Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Menarik Long Tailed Jaeger, Camar Kejar Kecil dengan Ekor Unik

Burung Stercorarius longicaudus
burung stercorarius longicaudus (commons.wikimedia.org/Stephan Sprinz)
Intinya sih...
  • Long-tailed Jaeger berkembang biak di tundra Arktik di Amerika Utara, Eropa, dan Asia Utara
  • Burung ini memiliki tubuh ramping dengan sayap panjang dan ekor yang sangat mencolok
  • Long-tailed Jaeger bergantung pada ketersediaan mamalia kecil seperti lemming sebagai sumber makanan utama selama musim kawin di tundra Arktik
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Long-tailed Jaeger (Stercorarius longicaudus) adalah salah satu burung laut yang paling elegan dan tangguh di keluarga jaeger/skua. Spesies ini dikenal karena bulu ekor tengah yang sangat panjang pada masa kawin, serta gaya terbangnya yang lincah dan anggun di udara. Meskipun ukurannya relatif kecil dibandingkan dengan jaeger lain, kemampuan adaptasinya di laut dan tundra sangat mengesankan.

Burung ini sering disebut camar-kejar dalam beberapa referensi populer karena perilakunya yang sering mengejar atau menyalip burung lain untuk mencuri makanannya (kleptoparasitisme), meskipun ini tidak selalu menjadi metode utama mereka. Long-tailed Jaeger menghabiskan sebagian besar hidupnya bermigrasi di atas lautan luas, kemudian kembali ke tundra Arktik saat musim kawin. Berikut 5 fakta menarik tentang Long-tailed Jaeger ini.

1. Habitat dan persebaran yang luas

Burung Stercorarius longicaudus
burung stercorarius longicaudus (inaturalist.org/Пакалнис Дэниел)

Long-tailed Jaeger berkembang biak di tundra Arktik di Amerika Utara, Eropa, dan Asia Utara, di mana musim panas menyediakan sumber makanan yang melimpah dan kesempatan untuk membesarkan anak. Habitat berkembang biak ini biasanya berupa padang tundra terbuka dengan vegetasi rendah dan kadang area berlumpur dekat pantai. Di luar musim kawin, burung ini menjadi pelagis sejati, sering terlihat jauh di lautan terbuka, jauh dari pantai mana pun.

Dilansir Birdfact, saat migrasi atau musim dingin, Long-tailed Jaeger menjelajahi samudra Atlantik Selatan dan Pasifik Selatan, kadang terlihat hingga lepas pantai Afrika Selatan atau Amerika Selatan, menunjukkan kapasitas migrasi luar biasa dari habitat kutub ke daerah beriklim lebih hangat. Migrasi panjang ini memungkinkan mereka mengeksplorasi ekosistem laut berbeda sepanjang tahunnya. Pola ini menunjukkan bagaimana spesies ini teradaptasi untuk hidup antara dua lingkungan yang sangat berbeda, Arktik dan laut tropis.

2. Penampilan fisik dan ekor ikonik

Burung Stercorarius longicaudus
burung stercorarius longicaudus (commons.wikimedia.org/Nestortech45)

Long-tailed Jaeger memiliki tubuh ramping dengan sayap panjang dan ekor yang sangat mencolok. Mengutip Wildlife Journal Junior, pada masa kawin, dua bulu tengah ekornya tumbuh memanjang dan runcing, menciptakan siluet anggun yang mudah dikenali saat terbang. Ciri ekor ini menjadi pembeda utama Long-tailed Jaeger dibandingkan jaeger lain yang umumnya bertubuh lebih kekar dan berekor lebih pendek.

Ukuran tubuhnya umum mencapai sekitar 38-58 cm, tetapi karena ekor panjangnya, panjang totalnya bisa jauh lebih besar, sementara rentang sayap mencapai lebih dari satu meter. Selain ekor yang mencolok, burung ini juga memiliki cap gelap di kepala pada musim kawin, kontras dengan bagian bawah yang lebih cerah. Penampilan yang kontras ini membantu para ilmuwan membedakan individu dewasa dari yang muda atau dari spesies sejenis lain saat terbang.

3. Strategi makanan yang beragam

Burung Stercorarius longicaudus
burung stercorarius longicaudus (inaturalist.org/Samuel Beyertt)

Selama musim kawin di tundra Arktik, Long-tailed Jaeger sangat bergantung pada ketersediaan mamalia kecil seperti lemming sebagai sumber makanan utama. All About Birds menyebutkan bahwa burung ini berburu dengan cara terbang rendah di atas tundra, lalu menyambar mangsa dengan cepat menggunakan paruhnya. Ketergantungan pada lemming membuat keberhasilan reproduksi Long-tailed Jaeger sering berkaitan erat dengan fluktuasi populasi mamalia kecil tersebut.

Di luar musim kawin, khususnya saat berada di laut, Long-tailed Jaeger menunjukkan pola makan yang jauh lebih beragam. Mereka memakan ikan kecil, krustasea, serangga laut, hingga bangkai, serta sesekali melakukan kleptoparasitisme dengan mengejar burung lain agar menjatuhkan makanannya. Fleksibilitas pola makan ini membantu spesies ini bertahan hidup selama migrasi panjang dan di lingkungan laut yang sumber dayanya tidak selalu stabil.

4. Perilaku terbang yang gesit

Burung Stercorarius longicaudus
burung stercorarius longicaudus (inaturalist.org/Samuel Beyertt)

Long-tailed Jaeger dikenal memiliki gaya terbang yang sangat lincah dan anggun dibandingkan jaeger lainnya. Dilansir Birdfact, burung ini mampu melayang, berputar cepat, dan menyelam dengan presisi tinggi saat berburu atau mengejar burung lain di udara. Kemampuan manuver tersebut didukung oleh sayap panjang dan ramping yang efisien untuk terbang jarak jauh.

Saat mencari makan di laut, Long-tailed Jaeger sering terbang rendah di atas permukaan air untuk mengamati mangsa atau burung lain membawa makanan. Pola terbang ini memungkinkan mereka bereaksi cepat terhadap peluang berburu maupun melakukan pengejaran singkat. Adaptasi perilaku terbang tersebut menjadi salah satu kunci keberhasilan spesies ini bertahan hidup di lingkungan laut terbuka yang dinamis.

5. Siklus hidup dan reproduksi

Burung Stercorarius longicaudus
burung stercorarius longicaudus (inaturalist.org/Marc Thibault)

Long-tailed Jaeger membentuk pasangan monogami selama musim kawin dan menunjukkan kerja sama yang kuat antara induk jantan dan betina. Kedua induk aktif mempertahankan wilayah sarang dari predator atau burung lain yang mendekat. Pola ini meningkatkan peluang keberhasilan reproduksi di lingkungan tundra Arktik yang keras dan terbuka.

Dilansir Animal Diversity Web, betina biasanya bertelur satu hingga dua butir yang diletakkan langsung di lekukan tanah dengan sedikit atau tanpa bahan sarang. Telur menetas setelah sekitar tiga minggu, dan anak-anaknya tumbuh cepat berkat melimpahnya sumber makanan selama musim panas Arktik. Setelah musim berbiak berakhir, induk dan anak yang telah mandiri akan meninggalkan tundra dan memulai migrasi panjang menuju perairan samudra.

Long-tailed Jaeger menunjukkan bagaimana burung laut kecil mampu bertahan dan berkembang di lingkungan ekstrem melalui adaptasi fisik dan perilaku yang cerdas. Dari ekor panjang yang ikonik hingga kemampuan terbang dan strategi makan yang fleksibel, spesies ini menjadi contoh menarik evolusi burung migran jarak jauh. Memahami kehidupan camar-kejar ini tidak hanya menambah wawasan tentang keanekaragaman burung laut, tetapi juga penting untuk upaya konservasi ekosistem Arktik dan samudra terbuka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Fakta Goldenrod Crab Spider, Laba-Laba Bunga dengan Kamuflase Unik

09 Feb 2026, 21:49 WIBScience