Referensi
"Western Wall". Britannica. Diakses Februari 2026.
"Western Wall in Jerusalem (Wailing Wall) Brief History". Slava Bazarsky. Diakses Februari 2026.
"What You Need to Know About the Wailing Wall or Western Wall". ThoughtCo. Diakses Februari 2026.
Sejarah Tembok Ratapan di Yerusalem, Tempat Suci Umat Yahudi

Tembok Ratapan di Yerusalem adalah sisa dinding penahan Bait Suci Kedua yang dibangun pada masa Raja Herodes dan kini menjadi situs suci utama umat Yahudi.
Nama “Tembok Ratapan” berasal dari pengamatan pelancong Eropa abad ke-19 terhadap umat Yahudi yang berdoa sambil meratapi kehancuran Bait Suci.
Tembok ini memiliki makna spiritual mendalam karena diyakini sebagai tempat paling dekat dengan lokasi Bait Suci kuno dan simbol ketahanan iman.
Belakangan ini, istilah “Tembok Ratapan Solo” ramai diperbincangkan setelah viral di media sosial. Julukan tersebut merujuk pada pagar rumah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo, usai beredar video seorang pemuda yang beraksi seolah-olah sedang meratap di depan gerbangnya. Fenomena ini memancing beragam reaksi, mulai dari candaan hingga perdebatan soal makna dan batas simbol keagamaan.
Namun, di balik ramainya konten viral itu, istilah Tembok Ratapan sebenarnya meminjam identitas dari sebuah situs suci yang memiliki sejarah panjang dan makna spiritual mendalam. Istilah tersebut merujuk pada tempat yang sangat dihormati oleh umat Yahudi di Yerusalem. Yuk, simak sejarah Tembok Ratapan di Yerusalem secara lengkap!
Table of Content
1. Sejarah awal Tembok Ratapan di Yerusalem
Western Wall atau yang sering disebut Tembok Ratapan adalah situs suci bagi umat Yahudi yang terletak di Kota Tua Yerusalem, tepatnya di sisi barat kompleks Bukit Bait Suci (Temple Mount). Tembok ini sebenarnya bukan bagian dari bangunan utama Bait Suci, melainkan sisa dinding penahan yang mengelilingi area tersebut. Dari seluruh kompleks yang pernah berdiri megah, bagian inilah yang masih bertahan hingga sekarang.
Sejarahnya berkaitan erat dengan proyek besar Raja Herod the Great sekitar tahun 19 SM. Ia memperluas area Bukit Bait Suci dengan membangun dinding penahan raksasa untuk menopang tanah hasil perluasan buatan. Dinding inilah yang kemudian dikenal sebagai Tembok Barat. Meski proyeknya dimulai pada masa Herodes, penyelesaiannya berlangsung hingga masa pemerintahan keturunannya.
Pada tahun 70 M, pasukan Romawi yang dipimpin oleh Titus menghancurkan Yerusalem dan Bait Suci Kedua dalam peristiwa yang menjadi bagian dari Perang Yahudi-Romawi Pertama. Hampir seluruh kompleks Bait Suci luluh lantak, menyisakan sebagian dinding penahan di sisi barat. Sejak saat itu, tembok ini menjadi simbol kehancuran sekaligus harapan bagi umat Yahudi.
Kini, Tembok Ratapan berstatus sebagai tempat ibadah dan ziarah utama bagi umat Yahudi di seluruh dunia. Di alun-alun depannya sering diadakan upacara keagamaan seperti Bar Mitzvah, doa bersama, hingga upacara militer. Setiap tahun, jutaan pengunjung datang untuk berdoa dan menyelipkan kertas berisi harapan di celah-celah batu kuno tersebut.
2. Kenapa disebut Tembok Ratapan?

Istilah “Tembok Ratapan” muncul dari pengamatan para pelancong Eropa pada abad ke-19 yang melihat umat Yahudi berdoa sambil meratapi kehancuran Bait Suci. Dalam bahasa Prancis, tempat ini disebut le mur des lamentations, sebutan yang kemudian menyebar ke berbagai bahasa lain. Sementara itu, dalam bahasa Arab dikenal sebagai el-Mabka yang berarti “tempat menangis.” Dari sinilah istilah “Tembok Ratapan” menjadi populer di dunia Barat.
Namun, dalam bahasa Ibrani, nama aslinya adalah Kotel Ma’aravi. Kata kotel berarti “tembok,” sedangkan ma’aravi berarti “barat.” Secara harfiah, Kotel Ma’aravi berarti “Tembok Barat.” Inilah istilah yang digunakan umat Yahudi hingga sekarang karena lebih mencerminkan letak geografisnya di sisi barat kompleks Bukit Bait Suci sekaligus menjadi sebutan resmi dalam tradisi Yahudi.
Adapun kata “ratapan” sendiri merujuk pada tradisi berkabung umat Yahudi atas kehancuran Bait Suci dan hilangnya pusat spiritual mereka. Di tempat inilah doa-doa dipanjatkan, terutama permohonan untuk pemulihan Yerusalem dan pembangunan kembali Bait Suci. Jadi, ratapan bukan sekadar ungkapan kesedihan masa lalu, melainkan simbol kerinduan spiritual dan harapan yang terus hidup hingga hari ini.
3. Hubungan Tembok Ratapan dengan bait suci Yahudi
Untuk memahami makna Tembok Ratapan, kita perlu melihat kembali sejarah Bait Suci Yahudi. Bait Suci Pertama dibangun oleh Raja Salomo dan menjadi pusat ibadah bangsa Yahudi hingga akhirnya dihancurkan oleh bangsa Babilonia pada 587 hingga 586 SM. Beberapa dekade kemudian, Bait Suci Kedua didirikan kembali dan selesai sekitar tahun 516 SM. Peristiwa ini menandai kebangkitan kembali kehidupan religius umat Yahudi di Yerusalem.
Berabad-abad setelahnya, pada masa pemerintahan Raja Herodes, Bait Suci Kedua diperluas secara besar-besaran hingga menjadi kompleks keagamaan yang sangat megah. Dalam proyek inilah dibangun dinding-dinding penahan raksasa untuk menopang perluasan area Bukit Bait Suci. Tembok Ratapan merupakan bagian dari dinding penahan tersebut. Meski bukan bagian dari ruang utama ibadah, tembok ini menjadi sisa fisik terdekat dari pusat spiritual yang pernah berdiri di sana.
Secara geografis, tembok ini terletak di sisi barat Bukit Bait Suci yang kini juga mencakup kompleks Masjid Al Aqsa. Karena posisinya yang paling dekat dengan lokasi Bait Suci kuno, tempat ini diyakini memiliki tingkat kesucian yang sangat tinggi. Dalam tradisi rabinik bahkan disebutkan bahwa kehadiran ilahi tidak pernah meninggalkan Tembok Barat.
Itulah sebabnya Tembok Ratapan memiliki makna spiritual yang begitu mendalam. Tempat ini bukan sekadar susunan batu berusia ribuan tahun, tetapi simbol ketahanan iman, identitas, dan harapan umat Yahudi sepanjang sejarah. Tempat ini menjadi pengingat akan kehancuran yang pernah terjadi sekaligus keyakinan yang tetap bertahan hingga hari ini.
Itulah sejarah Tembok Ratapan di Yerusalem, dari asal-usul hingga perannya bagi umat Yahudi. Tempat ini menyimpan nilai sejarah dan spiritual yang dalam, jauh melampaui sekadar fenomena yang viral di media sosial. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.
FAQ seputar sejarah tembok ratapan di Yerusalem
| Apa itu Tembok Ratapan? | Tembok Ratapan adalah sisa dinding penahan kompleks Bukit Bait Suci di Yerusalem yang menjadi situs suci bagi umat Yahudi. |
| Mengapa disebut Tembok Ratapan? | Nama ini berasal dari pengamatan pelancong Eropa yang melihat umat Yahudi meratapi kehancuran Bait Suci saat berdoa di sana. |
| Apa fungsi Tembok Ratapan saat ini? | Saat ini, Tembok Ratapan menjadi tempat ibadah, doa, dan ziarah umat Yahudi dari seluruh dunia, serta lokasi berbagai upacara keagamaan. |











![[QUIZ] Kami Tahu Sisi Unik dalam Dirimu Dari Planet yang Kamu Pilih](https://image.idntimes.com/post/20250405/arnaud-mariat-45z6hw1dqmi-unsplash-0c8a11f39d749914d3f27e1b51d40721-a5fd1597f33847e86d0a4da09c93b0a6.jpg)





