Comscore Tracker

8 Fakta Mengerikan tentang Rezim Uni Soviet yang Wajib Kamu Tahu 

Dikenal sebagai salah satu rezim paling kejam dalam sejarah

Uni Soviet adalah salah satu rezim paling brutal di abad ke-20. Tetapi mengingat akan skala waktu yang signifikan dari kelahiran dan keruntuhannya, banyak detail kekejaman yang telah memudar dari ingatan publik yang hidup pada hari ini.

Hal ini menjadi urgensi bagi penulis untuk menganalisis secara spesifik mengapa rezim Uni Soviet patut dianggap sebagai salah satu periode paling gelap dalam sejarah manusia. Berikut 8 fakta mengerikan tentang rezim Uni Soviet yang wajib kamu ketahui.

1. Menggunakan kelaparan sebagai senjata politik

8 Fakta Mengerikan tentang Rezim Uni Soviet yang Wajib Kamu Tahu dailymail.co.uk

Sudah menjadi rahasia umum kalau beberapa bencana kelaparan di wilayah Uni Soviet terjadi sebagai akibat dari kolektivisasi pertanian. Namun hal ini tidak hanya disebabkan oleh kebijakan yang buruk, tetapi juga karena otoritas yang memakai akses makanan sebagai cara untuk mengendalikan populasi Soviet pada saat itu.

Strategi ini digunakan di salah satu kelaparan buatan paling terkenal pada abad ke-20, yaitu kelaparan Ukraina pada tahun 1932-1933 atau yang lebih dikenal sebagai Holodomor. Hal terkejam tentang kelaparan ini adalah bahwa itu bukan semata-mata disebabkan oleh ketidakmampuan atau kebijakan yang buruk dari pemerintah Soviet.

Nyatanya, peristiwa ini sengaja dibuat oleh Stalin sebagai sarana untuk memusnahkan Kulak, kelas petani yang secara ekonomi lebih sukses daripada masyarakat pada umumnya dan dengan demikian menjadi musuh kelas proletar.

Sejarawan juga berspekulasi kalau kelaparan itu ditargetkan untuk melemahkan identitas nasional penduduk Ukraina. Seperti yang dilansir dari Libertarianism.org, kaum nasionalis Ukraina pernah melakukan perlawanan sengit terhadap faksi Bolshevik selama Perang Sipil Rusia, sehingga Stalin tidak mau mengambil risiko dan terus menekan wilayah tersebut.

Setelah merampas tanaman dan ternak, pasukan Soviet menutup perbatasan dan menangkap —  atau menembak — siapa pun yang mencoba melarikan diri. Diperkirakan empat juta orang Ukraina tewas akibat kelaparan ini, tetapi jumlah sebenarnya tidak akan pernah diketahui karena ada upaya terkoordinasi untuk menutupi jumlah korban.

2. Gulag yang dijadikan sebagai penopang ekonomi Soviet 

https://www.youtube.com/embed/WbwWn0m03lM

Sistem kamp kerja pada awalnya diciptakan oleh Lenin tetapi menjadi lebih buruk saat berada di bawah rezim Stalin. Kamp-kamp ini, yang di kemudian hari dikenal sebagai Gulag, digunakan untuk memenjarakan mereka yang dituduh melakukan kejahatan politik.

Kondisi di Gulag sangatlah memprihatinkan, di mana penganiayaan adalah hal biasa. Diperkirakan hingga 2 juta orang meninggal di dalamnya.

Kamp-kamp ini beroperasi sebagai alat teror politik dan juga memfasilitasi apa yang pada dasarnya adalah kerja paksa. Otoritas Soviet melihat Gulag sebagai cara untuk meningkatkan ekonomi dan percaya kalau itu dapat menghasilkan sejumlah besar pendapatan untuk negara.

Menurut Russia Beyond, tahanan Gulag sering dipekerjakan di pertambangan, hutan, ladang minyak, atau proyek konstruksi besar. Namun, ternyata Gulag menjadi model ekonomi yang tidak efektif karena para budak di dalamnya bukan lah pekerja yang baik. Pada akhirnya, kamp-kamp kerja di Soviet hanya menjadi pemborosan terhadap keuangan negara.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Penyebab Runtuhnya Negara Uni Soviet

3. Teror dan kekerasan adalah hal yang biasa sejak terbentuknya rezim Soviet 

8 Fakta Mengerikan tentang Rezim Uni Soviet yang Wajib Kamu Tahu themoscowtimes.com

Ketika kekejaman Uni Soviet dibahas, banyak fokus yang diberikan kepada Stalin. Hal ini membuat kita mengabaikan kejahatan tokoh-tokoh revolusioner sebelumnya, khususnya yang telah dilakukan oleh pendiri Uni Soviet itu sendiri, Vladimir Lenin.

Lenin sangat percaya bahwa tidak ada transisi damai dari kapitalisme ke komunisme. Para elit kaya hanya bisa disingkirkan dari kekuasaan dengan paksa, dan harus dihukum karena kejahatan mereka yang telah mengeksploitasi rakyat.

Oleh karena itu, setelah kaum Bolshevik berhasil mengendalikan kekerasan pemerintah, secara khusus teror digunakan untuk mengendalikan populasi dan menghilangkan segala ancaman yang dirasakan oleh rezim ini.

Ratusan ribu, berpotensi jutaan orang, dieksekusi dan dipenjara selama "Teror Merah," sebuah kampanye kekerasan terhadap mereka yang dicap sebagai musuh kelas bawah. Selain itu, selama tahun-tahun awal pemerintahan Bolshevik, banyak pemberontakan yang dijatuhkan secara brutal.

Semua ini diatur dan disahkan oleh Lenin. Di bawah kepemimpinannya, polisi rahasia (yang awalnya bernama Cheka) dan Gulag didirikan. Selain itu, ia secara eksplisit menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk menakut-nakuti penduduk Rusia agar tunduk kepada pemerintah Soviet.

4. Pseudosains didukung penuh oleh pemerintah Soviet 

8 Fakta Mengerikan tentang Rezim Uni Soviet yang Wajib Kamu Tahu ukraina.ru

Sementara sosialisme Soviet — biasanya disebut sebagai komunisme — dipandang sebagai kultus ilmiah oleh para pengikutnya, sebuah ilmu sains tetap harus tunduk pada ideologi yang saat itu dijunjung oleh Uni Soviet.

Salah satu ahli ilmiah yang terkenal karena pencampuran hal ini adalah Trofim Lysenko. Melansir dari laman Smithsonian Magazine, Trofim Lysenko adalah seorang ilmuwan Soviet yang mendukung teori alternatif untuk genetika yang kemudian dikenal sebagai Lysenkoism.

Pada saat itu pemerintah Soviet dengan penuh semangat menerima gagasannya, dan memasang teorinya sebagai satu-satunya sudut pandang yang dapat diterima dalam ilmu pertanian Soviet.

Setiap ilmuwan yang menentang ini dipindahkan dari posisi mereka dan dikucilkan secara publik, bahkan banyak yang dipenjara dan dieksekusi. Tidak hanya kecacatan ilmu selama beberapa dekade, teori-teori palsu ini juga turut memperburuk peristiwa kelaparan pada tahun 1930-an.

Hampir sama dengan pseudosains, ilmu psikiatri juga dieksploitasi untuk membungkam para pembangkang politik. Pemerintah Soviet bahkan menciptakan istilah psikiatrik baru, "skizofrenia lamban" yang akan diterapkan untuk para penentang doktrin Marxisme. Sekitar 20 ribu orang dilembagakan dengan klaim semacam ini, tetapi totalnya diyakini jauh lebih tinggi.

5. Salah satu antek Stalin adalah seorang predator seksual 

8 Fakta Mengerikan tentang Rezim Uni Soviet yang Wajib Kamu Tahu argumenti.ru

Lavrentiy Beria adalah seorang politisi Soviet dan administrator keamanan negara di bawah kepemimpinan Stalin. Dia memulai kariernya sebagai kepala polisi di Georgia dan akhirnya menjadi kepala polisi rahasia, pengawas sistem penjara Gulag dan anggota Komite Sentral. Stalin bahkan dengan bangga menyebutnya "My Himmler."

Selain bertanggung jawab atas pembunuhan, penyiksaan dan pemenjaraan palsu terhadap jutaan orang, Beria juga terkenal sebagai seorang pria yang memiliki penyimpangan seksual. 

Selama waktu senggangnya ia akan berkeliaran di jalan-jalan Moskow, mencari wanita muda untuk diculik dan dibawa ke akomodasi pribadinya, di mana ia akan melakukan kekerasan seksual terhadap mereka. Sejarawan Simon Sebag Montefiore bahkan mencatat kalau kebobrokan Beria sudah terkenal di kalangan pemimpin Soviet, termasuk Stalin.

Seperti yang dilansir laman Telegraph, vila pribadi milik Beria diubah menjadi kedutaan setelah kematiannya. Namun hal yang mengejutkan ditemukan selama pemugaran vila tersebut, yaitu penemuan tulang belasan wanita muda dan gadis yang terkubur di properti tersebut.

6. Berita palsu adalah senjata utama KGB

https://www.youtube.com/embed/h5WjRjz5mTU

KGB (Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti) adalah lembaga penerus dari Cheka dan NKVD yang beroperasi dari tahun 1954 hingga 1991 dan bertanggung jawab atas keamanan domestik Uni Soviet. Sedangkan di luar negeri tujuan utamanya adalah untuk menumbuhkan kerusuhan politik dan mempromosikan ideologi Marxisme.

Salah satu kegiatan KGB yang paling terkenal adalah menanam cerita palsu di media Barat dan menyebarkan teori konspirasi dengan tujuan menghancurkan kepercayaan pada institusi dan menghasut konflik. Hal ini secara luas dikenal sebagai "berita palsu" dan asal-usulnya sendiri dapat ditelusuri kembali ke agen intelijen Komunis yang menyebutnya sebagai "disinformasi."

Dilansir laman New York Times, salah satu kasus paling terkenal dari kampanye disinformasi yang berhasil adalah pada tahun 1984, ketika media Amerika meliput skandal yang diduga dari virus AIDS yang dibuat oleh pemerintah Amerika.

Hal ini sebenarnya adalah sebuah kebohongan yang telah dirancang dengan hati-hati dan secara strategis dimasukkan ke dalam sumber berita asing oleh intelijen Soviet sampai mencapai wartawan Barat. Di Rusia, sementara KGB secara resmi dibubarkan, pengaruhnya dan taktiknya masih dapat diamati hari ini.

7. The Great Purge secara eksklusif dipicu oleh paranoia dan sadisme Stalin 

https://www.youtube.com/embed/AiA8dKNcjjk

Sejarawan Stephen Kotkin menggambarkan Great Purge sebagai sebuah episode sejarah yang tampaknya sangat irasional. Antara tahun 1936 hingga 1938, Stalin melakukan pembersihan politik dari jajaran administratif, militer dan diplomatiknya. Ratusan ribu orang ditangkap, disiksa, dipenjara dan dalam banyak kasus dieksekusi berdasarkan pelanggaran politik imajiner.

Sekali lagi, tidak ada alasan rasional untuk menimbulkan kekacauan di negara ini. Sejarawan juga dibuat bingung selama hampir beberapa dekade saat memikirkan tindakan Stalin dalam periode ini, karena pada saat itu posisinya sebagai pemimpin bisa dibilang lebih kuat dari sebelumnya dan tidak ada ancaman internal yang jelas terhadap Uni Soviet.

Sementara beberapa teori telah dikemukakan, Kotkin menyarankan bahwa penjelasan yang paling dapat dipercaya adalah bahwa secara psikologis Stalin ingin menghancurkan lingkaran politiknya sehingga mereka tidak akan pernah mencoba untuk melemahkannya.

Bersamaan dengan motivasi yang aneh ini, salah satu kasus yang paling terkenal adalah paranoia Stalin terhadap pengaruh saingannya yang diasingkan, Leon Trotsky, terutama setelah Trotsky menerbitkan buku-buku yang sangat mengkritik Stalin.

Bukan hanya benar-benar tidak perlu, hal ini juga merusak rezim. Dengan banyak perwira Tentara Merah yang paling berpengalaman dan kompeten dibersihkan selama pembersihan, pasukan Soviet menjadi sangat lemah untuk menghadang invasi Nazi pada tahun 1941. Secara tidak langsung, hal ini telah merenggut jumlah korban yang luar biasa tinggi bagi Soviet.

8. Ada lembaga dan sentimen anti-Semitisme di dalam rezim Soviet 

8 Fakta Mengerikan tentang Rezim Uni Soviet yang Wajib Kamu Tahu thejc.com

Anti-Semitisme dalam Soviet memang menjadi "warisan" dari era Tsar, dan anti-Semitisme komunis dapat ditelusuri kembali ke Karl Marx sendiri yang dengan tegas menghubungkan Yudaisme dengan keserakahan dan eksploitasi. Di kemudian hari, kefanatikan ini menjadi sangat erat dengan kampanye anti-Zionis selama rezim Soviet.

Menurut Fathom Journal, ada organisasi resmi yang disebut Komite Anti-Zionis Publik Soviet yang secara eksplisit menyatakan bahwa Zionis telah menjadi kolaborator dengan Nazi, memungkinkan genosida di Eropa Timur dan sengaja melebih-lebihkan korban Yahudi selama perang.

Meskipun secara publik pemerintah Soviet membuat perbedaan antara Zionisme dan Yahudi, pada kenyataannya ada diskriminasi institusional. Sama seperti rezim Nazi, orang Yahudi dicegah untuk memegang pekerjaan tertentu dan sering dikambinghitamkan dalam perburuan politik.

Selain itu, sebagai bagian dari kampanye anti-agama Soviet, kepercayaan Yahudi sering menjadi sasaran di samping kepercayaan agama lain. Setelah Perang Enam Hari pada tahun 1967, setiap warga negara Yahudi-Soviet yang mengajukan imigrasi ke Israel ditolak izin dan dianggap musuh rakyat.

Orang-orang ini, "Refuseniks," harus menghadapi konsekuensi sosial dan hukum yang parah, dengan banyak orang dipenjara selama bertahun-tahun.

Nah, itu tadi 8 fakta mengerikan tentang rezim Uni Soviet yang wajib kamu ketahui. Perlu diketahui kalau rezim Uni Soviet adalah salah satu rezim paling otoriter dan kejam sepanjang sejarah.

Baca Juga: 5 Penyebab Berakhirnya Perang Dingin Amerika Serikat versus Uni Soviet

Shandy Pradana Photo Verified Writer Shandy Pradana

"I don't care that they stole my idea. I care that they don't have any of their own." - Tesla // I am a 20% historian, 30% humanist and 50% absurdist // For further reading: linktr.ee/pradshy

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Budi A.

Berita Terkini Lainnya