Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Waspada, Ini 8 Penyakit yang Bisa Kamu Tularkan ke Hewan Peliharaanmu

Waspada, Ini 8 Penyakit yang Bisa Kamu Tularkan ke Hewan Peliharaanmu
reikiforallcreatures.com
Share Article

Kamu mungkin sering dengar penyakit yang bisa ditularkan hewan (zoonosis) ke padamu, seperti rabies dan toksoplasmosis. Namun, tahukah kamu kalau hal itu juga berlaku sebaliknya loh. Peristiwa tersebut biasa dikenal dengan “reverse zoonosis”.

Dilansir dari jurnal Plos, meskipun jarang terjadi, reverse zoonosis memiliki banyak dokumentasi penularan penyakit dari manusia ke hewan. Adapun, 38 persen disebabkan oleh bakteri, 29 persen virus, 21 persen parasit dan 13 persen jamur. Hal tersebut berlaku untuk satwa liar, hewan ternak dan hewan peliharaan. Jadi, kira-kira penyakit apa saja yang perlu diwaspadai bisa kamu tularkan ke hewan peliharaanmu? Dilansir dari The Telegraph, berikut di antaranya.

  1. 1. Kurap (dermatophytosis) atau infeksi kulit yang bisa ditularkan manusia ke hewan dan sebaliknya

    thedailydogpost.com
    thedailydogpost.com

    Kurap adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Pada manusia biasanya berbentuk lingkaran kemerahan dengan diameter antara 1-2 cm disertai gatal-gatal. Sementara, anjing dan kucing akan tampak bercak-cercak bundar yang mirip. Biasanya kurap ditularkan dengan kontak langsung atau benda-benda yang telah terkontaminasi, seperti sikat, pakaian dan handuk.

    Kurap memang bisa diobati, namun hati-hati karena bisa meninggalkan luka atau jaringan parut. Jika kamu memiliki lesi (jaringan abnormal) kulit yang mencurigakan, hindari kontak dengan hewan peliharaan. Kamu perlu memastikannya terlebih dahulu ke dokter. 

  2. 2. Influenza bisa membuat hewan peliharaanmu mati

    bluecross.org.uk
    bluecross.org.uk

    Pernah terjadi kasus penularan pandemi virus flu H1N1 dari manusia ke kucing. Kasus tersebut terjadi pada 2009 di Oregon. Pemilik kucing sakit parah dan harus dilarikan ke rumah sakit. Di saat yang sama, tiba-tiba kucingnya mati karena pneumonia yang disebabkan infeksi H1N1.

    Sejak saat itu, banyak hewan lain yang turut terinfeksi, yaitu anjing dan musang. Hewan-hewan tersebut akan terserang sakit pernapasan yang gak masuk agak dan jarang, kemudian mati. 

  3. 3. Gondok (paramyxovirus) yang menyebabkan demam, sakit kepala dan pembengkakan pada kelenjar ludah di leher

    flickr.com/Wendy Berry
    flickr.com/Wendy Berry

    Penyakit ini biasa menyerang anak-anak, namun bisa juga menyerang orang dewasa. Saat tertular, anjing akan menunjukkan tanda-tanda yang sama dengan manusia. Jadi, saat kamu terserang gondok, sebaiknya menjauh dari hewan peliharaanmu ya, terutama jika hewan peliharaanmu adalah anjing. 

  4. 4. Salmonela yang menyerang organ pencernaan dengan gejala mual, muntah, diare, demam, sakit kepala dan kram perut

    mudbay.com
    mudbay.com

    Sebagian besar kasus salmonela biasanya terkait dengan keracunan makanan. Hewan-hewan peliharaan yang rentan terkena salmonela dari manusia adalah kucing dan anjing. Adapun, penanganan yang bisa kamu lakukan adalah menjaga kebersihan sebelum menghadapi hewan peliharaanmu. 

  5. 5. Giardia atau giardiasis adalah infeksi parasit pada usus halus dan menyebabkan diare

    pethealthnetwork.com
    pethealthnetwork.com

    Kondisi ini biasa menyerang manusia, anjing dan kucing. Adapun infeksi giardia menyebar melalui air minum dari sumur, danau dan sungai. Jadi perhatikan kebersihanmu agar hewan peliharaanmu gak tertular ya! 

  6. 6. MRSA (Methicillin-resistant Staphylococcus aureus) yang menyebabkan infeksi kulit, nyeri dada, batuk, deman dan pusing

    vetlink.co.za
    vetlink.co.za

    MRSA adalah penyakit yang disebabkan bakteri staph resistan dengan antibiotiknya. Penyakit ini bisa ditularkan dari manusia ke anjing dan sebaliknya. Jika penyakit itu telah menjangkiti anjingmu, segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan panduan dan langkah-langkah yang tepat untuk perawatan. 

  7. 7. Tuberkulosis (Mycobacterium tuberculosis) yang menyebabkan batuk, benjolan, luka gigitan yang gak sembuh dan penurunan berat badan

    dailystar.co.uk
    dailystar.co.uk

    Tuberkulosis adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini mempengaruhi hampir semua mamalia berdarah panas, termasuk satwa liar, hewan ternak dan hewan peliharaan. 

  8. 8. Efek "perokok pasif" pada hewan yang menyebabkan kanker, kerusakan sel dan penambahan berat badan

    reikiforallcreatures.com
    reikiforallcreatures.com

    Terhirupnya asap tembakau ternyata gak hanya menyerang anggota keluarga, namun juga untuk hewan peliharaanmu. Jika kamu atau anggota keluargamu ada yang jadi perokok aktif, kemungkinan hewan peliharaanmu juga merasakan dampaknya. Jadi, sebaiknya jauhkan hewan peliharaan dari perokok aktif.

    Ternyata, ada banyak penyakit yang bisa ditularkan manusia ke hewan peliharaan. Untuk itu, pastikan selalu menjaga kebersihan. Segera berkonsultasi pada dokter jika muncul tanda-tanda di atas. Pencegahan lebih baik daripada terjadi hal yang gak diinginkan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More