Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Fakta Sparta, Kota Penghasil Prajurit Paling Tangguh di Yunani

Kota Sparta
Kota Sparta (commons.wikimedia.org/George E. Koronaios)
Intinya sih...
  • Kependudukan dan struktur politik Sparta di masa kuno- Terdapat 3 kelompok masyarakat utama: Spartiates, Perioikoi, dan Helot.- Sistem pemerintahan dengan dua raja dan dewan memberi kekuatan pada Sparta.
  • Rahasia ketangguhan prajurit Sparta- Wanita dan anak-anak di Sparta dilatih untuk menjadi prajurit tangguh.- Taktik prajurit Sparta adalah serangan jarak dekat menciptakan formasi yang solid.
  • Pertempuran Thermopylae: Yunani melawan Persia yang legendaris- Pertempuran terjadi antara pasukan Yunani mayoritas dari Sparta melawan Persia.- Pasukan Yunani menerapkan pertahanan terbaik yang menimbulkan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di Yunani banyak kota terkenal seperti Athena, Santorini, Mykonos, Rhodes dan Delphi. Ada yang menjadi pusat kebudayaan sekaligus pemerintahan, terkenal dengan bentang alam, tempat-tempat ikonik dan daya tarik wisata.

Sparta ini unik karena menonjolkan kelompok masyarakat yang tinggal di dalamnya (orang Sparta) memiliki budaya militeristik yang kuat dan paling displin sepanjang sejarah Yunani.

Sparta adalah kota kuno yang terletak di Laconia dan didirikan sekitar tahun 800 SM. Sparta berada di lembah subur dikeliingi oleh pegunungan di barat daya Yunani dan terdapat Sungai Eurotas yang menjadi salah satu urat nadi kehidupan masyarakat sekitar.

Pegunungan Taygetus memiliki peranan krusial dalam membentuk budaya militeristik Sparta karena terdapat tempat berlatih khusus untuk mencetak prajurit tangguh. Simak selengkapnya fakta menarik dari kota Sparta terutama dari sisi masyarakat bakal dikupas secara mendalam. Baca sekarang.

1. Kependudukan dan struktur politik Sparta di masa kuno

Kota Sparta
Kota Sparta (commons.wikimedia.org/ulrichstill)

Sebelum konsep negara modern ada, di Sparta terdapat 3 kelompok masyarakat utama: Spartiates (warga negara penuh), Perioikoi (warga luar negara Sparta biasanya berasal dari Lakonia dan Messenia) dan Helot (budak), dilansir Diy.org.

Sparta memiliki sistem pemerintahan menerapkan dua raja dan dewan. Kedua raja berasal dari keluarga kerajaan yang berbeda dan berbagi kekuasaan. Peran dua raja cukup krusial sebagai pengambil keputusan dalam pertempuran.

Gerousia atau dewan tertua memiliki 28 anggota berusia di atas 60 tahun dianggap memiliki pengalaman hidup lebih banyak yang memberi nasihat kepada dua raja tersebut dan membantu merancang undang-undang.

Warga Sparta berusia 30 tahun ke atas berkontribusi untuk membentuk tatanan kehidupan masyarakat di Sparta melalui partisipasi politik dengan bergabung ke majelis disebut Apella. Apella bertugas untuk meratifikasi undang-undang dan memutuskan perang/damai.

2. Rahasia ketangguhan prajurit Sparta

Sparta era kuno
Sparta era kuno (commons.wikimedia.org/Johnbod)

Jiwa bertarung prajurit Sparta bukan lahir dari tempat latihan khusus militer, tapi sudah mulai muncul dari dalam kandungan sang ibu. Wanita Sparta dituntut untuk menjadi sehat dan kuat sehingga mereka juga berlatih dan berolahraga. Dengan metode ini diharapkan sang anak tumbuh menjadi sehat dan menjadi prajurit tangguh di masa depan.

Sejak usia 7 tahun, anak laki-laki di Sparta sudah mengikuti program pelatihan militer ketat bernama agoge. Selain diasah keterampilan bertarung, anak-anak juga dididik untuk displin, kerja sama tim dan bertahan hidup. Saat masa dewasa, prajurit Sparta berlatih milter di Pegunungan Taygetus.

Taktik prajurit Sparta adalah serangan jarak dekat menciptakan formasi yang solid sehingga sulit ditaklukan oleh lawan. Mereka bahkan tidak segan-segan untuk melawan pasukan lawan yang lebih besar.

3. Pertempuran Thermopylae: Yunani melawan Persia yang legendaris

ilustrasi pertempuran Thermopylae antara Sparta/Yunani dan Persia
ilustrasi pertempuran Thermopylae antara Sparta/Yunani dan Persia (commons.wikimedia.org/पाटलिपुत्र)

Pertempuran Thermopylae diperkirakan terjadi pada 480 SM antara pasukan Yunani mayoritas dari Sparta dipimpin oleh Leonidas melawan Persia. Latar belakang pertempuran dimulai dari Darius I mengirim utusan-utusan ke kota Yunani pada 491 SM untuk membujuk Yunani untuk menerima kekuasaan Persia.

Yunani tidak terima bujukan itu karena menyinggung orang-orang Yunani yang sombong. Sampai-sampai di Athena, utusan itu dilempar oleh masyarakat setempat ke lubang. Begitu pun dilakukan oleh orang Sparta yang melempar mereka ke dalam sumur.

Dari segi jumlah, pasukan Yunani gabungan koalisi negara-kota diperkirakan sekitar 7.000 orang. Sedangkan di pihak Xerxes Persia mencapai hingga 300.000 pasukan. Meskipun jumlahnya kecil, pasukan Yunani menerapkan pertahanan terbaik yang justru menimbulkan banyak korban bagi pihak Persia.

Kemudian, keadaan berbalik karena ada pengkhianat Yunani bernama Ephialtes yang menginginkan hadiah memberi tahu Xeres untuk mengambil jalur belakang untuk menghindari pertahanan Yunani. Melalui Anopaea, Persia menyerang Yunani dari belakang.

Hal ini membuat sebagian pasukan Yunani ditarik mundur menyisakan Leonidas dan sekitar 1.400 prajurit melawan Persia. Sebab, jika Leonidas mundur akan melanggar hukum dan adat Sparta. Hasil perang ditandai dengan kemenangan Persia dan tewasnya Leonidas. Pertempuran Thermopylae menjadi inspirasi untuk film 300 (2006).

4. Ekonomi Sparta berbasis pertanian di masa lalu

Sparta era kuno
Sparta era kuno (commons.wikimedia.org/Fulvio314)

Sparta mengandalkan hasil pertanian untuk menopang masyarakat. Budak menjadi penggerak industri pertanian yang menghasilkan gandum, barli, minyak, zaitun dan keju. Kemudian, hasil penjualan komoditi pertanian untuk membiayai industri militer karena merupakan aset negara sangat penting.

Sparta di era modern tak hanya menjadi identitas masyarakat dan nama kota, sparta menjadi istilah umum menekankan pada sifat yang disiplin, tangguh, hemat dan sederhana. Apakah kamu sudah tahu Sparta karena menonton film 300 atau baru mendapatkan informasi ini dari saya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

5 Ular Raksasa yang Hidup di Afrika, Mampu Memangsa Manusia

09 Feb 2026, 18:05 WIBScience