Comscore Tracker

Epik, Ini 10 Pertempuran Penting yang Terjadi Selama Perang Dunia I

Tidak kalah dahsyat dari Perang Dunia II

Perang Dunia I atau sering juga disebut Perang Besar, adalah sebuah konflik internasional yang terjadi pada tahun 1914-1918. Perang ini melibatkan sebagian besar negara-negara Eropa bersama dengan Amerika Serikat, Timur Tengah, Australia dan negara lainnya.

Perang ini mengadu Kekuatan Sentral — Jerman, Austria-Hungaria, dan Turki — melawan Sekutu — Prancis, Inggris, Rusia, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat. Perang ini berakhir dengan kemenangan blok Sekutu, dan berdampak pada runtuhnya empat kekaisaran besar pada saat itu.

Sebagai salah satu tragedi terbesar sepanjang masa, Perang Dunia I juga menjadi saksi atas pertempuran-pertempuran epik dan krusial yang turut menentukan alur sejarah. Berikut 10 pertempuran penting yang terjadi selama Perang Dunia I.

1. Pertempuran Marne Pertama (6-10 September 1914)

Epik, Ini 10 Pertempuran Penting yang Terjadi Selama Perang Dunia Ihistory.com

Pada awal perang, Jerman berharap untuk menghindari pertempuran di dua front dengan mengalahkan Prancis sebelum beralih ke Rusia. Awalnya Jerman mendapatkan beberapa kemenangan penting, tetapi tidak ada bala bantuan yang datang untuk mempertahankan momentum tersebut.

Prancis dan Inggris langsung melancarkan serangan balasan di Marne, dan setelah melalui pertempuran sengit selama berhari-hari, Jerman mundur. Kegagalan Jerman untuk mengalahkan Prancis dan Inggris di Marne juga memiliki implikasi strategis yang krusial. 

Pertempuran Marne juga menandai berakhirnya perang mobile di Front Barat. Setelah mundur, Jerman kembali menghadang pasukan Sekutu di Aisne, tempat di mana pertempuran mulai mandek dan menjadi peperangan parit yang akan mendominasi Front Barat sampai tahun 1918.

2. Kampanye Gallipoli (17 Februari 1915 - 9 Januari 1916)

Epik, Ini 10 Pertempuran Penting yang Terjadi Selama Perang Dunia Ipinterest.es

Kampanye Gallipoli awalnya dimaksudkan untuk meloloskan kapal perang Sekutu melewati selat Dardanella, menjatuhkan Konstantinopel (sekarang Istanbul) dan mengeluarkan Turki Ottoman dari perang. Tetapi rencana tersebut gagal total, karena kenyataannya Ottoman lebih tangguh dari yang mereka perkirakan. 

Pada 25 April 1915, pasukan Sekutu mendarat di semenanjung Gallipoli di wilayah Turki Ottoman. Jenderal Sir Ian Hamilton memutuskan untuk melakukan dua pendaratan, menempatkan Divisi ke-29 Inggris di Cape Helles dan Korps Tentara Australia dan Selandia Baru (ANZAC) di utara Gaba Tepe atau Anzac Cove.

Namun kedua pendaratan tersebut langsung dihalau oleh pasukan Ottoman, sehingga Inggris maupun Anzac tidak dapat maju. Peperangan parit pun dengan cepat terjadi. Korban meningkat tajam, dan serangan panas semakin memperburuk keadaan saat itu.

Pada bulan Agustus, Sekutu kembali meluncurkan serangan ke utara Anzac Cove. Serangan ini, bersama dengan pendaratan baru di Suvla Bay, kembali mengalami kegagalan dan langsung menemui jalan buntu. 

Pada bulan Desember, Ottoman mengungsikan penduduk Anzac dan Suvla, kemudian Helles di bulan Januari 1916. Gallipoli menjadi momen penting dalam sejarah Australia dan Selandia Baru, mengungkapkan ketahanan, tekad, dan inisiatif dari tentara mereka.

Pertempuran ini memang berhasil dimenangkan oleh Ottoman, namun berdampak pada kemunduran kekaisaran mereka. Kemunculan Mustafa Kemal (kemudian dikenal sebagai Atatürk) sebagai salah satu tokoh utama dalam kampanye ini semakin mempercepat keruntuhan Ottoman yang kemudian mengarah pada pembentukan Turki modern.

Baca Juga: Pearl Harbor: Konspirasi Perang Dunia II untuk Menguasai Energi

3. Pertempuran Jutlandia (31 Mei-1 Juni 1916)

Epik, Ini 10 Pertempuran Penting yang Terjadi Selama Perang Dunia Iflickr.com

Pertempuran Jutlandia adalah pertempuran laut terbesar di Perang Dunia Pertama. Kedahsyatan pertempuran ini bahkan dibuktikan dengan meledaknya kapal perang Inggris dan Jerman. 

Armada Laut Jerman berharap bisa melemahkan Angkatan Laut Kerajaan Inggris dengan meluncurkan serangan terhadap Armada Besar Inggris di Laut Utara. Laksamana Jerman, Reinhard Scheer, berencana untuk memancing pasukan Angkatan Darat Laksamana Sir David Beatty dan Armada Utama Laksamana Sir John Jellicoe.

Scheer berharap untuk menghancurkan pasukan Beatty sebelum Jellicoe tiba, tetapi Inggris sudah lebih dulu diperingatkan oleh tim pemecah kode mereka dan menempatkan kedua pasukan ke laut lebih awal. 

Jutlandia adalah pertempuran yang paling membingungkan, melibatkan sekitar 250 kapal dan 100.000 orang. Pertempuran awal yang terjadi antara pasukan Beatty dan Armada Laut Jerman mengakibatkan tenggelamnya beberapa kapal.

Jerman berhasil merusak kapal Beatty, HMS Lion, sekaligus menenggelamkan HMS Indefatigable dan HMS Queen Mary, yang keduanya meledak ketika peluru Jerman menembus gudang amunisi mereka. Beatty menarik diri sampai Jellicoe tiba dengan armada utama, diikuti oleh pasukan Jerman yang kembali ke wilayah mereka.

Meskipun gagal untuk mencapai kemenangan yang diharapkan oleh kedua belah pihak, pertempuran itu berhasil mengukuhkan dominasi angkatan laut Inggris dan mengamankan kendali jalur pelayaran, yang memungkinkan Inggris untuk menerapkan blokade yang akan berkontribusi pada kekalahan Jerman pada tahun 1918. 

Inggris kehilangan 14 kapal dan lebih dari 6.000 orang, tetapi siap untuk bertempur lagi pada hari berikutnya. Jerman yang kehilangan 11 kapal dan lebih dari 2.500 orang memang berhasil lolos dari kehancuran, tetapi tidak pernah berani lagi untuk menantang Inggris atas kendali Laut Utara.

4. Pertempuran Verdun (21 Februari-18 Desember 1916)

Epik, Ini 10 Pertempuran Penting yang Terjadi Selama Perang Dunia Inationalinterest.org

Pertempuran Verdun adalah pertempuran terpanjang sekaligus termahal selama Perang Dunia I berlangsung. Pertempuran ini dimulai pada bulan Februari 1916 dengan serangan Jerman di kota Verdun yang sudah dibentengi Prancis, di mana pertempuran sengit akan berlanjut selama hampir sepanjang tahun. 

Pertempuran yang dibuka dengan pemboman selama sepuluh jam memperlihatkan tingkat konsentrasi tembakan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Meskipun Prancis dipaksa mundur, tentara mereka tidak terpecah belah.

Di musim panas, Jerman terpaksa mengurangi kekuatan mereka di Verdun setelah Inggris dan Rusia melancarkan serangannya di tempat lain.

Lewat momentum ini, Prancis langsung bergerak untuk merebut kembali wilayah yang hilang di musim gugur, dan melalui manajemen pasukan yang cermat, logistik yang efisien dan ketahanan pasukan yang terus berjuang tanpa lelah, Prancis berhasil mendapatkan kemenangan tepat dua minggu sebelum tahun 1916 berakhir. 

Korban di pihak Jerman mencapai 430.000 orang, sedangkan Prancis sekitar 550.000 orang. Kehilangan ini tidak hanya berdampak pada psikologis tentara, pengambilan keputusan politik dan militer Prancis selama dan setelah perang, namun juga memiliki efek yang berkelanjutan pada kesadaran nasional Prancis.

Pertempuran Verdun juga memiliki implikasi strategis selama perang berlangsung. Sebelumnya, Sekutu telah memiliki rencana untuk mengalahkan Jerman melalui serangkaian serangan besar yang terkoordinasi.

Namun serangan Jerman di Verdun secara drastis mengurangi jumlah pasukan Prancis yang tersedia. Mau tidak mau, Inggris harus memimpin "dorongan besar" di Front Barat seorang diri.

5. Pertempuran Somme (1 Juli - 18 November 1916)

Epik, Ini 10 Pertempuran Penting yang Terjadi Selama Perang Dunia Ibbc.com

Pertempuran Somme adalah operasi gabungan antara pasukan Inggris dan Prancis yang dimaksudkan untuk mencapai kemenangan yang menentukan atas Jerman di Front Barat Eropa. Bagi mayoritas orang Inggris, pertempuran ini menjadi episode yang paling menyakitkan selama Perang Dunia I. 

Berdasarkan laporan BBC, pada bulan Desember 1915, para komandan Sekutu bertemu untuk membahas strategi pada tahun yang akan datang, dan setuju untuk meluncurkan serangan gabungan Prancis-Inggris di wilayah Sungai Somme pada musim panas 1916.

Tekanan Jerman yang intens terhadap Prancis di Verdun sepanjang tahun 1916 membuat pertempuran Somme menjadi satu-satunya peluang besar untuk mengalahkan Jerman, dan tentu saja Inggris akan menjadi peran utama dalam serangan ini. 

Mereka dihadapkan dengan pertahanan Jerman yang telah ditata dengan hati-hati selama berbulan-bulan. Meskipun dibom tujuh hari sebelum tanggal 1 Juli, Inggris tidak dapat menembus pertahanan seperti yang telah direncanakan oleh para pimpinan militer, dan segera menemui jalan buntu. 

Selama 141 hari berikutnya, Inggris hanya sanggup maju maksimal tujuh mil. Lebih dari satu juta orang dari semua pihak terbunuh, terluka atau ditangkap. Korban Inggris pada hari pertama berjumlah lebih dari 57.000 orang — di mana 19.240 orang terbunuh, menjadikannya hari paling berdarah dalam sejarah militer Inggris. 

Somme, seperti Verdun untuk Prancis, menjadi tempat simbolis dalam sejarah Inggris. Komandan Inggris mendapat pelajaran yang sulit namun berharga selama pertempuran Somme, yang akan berkontribusi pada kemenangan Sekutu pada tahun 1918.

Baca Juga: Ini 6 Fakta Mengerikan di Balik Perang Dunia II 

6. Serangan Brusilov (4 Juni - 20 September 1916)

Epik, Ini 10 Pertempuran Penting yang Terjadi Selama Perang Dunia Itumbral.com

Angkatan Darat Rusia menderita serangkaian kekalahan telak pada tahun pertama perang. Tetapi sejarah mencatat bahwa Rusia menjadi Sekutu pertama yang berhasil melancarkan salah satu operasi terobosan paling sukses di Perang Dunia I.

Dinamai dengan nama komandan Rusia, Aleksei Brusilov, yang memimpinnya, Serangan Brusilov menggunakan taktik yang terbukti berhasil di Front Barat. Brusilov menggunakan pemboman artileri pendek dan tajam yang disertai pasukan kejut untuk mengeksploitasi titik-titik lemah musuh, sehingga berhasil menambah unsur kejutan pada serangan itu. 

Serangan ini bertepatan dengan serangan Inggris di Somme, dan merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi tekanan, tidak hanya pada Prancis di Verdun, tetapi di Front Barat secara keseluruhan.

Serangan ini juga membuat pasukan Austro-Hungaria menjauh dari Front Italia, dan meningkatkan tekanan pada tentara Austro-Hungaria yang semakin panik dan terdemoralisasi. 

Akibat dari serangan ini, Jerman terpaksa mengarahkan pasukannya ke Front Timur untuk membantu sekutunya. Hal ini berkontribusi pada meningkatnya ketergantungan Austria-Hungaria pada Jerman, yang pada gilirannya akan menciptakan tekanan pada sumber daya Jerman.

Namun serangan ini menjadi serangan besar terakhir Rusia dalam perang, dan berakibat pada melemahnya militer dan politik Rusia dan Austria-Hungaria. Perang Dunia I memicu kerusuhan politik dan sosial yang akan mengarah ke Revolusi Oktober dan akhirnya menghancurkan Angkatan Darat Rusia.

7. Pertempuran Ypres Ketiga (31 Juli-10 November 1917)

Epik, Ini 10 Pertempuran Penting yang Terjadi Selama Perang Dunia Iwikipedia.org

Pertempuran Ypres Ketiga adalah kampanye yang melambangkan kengerian perang di Front Barat. Pertempuran Ypres lebih dikenal dengan nama desa tempat pertarungan ini memuncak—Passchendaele. 

Daerah di sekitar kota Ypres, Belgia, adalah medan pertempuran utama sepanjang Perang Dunia I. Pada tahun 1917, pasukan Inggris bertahan di sebuah wilayah yang dikelilingi oleh tempat yang lebih tinggi, dan Sir Douglas Haig berencana untuk keluar dari posisi ini.

Haig berniat untuk merusak seluruh formasi Jerman di Flanders dengan mengambil persimpangan rel kereta yang vital beberapa mil ke arah timur. Jika rencana ini berhasil, ia akan mengancam pangkalan kapal selam Jerman di Bruges, karena saat itu kampanye U-boat Jerman sedang mendesak Inggris menuju kekalahan. 

Operasi pendahuluan untuk merebut Messines Ridge adalah keberhasilan yang dramatis, tetapi Jerman telah memperkuat posisi mereka pada saat pertempuran utama berlangsung pada 31 Juli.

Serangan awal gagal karena rencana yang terlalu ambisius dan hujan di luar musimnya. Drainase medan perang di dataran rendah telah dihancurkan oleh pengeboman, menciptakan kondisi berlumpur yang membuat pergerakan menjadi sulit. 

Namun kondisi yang lebih kering di bulan September memungkinkan pasukan Inggris untuk membuat kemajuan selama fase ofensif ini. Hal ini membuat pasukan Jerman kehilangan semangat, karena tidak dapat mengatasi taktik "gigit dan tahan" Inggris. Lewat taktik ini, Inggris mengambil wilayah Jerman secara bertahap dan menahannya dengan serangan balasan. 

Momentum ini mendorong Haig untuk melanjutkan fase ofensif pada bulan Oktober, tetapi hujan turun dan membuat kondisinya kembali memburuk. Meskipun pasukan Kanada berhasil merebut Passchendaele pada tanggal 10 November, jalur kereta api yang vital masih berjarak lima mil jauhnya.

Serangan itu pun dibatalkan, sehingga banyak tentara yang kehilangan moral dan kepercayaan terhadap Haig. Kedua belah pihak telah menderita banyak korban, dan Pasukan Ekspedisi Inggris (BEF) tidak memperoleh keuntungan strategis sama sekali.

8. Serangan Ludendorff (21 Maret - 18 Juli 1918)

Epik, Ini 10 Pertempuran Penting yang Terjadi Selama Perang Dunia Ibattalion.com

Serangan Ludendorff atau yang lebih dikenal sebagai Serangan Musim Semi Jerman adalah pertaruhan Jerman untuk menjaga keseimbangan di Front Barat. Operasi "Michael" atau serangan pertama dimulai pada 21 Maret 1918.

Pasukan Inggris dan Sekutu bertemu dengan pasukan artileri, gas, asap, dan infanteri milik Jerman. Tentara Jerman mencapai keuntungan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan berhasil maju dalam ukuran mil, bukan lagi meter. 

Jerman memusatkan semua sumber dayanya di Front Barat setelah Rusia mengundurkan diri dari perang. Pasukan Sekutu yang letih karena menghadapi Jerman selama tiga tahun — dan sebagian besar terus melakukan serangan, belum sepenuhnya mengatur pertahanan berlapis dan mulai kekurangan tenaga kerja. 

Menghadapi serangan itu, garis pertahanan Sekutu berhasil "dibengkokkan" walau masih sanggup bertahan. Situasi ini terus berlanjut, sampai pada tanggal 11 April, Marsekal Lapangan Sir Douglas Haig mengeluarkan perintah khusus "Punggung ke Tembok" untuk menghindari pertempuran yang sia-sia dan tetap mencoba maju sembari bertahan. 

Serangan Jerman adalah keberhasilan taktis, namun di sisi lain menjadi sebuah kegagalan strategis. Kemajuan yang didapat tidak memiliki tujuan yang menentukan selain untuk membuat lubang di garis Sekutu dan hanya menargetkan Inggris.

Keuntungan terbesar dimiliki oleh Sekutu yang "bersedia" memberikan wilayahnya. Korban di pihak Jerman sangat tinggi, terutama di dalam unit-unit terbaik mereka.

Sekutu menunjuk Marsekal Ferdinand Foch sebagai Generalissimo untuk mengoordinasikan pertahanan yang lebih baik. Gelombang serangan pun mulai berbalik, dan pada awal musim panas serangan Jerman ikut terhenti.

9. Pertempuran Amiens (8-11 Agustus 1918)

Epik, Ini 10 Pertempuran Penting yang Terjadi Selama Perang Dunia Ireddit.com

Pertempuran Amiens menandai dimulainya Kampanye 100 Hari atau periode empat bulan kesuksesan Sekutu. Setelah selamat dari Serangan Musim Semi Jerman, pasukan Sekutu meluncurkan serangan balasan sejak musim panas 1918, dan terus menyerang maju setelahnya. 

Melalui pengalaman pahit di awal perang, Sekutu telah mengembangkan metode operasional canggih dan lebih baik dengan menggunakan kekuatan material yang mereka miliki.

British Expeditionary Force (BEF) berada di garis depan, menggabungkan metode artileri ilmiah dan senjata infanteri fleksibel dengan menggunakan tank dan pesawat terbang. Metode gabungan senjata ini adalah sebuah cetak biru untuk perang-perang yang akan terjadi di masa mendatang. 

Serangan balik pertama oleh Sekutu dimulai pada bulan Juli, sedangkan Pertempuran Amiens dibuka pada 8 Agustus. Persiapan rahasia menjadi sebuah elemen kejutan, dan BEF memperoleh keuntungan sejauh tujuh mil pada hari itu. Jenderal Jerman, Erich Ludendorff, menggambarkannya sebagai "hari hitam" bagi Angkatan Darat Jerman.

Tidak seperti serangan-serangan sebelumnya, Sekutu sekarang tahu kapan harus berhenti. Setelah empat hari bertempur di Amiens, pertempuran dihentikan karena efeknya mulai berkurang, dan mereka meluncurkan serangan baru di tempat lain.

Mereka mengatur pola tersebut, dan serangkaian serangan yang terkoordinasi membuat pasukan Jerman semakin kelelahan. 

Serangan fleksibel Sekutu tidak hanya memanfaatkan elemen kejutan dan mobilitas yang tinggi, tetapi juga pendekatan metodis untuk menghancurkan pertahanan Jerman. Korban masih signifikan, tetapi keuntungannya sangat menentukan.

Pada bulan November, Tentara Jerman tidak dapat berperang lagi. Mereka telah didorong kembali ke medan perang awal pada tahun 1914, dan hanya bergerak dalam satu arah. Kampanye Seratus Hari adalah prestasi mengesankan yang akan memberikan kemenangan kepada Sekutu.

10. Pertempuran Megiddo (19-25 September 1918)

Epik, Ini 10 Pertempuran Penting yang Terjadi Selama Perang Dunia Iwikipedia.org

Pertempuran Megiddo menandai dimulainya serangan terakhir yang dipimpin Inggris di Kampanye Sinai dan Palestina. Pertempuran ini menggabungkan kavaleri, infanteri, artileri, kendaraan lapis baja dan pesawat terbang untuk mencapai kemenangan yang menentukan atas Turki Ottoman dan Jerman.

Pertempuran ini adalah awal dari serangkaian kemenangan Sekutu yang penting, yang pada akhirnya menyebabkan runtuhnya pasukan Turki Ottoman dan memukul mereka keluar dari perang. 

Pada 19 September, Pasukan Ekspedisi Mesir (EEF), di bawah kepemimpinan Letnan Jenderal Inggris, Sir Edmund Allenby, melancarkan serangan terhadap pasukan Ottoman di Palestina utara dan Lembah Yordan.

Rencana Allenby adalah untuk mengepung pasukan Ottoman yang berkumpul kembali di daerah sekitar Megiddo dan memotong rute pelarian mereka. Kampanye penipuan Sekutu yang sukses telah meyakinkan pasukan Ottoman bahwa serangan Sekutu akan datang dari timur, meninggalkan pertahanan Ottoman di pesisir Palestina yang rentan dan akhirnya kalah jumlah. 

Serangan dibuka dengan serangan artileri yang intens tetapi singkat. Pasukan Inggris dan Negara Persemakmurannya dengan cepat menerobos garis Ottoman yang babak belur, dengan kemajuan lebih dari 30 km pada hari pertama.

Desert Mounted Corps kemudian dengan cepat mendorong celah di pertahanan Ottoman untuk mengelilingi pasukan mereka. Tentara Kedelapan dan Ketujuh Ottoman hancur di bawah tekanan serangan Sekutu, dan puluhan ribu dari mereka langsung menyerah. 

Kemenangan di Megiddo membuka jalan ke Damaskus, dan pada 1 Oktober pasukan Australia mulai masuk ke dalam kota. Dalam minggu-minggu berikutnya, Sekutu berhasil merebut kota-kota penting lainnya.

Pada 30 Oktober, Kekaisaran Ottoman mencari penyelesaian damai dengan Sekutu. Gencatan senjata ditandatangani di Mudros, dan serangan dihentikan tepat jam 12 siang pada hari itu. Tidak lama sebelum perjanjian ini, pasukan Ottoman dikalahkan oleh Inggris dan sekutunya di daerah Mesopotamia.

Nah, itu tadi 10 pertempuran penting yang terjadi selama Perang Dunia I. Selain epik, pertempuran-pertempuran di atas juga memiliki dampak yang signifikan terhadap jalannya Perang Dunia I. Beberapa di antaranya menjadi titik balik dan mengakhiri perang pada tahun 1918.

Baca Juga: 5 Penyebab Mengapa Nazi Kalah Pada Perang Dunia II

Shandy Pradana Photo Community Writer Shandy Pradana

"Verba volant, scripta manent." Rock n' Roll enthusiast. Cinephile.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Just For You