Di balik statusnya sebagai salah satu satwa paling dilindungi di dunia, trenggiling justru menanggung nasib tragis sebagai target utama sindikat kejahatan satwa liar global. Ribuan ton sisik trenggiling disita di berbagai pelabuhan dan perbatasan setiap tahunnya, menandakan skala perburuan liar yang berada pada tingkat amat kritis. Fenomena ini memicu ancaman kepunahan nyata bagi seluruh spesies trenggiling yang tersebar di wilayah Asia hingga Afrika.
Masifnya perburuan ini utamanya dipicu oleh kombinasi antara tingginya nilai ekonomi di pasar gelap dan mitos khasiat medis yang terlanjur mengakar kuat. Dalam beberapa pengobatan tradisional Asia, sisik hewan ini dipercaya dapat memperlancar asi, meredakan nyeri sendi, hingga mengobati penyakit fatal. Tragisnya, tingginya permintaan dan harga fantastis yang ditawarkan pasar gelap membuat perburuan tak kunjung surut, terlepas dari fakta ilmiah yang menegaskan bahwa sisik trenggiling tidak memiliki medis ajaib selain zat keratin biasa. Yuk, simak alasan utama kenapa sisik hewan ini selalu jadi incaran pemburu?
