Comscore Tracker

Sering Dibalut Miskonsepsi, Ini 9 Fakta Tentang Kehidupan Prasejarah

Makhluk prasejarah tidak hanya dinosaurus lho! 

Tanpa catatan tertulis tentang kehidupan prasejarah, kita dibiarkan menerka-nerka sebuah dunia yang belum dapat dibayangkan sebelumnya. Dan ketika kita belajar lebih banyak tentang kehidupan manusia ribuan tahun yang lalu, kita juga menemukan sejumlah fakta yang mengejutkan tentang dunia prasejarah.

Berikut 9 fakta tentang kehidupan prasejarah.

1. Makanan saat itu sudah mengandung cita rasa

Sering Dibalut Miskonsepsi, Ini 9 Fakta Tentang Kehidupan Prasejarahcodecheck.info

Sejarawan di Universitas York baru-baru ini menganalisis beberapa pecahan tembikar yang ditemukan di sepanjang Laut Baltik. Tembikar yang digunakan sekitar 6.000 tahun yang lalu, berisi jejak endapan lipid, yang berasal dari ikan, kerang, dan rusa.

Setelah membandingkan sisa jejak lainnya dengan lebih dari 120 jenis tanaman, mereka menemukan bahwa "koki" zaman prasejarah menggunakan mustard dari bawang putih untuk membumbui hidangan.

Mustard tersebut berukuran kecil dan memiliki rasa mirip dengan wasabi. Apa yang tidak mereka miliki adalah nilai gizi yang nyata, membuat para peneliti menyimpulkan bahwa satu-satunya alasan mengapa bumbu-bumbu tersebut dimasukkan ke dalam panci masak adalah untuk menambahkan beberapa rasa di dalam hidangan.

Di dalam situs-situs Eropa lainnya, yang berasal dari antara 4.000 dan 5.000 tahun lalu, telah ditemukan pot dan bejana masak yang masih mengandung jejak rempah-rempah seperti kunyit, caper, dan ketumbar.

2. Industri bukanlah hal yang baru bagi mereka

Sering Dibalut Miskonsepsi, Ini 9 Fakta Tentang Kehidupan Prasejarahcellcode.us

Para arkeolog baru-baru ini menemukan situs-situs yang dikenal sebagai "bengkel-bengkel" yang berasal dari sekitar 60.000 tahun yang lalu. Dilansir dari New York Times, penemuan di gua Blombos, Afrika Selatan, telah menunjukkan sesuatu yang bahkan lebih tua dari bengkel-bengkel tersebut. 

Para peneliti menyebutnya sebagai pabrik cat prasejarah, dan gua itu berisi segala sesuatu yang diperlukan untuk merakit peralatan cat untuk lukisan gua. Situs ini berisi wadah yang terbuat dari kulit kerang abalon, spatula tulang untuk menggiling dan mencampur komponen, dan pigmen yang digunakan dalam pembuatan cat warna merah dan kuning.

Pada tahun 2008, pigmen oker berusia 70.000 tahun ditemukan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa gua itu digunakan sebagai fasilitas manufaktur selama puluhan ribu tahun. Cat berwarna digunakan tidak hanya dalam lukisan gua, tetapi pada benda-benda kulit, tembikar, atau bahkan sebagai cat tubuh.

Setidaknya 160.000 tahun sebelumnya cat merah telah ditemukan, tetapi temuan di Gua Blombos menunjukkan tingkat pengetahuan kimiawi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Persiapan dan kemampuan untuk memproduksi dan menyimpan produk secara massal telah dilakukan sejak masa prasejarah.

Baca Juga: Pernah Hidup, Ini 6 Burung Predator Raksasa Prasejarah yang Menakutkan

3. Tidak semua makhluk prasejarah adalah dinosaurus

Sering Dibalut Miskonsepsi, Ini 9 Fakta Tentang Kehidupan Prasejarahupi.com

Istilah "dinosaurus" sebenarnya memiliki definisi yang sangat spesifik, dan makhluk yang termasuk dalam kategori itu hanya menempati beberapa tempat di sepanjang pohon keluarga makhluk prasejarah.

Untuk dianggap sebagai dinosaurus, perlu ada beberapa fitur spesifik yang ada di dalam temuan kerangka. Fitur yang paling jelas terdapat di pinggul. Tulang pinggul dinosaurus terdiri dari tiga tulang yang terpisah, tetapi bergabung dalam lubang pusat untuk tulang paha mereka.

Konstruksi itulah yang membuat dinosaurus berdiri, dan tidak semua makhluk purba memiliki struktur tulang tertentu. Dari sana, dinosaurus diklasifikasikan lebih lanjut sebagai jenis "burung" dan "kadal," sebuah perbedaan yang dibuat pada tahun 1888.

Jadi, makhluk apa yang paling sering salah diidentifikasi sebagai dinosaurus? Ya, Pterosaurus, makhluk terbang prasejarah ikonik. Secara teknis Pterosaurus merupakan bagian dari cabang keluarga lain yang disebut avemetatarsalians.

4. Tidak ada mata rantai evolusi yang hilang

Sering Dibalut Miskonsepsi, Ini 9 Fakta Tentang Kehidupan Prasejarahwikipedia.org

Ada beberapa istilah paleontologis untuk "mata rantai yang hilang." Pada tahun 1863 seorang dokter asal Skotlandia bernama John Crawfurd pertama kali menggunakan istilah ini untuk merujuk pada gagasan spesies yang ada di antara manusia modern dan leluhur primata kita.

Setelah itu, istilah ini diterapkan pada penemuan Homo Erectus dan Australopithecus Africanus, dan telah terjadi kesalahpahaman media sejak saat itu. Secara teknis, setiap spesies tunggal dan setiap fosil tunggal dapat disebut mata rantai yang hilang karena lambatnya perkembangan anatomi peralihan.

5. Pengembangan kota sudah dimulai sebelum sistem pertanian ditemukan

Sering Dibalut Miskonsepsi, Ini 9 Fakta Tentang Kehidupan Prasejarahmedium.com

Selama beberapa dekade, penjelasan standar tentang bagaimana kita beralih dari masyarakat prasejarah ke masyarakat modern adalah dengan pengembangan pertanian.

Begitu manusia mulai mencari tahu cara bertani, manusia tidak perlu lagi berpindah dengan kawanan hewan yang bermigrasi. Manusia dapat membangun rumah dan desa permanen, dan dapat mengalihkan perhatian pada hal-hal lain seperti menulis dan pengembangan budaya.

Namun penemuan alat-alat batu dan tulang-belulang binatang di Gobekli Tepe menunjukkan bahwa teori di atas sepenuhnya salah. Dikutip dari Smithsonianmag, Gobekli Tepe adalah serangkaian megalit batu berukir yang berasal dari sekitar 11.000 tahun yang lalu. 

Batu-batu itu sudah diukir dan dipasang, di saat peradaban umumnya masih mengandalkan cara berburu dan mengumpulkan hasil. Sekitar 500 tahun kemudian mereka mulai mendirikan desa terdekat di mana mereka menjinakkan domba, babi dan sapi, dan mulai menanam benih gandum tertua di dunia.

Kebutuhan untuk membangun kompleks besar, mengukir gambar suci di batu, dan menciptakan pusat sosiologis memaksa umat manusia untuk mengembangkan pertanian dan menggembalakan berbagai hewan ternak untuk memberi makan para pembangun dan pekerja batu.

6. Neanderthal menghormati orang mati

Sering Dibalut Miskonsepsi, Ini 9 Fakta Tentang Kehidupan Prasejarahacademic.emporia.edu

Beberapa penemuan besar telah menunjukkan bahwa Neanderthal tidak hanya menguburkan kaum mereka yang mati, tetapi juga meratapi mereka dalam ritual yang kompleks. 

Kita tahu bahwa mereka pasti mampu membentuk keterikatan dan merasa sedih. Sebagai contoh, penemuan sisa-sisa Neanderthal yang sudah tua atau lemah menunjukkan kepada kita bahwa mereka akan diberikan perawatan ekstra daripada ditinggalkan begitu saja.

Selain penguburan, para arkeolog juga telah menggali sisa-sisa Neanderthal yang menunjukkan tanda-tanda pemrosesan, seperti halnya tubuh modern yang diproses untuk pemakaman.

Di beberapa sisa peninggalan mereka, terdapat tanda pisau yang menunjukkan di mana sumsum tulang dihilangkan, di mana jaringan lunak dipotong, dan di mana sendi sengaja dipisahkan. Diperkirakan bahwa pemotongan khusus ini dapat dikaitkan dengan kanibalisme, tetapi juga mungkin dilakukan sebagai bagian dari ritual.

Selain itu, setidaknya satu pemakaman prasejarah telah ditemukan di Irkutsk, Rusia. Kuburan itu berisi lebih dari 100 mayat milik anggota suku pemburu-pengumpul yang hidup di daerah itu antara 7.000 dan 8.000 tahun yang lalu.

7. Harapan hidup Neanderthal hampir sama dengan harapan hidup Sapiens

Sering Dibalut Miskonsepsi, Ini 9 Fakta Tentang Kehidupan Prasejarahsmithsonianmag.com

Neanderthal terakhir mati sekitar 40.000 tahun yang lalu, dan sains telah berusaha mencari tahu mengapa Homo Sapiens lah yang mampu bertahan hidup. Satu teori menyebutkan bahwa Homo Sapiens memiliki umur yang lebih panjang dari sepupu Neanderthal kita.

Analisis catatan fosil membantah gagasan itu. Neanderthal dan Sapiens purba memiliki harapan hidup yang serupa. Kedua spesies hidup berdampingan selama sekitar 150.000 tahun dan sekitar 25 persen individu dari kedua spesies sanggup bertahan melewati usia 40 tahun.

8. Seni zaman prasejarah tidak sesederhana itu

Sering Dibalut Miskonsepsi, Ini 9 Fakta Tentang Kehidupan Prasejarahlinesofescape.com

Sebuah studi tahun 2012 menganalisis penggambaran artistik dari gerakan hewan berkaki empat dari lukisan gua prasejarah. Studi ini menunjukkan bahwa seniman prasejarah lebih baik dalam menggambarkan gerakan hewan secara akurat daripada seniman modern. 

Analisis melihat 1.000 karya seni modern dan menemukan bahwa tingkat kesalahan dalam penggambaran artistik sekitar 57,9 persen. Sedangkan karya seni prasejarah hanya memiliki tingkat kesalahan sekitar 46,2 persen. Hal itu menunjukkan bahwa leluhur kuno kita jauh lebih akurat dalam membuat sebuah karya seni.

Orang-orang prasejarah tidak hanya membuat karya seni di dinding gua. Sisa-sisa mumi yang tak terhitung jumlahnya ditemukan bertato, dan penemuan artefak berusia 3.000 tahun dari Kepulauan Solomon telah memberikan wawasan yang berharga tentang praktik tato zaman prasejarah.

9. Manusia prasejarah sudah mengenal obat psikedelik

Sering Dibalut Miskonsepsi, Ini 9 Fakta Tentang Kehidupan Prasejaraharchaeology.wiki

Ternyata manusia prasejarah membutuhkan "pelarian" juga, salah satunya dengan memakai zat-zat halusinogen.

Jejak halusinogenik dalam kaktus San Pedro yang berasal dari sekitar 10.000 tahun lalu telah ditemukan di gua-gua di Pegunungan Andes di Peru Utara. Bukti dokumentasi tentang penggunaan jamur ajaib bahkan lebih banyak dari itu.

Ada juga bukti penggunaan opium dan pengunyahan daun koka setidaknya 8.000 tahun yang lalu, dimulai di daerah sekitar Mediterania dan menyebar ke seluruh Eropa.

Alkohol, salah satu minuman favorit manusia modern, berasal dari setidaknya 7000 SM dalam bentuk beras fermentasi, madu, dan minuman buah yang ditemukan pada pecahan tembikar dari Provinsi Henan.

Nah, itu tadi 9 fakta tentang kehidupan prasejarah. Semoga setelah membaca artikel ini, beberapa miskonsepsi tentang kehidupan prasejarah yang sering kamu temukan dapat terjawab dengan tuntas.

Baca Juga: 7 Penemuan Arkeologis Terpenting dan Luar Biasa Sepanjang Sejarah

Shandy Pradana Photo Verified Writer Shandy Pradana

"I always tell the truth, even when I lie." For further reading: linktr.ee/pradshy

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya