hidup dalam kelompok keluarga

Spesies burung ini hidup dalam kelompok keluarga yang terdiri dari selusin indvidu atau lebih. Mereka bekerja sama dalam membesarkan anak, mengumpulkan, menyimpan dan menjaga makanan. Beberapa kelompok punya banyak pasangan perkembang biakan, semua betina akan menempatkan telurnya dalam satu sarang. Anehnya, setiap betina akan menghancurkan semua telur yang ada sebelum mereka menempatkan telur-telurnya barunya.
Hal tersebut membuat sepertiga dari total telur yang ada di sarang yang sama mati. Setelah semua betina mulai bertelur, perilaku merusak telur itu juga berhenti dan telur rusak akan dibuang ke pepohonan terdekat. Telur-telur itu akan dimakan oleh beberapa pelatuk biji ek, atau bahkan betina yang juga bertelur.
6. Sistem perkawinan pelatuk biji ek

Sistem perkawinan pelatuk biji ek adalah monogami, perkembang biakan kooperatif atau terkadang disebut sebagai koalisi. Sistem sosial itu memungkinkan semua anggota kelompok merawat anak-anak yang dilahirkan oleh pasangan perkembang biakan, biasanya disebut sebagai pembantu. Pelatuk biji ek terdiri dari perkembang biakan kooperatif dan kelompok keluarga.
Setiap betina menghasilkan lima telur yang ditempatkan dalam satu sarang. Telur-telurnya dierami selama 11 hari dan saat menetas sepenuhnya bergantung pada induknya. Mereka siap untuk terbang 30--31 hari setelah menetas dan menjadi mandiri di usia 2 bulan, dilansir Animalia.
Pelatuk biji ek ternyata menyimpan makanan dalam lumbung yang bisa menampung puluhan ribu biji ek. Sekarang kamu juga tahu bahwa betina punya perilaku aneh untuk menghancurkan telur yang ada di sarang sebelum menempatkan telur baru. Saat ini, mereka diklasifikasikan sebagai Least Concern oleh IUCN dengan total populasi 7,5 juta. Tren populasinya mengalami peningkatan.



















