Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Spesies Monyet yang Berhabitat di Brasil, Ada Bertubuh Mini!

4 Spesies Monyet yang Berhabitat di Brasil, Ada Bertubuh Mini!
Andean saddle back tamarin (commons.wikimedia.org/Lowjumpingfrog)

Brasil merupakan sebuah negara beriklim tropis yang terletak di Benua Amerika bagian Selatan. Selain itu, wilayahnya yang didominasi oleh hutan belantara, menjadi rumah dari berbagai spesies hewan, tak terkecuali monyet. Beberapa spesies bahkan memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi.

Bahkan, ada yang berstatus hewan langka yang sangat dilindungi keberadaannya. Lantas, spesies monyet memukau apa saja yang dapat kamu temukan di wilayah Brasil? Berikut ini daftarnya!

1. Amazon black howler

Amazon black howler (commons.wikimedia.org/Sidney Dantas)
Amazon black howler (commons.wikimedia.org/Sidney Dantas)

Amazon black howler menjadi salah satu spesies monyet berukuran besar yang hidup di Brasil. Dilansir dari laman Bioexplorer, tinggi badan mereka bekisar antara 52–92 sentimeter. Monyet ini juga memiliki ukuran ekor yang besar dan panjang.

Ekornya sering digunakan untuk bergelantung pada dahan pohon. Daya tarik utama dari amazon black howler terletak pada suaranya yang sangat keras. Bahkan, jika primata ini berteriak, suaranya bisa terdengar hingga jarak 3,2 kilometer. Di habitat aslinya, amazon black howler mampu bertahan hidup lebih dari 20 tahun.

2. Andean saddle back tamarin

Andean saddle back tamarin (commons.wikimedia.org/Lowjumpingfrog)
Andean saddle back tamarin (commons.wikimedia.org/Lowjumpingfrog)

Andean saddle back tamarin pertama kali diidentifikasi oleh peneliti pada 1866. Populasi mereka tidak hanya tersebar di Brasil tapi juga dapat ditemukan di Peru, Bolivia, dan Kolombia. Tubuh andean saddle back tamarin ditutupi oleh dua perpaduan warna yaitu hitam dan coklat kemerahan.

Sedangkan di sekitar moncongnya terdapat bulu berwarna putih. Monyet ini juga bersifat teritorial yang akan mempertahankan wilayah kekuasaannya dari monyet lain. Bahkan, mereka akan saling berkelahi hingga menimbulkan cidera yang serius.

3. Araca uakari

Araca uakari (inaturalist.nz)
Araca uakari (inaturalist.nz)

Araca uakari dikenal akan penampilannya yang terlihat menyeramkan. Hal ini dikarenakan wajahnya yang berwarna merah terang dan tidak ditumbuhi bulu. Mereka termasuk hewan omnivora yang mengonsumsi berbagai jenis buah-buahan, daun, nektar, dan serangga berukuran kecil.

Sesuai namanya, populasi araca uakari banyak tersebar di sekitar aliran Sungai Araca. Mereka merupakan spesies monyet langka yang sangat sulit ditemukan keberadaannya di alam liar. Araca uakari lebih memilih tinggal di wilayah terpencil yang jauh dari pemukiman manusia.

4. Mato grosso titi

Mato grosso titi (commons.wikimedia.org/Hector Bottai)
Mato grosso titi (commons.wikimedia.org/Hector Bottai)

Mato grosso titi masuk dalam daftar 25 spesies monyet yang terancam punah. Dilansir laman Rewild, populasi mereka dapat ditemukan di wilayah Hutan Amazon di Brasil. Mato grosso titi memiliki ukuran tubuh yang tergolong mini dengan berat maksimal 900 gram.

Primata ini menerapkan sistem perkawinan monogami, di mana mereka hanya bertahan dengan satu pasangan untuk berkembang biak. Ancaman terbesar mato grosso titi ialah penggundulan hutan yang akhir-akhir ini sering terjadi. Ini mengakibatkan mato grosso titi kehilangan habitatnya.

Selain keempat monyet di atas, wilayah Brasil masih menyimpan beberapa spesies monyet unik lainnya. Namun kabar buruknya, sebagian besar dari populasi mereka semakin berkurang dari tahun ke tahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa
Follow Us

Related Articles

See More

Skinwalker, Penyihir Jahat yang Bisa Berubah Bentuk Menjadi Hewan

08 Mei 2026, 21:00 WIBScience
Apa Fungsi Tanduk Jerapah?

Apa Fungsi Tanduk Jerapah?

08 Mei 2026, 18:05 WIBScience