6 Fakta Spotted Towhee, Jantan Nyanyi Pagi Hari untuk Goda Betina

Spotted towhee merupakan sepsies burung Dunia Baru. Hingga tahun 1955, mereka pernah dianggap sebagai spesies yang sama dengan Eastern towhee. Untuk membantumu mengenalinya, ingatlah bahwa spotted towhee memiliki ekor berbentuk kipas yang panjang, ujungnya berwarna putih. Matanya merah dan kakinya pink pucat.
Jantan memiliki kepala yang lebih gelap, sedangkan betina cenderung berwarna cokelat gelap atau abu-abu. Panjang tubuhnya mencapai 17--21 sentimeter, beratnya 33--49 gram dan panjang kepakan sayap sekitar 28 sentimeter. Oh iya, mereka berada dalam famili Passerellidae dan nama ilmiahnya adalah Pipilo maculatus. Berikut fakta menarik tentangnya.
1. Wilayah penyebaran spotted towhee

Tempat perkembangbiakan spotted towhee berada di sepanjang bagian barat laut Amerika Utara. Beberapa dari mereka bermigrasi ke arah timur menuju dataran tengah Amerika Serikat, sebagian besar menuju bagian barat-laut tengah Great Plains. Di wilayah lain, beberapa populasi juga berpindah ke dataran rendah saat musim dingin.
Animalia menginformasikan bahwa habitat yang dihuni oleh spotted towhee adalah hutan dataran tinggi kering, kaparal, semak belukar, taman dan bahkan kebun pinggiran kota. Sementara di bagian barat daya wilayah jelajahnya, spotted towhee sangat bergantung pada semak belukar di pesisir untuk bersembunyi dari pemangsa.
2. Si pemalu yang penyendiri

Burung ini sangat pemalu dan lebih suka hidup menyendiri. Mereka lebih aktif saat siang hari dan menghabiskan sebagain besar waktunya untuk mencari makan. Spotted towhee mencari makan di tanah atau tanaman rendah, mereka sering mengobrak-abrik dedaunan kering dengan harapan bisa menemukan serangga. Saa merasa terganggu, mereka akan bersembunyi dalam dedaunan dan menunggu beberapa saat hingga merasa aman sebelum kembali mencari makan.
3. Jantan menghabiskan waktunya bernyanyi untuk memikat betina

Berdasarkan informasi dari All About Birds, sesaat setelah dimulainya musim kawin, jantan akan mendedikasikan dirinya untuk bernyanyi dengan harapan ada betina yang terpikat. Spotted towhee jantan tercatat menghabiskan 70--90 persen pagi harinya untuk bernyanyi. Setelah mendapatkan pasangan, perhatiannya teralih kan dan hanya menghabiskan 5 persen waktunya untuk bernyanyi.
4. Spotted towhee dan towhee timur pernah dianggap sebagai spesies yang sama

Sumber yang sama menjelaskan bahwa spotted towhee dan towhee timur sangat mirip sehingga dianggap sebagai spesies yang sama yaitu Rufous-sided towhee. Keduanya masih hidup bersama di Great Plains dan bahkan terjadi kawin silang. Itu adalah pola evolusi yang umum terjadi pada burung di Amerika Utara.
Kondisi tersebut adalah peninggalan saat lapisan es besar membelah benua menjadi dua bagian. Itu mengisolasi burung menjadi populasi timur dan barat yang akhirnya menjadi spesies baru.
5. Lebih memilih berlari saat terganggu

Saat kamu mengganggu sarang betina, kamu tidak akan melihatnya terbang. Anehnya, mereka lebih memilih untuk berlari, lho. Selain itu, saat terjadi konflik di antara spotted towhee, seekor burung biasanya mengambil sepotong ranting atau dedaunan dan membawanya kemana-mana. Itu dianggap sebagai bentuk penyerahan dirinya. Cara membangun hierarki yang cukup unik!
6. Sistem perkawinan spotted towhee

Sistem perkawinan spotted towhee adalah monogami, mereka membentuk hubungan yang berlangsung lama. Musim kawinnya terjadi di musim semi dan musim panas. Mereka sangat teritorial terhadap sarangnya, biasanya dibangun di tanah atau semak rendah yang tingginya jarang lebih dari 1,5 meter. Betina membangun sarang selama lima hari, terbuat dari ranting, rerumputan dan beberapa rambut.
Betina menghasilkan 3 hingga 5 telur setiap musimnya. Itu akan dierami oleh betina selama 12--14 hari. Anak-anaknya baru akan meninggalkan sarang saat berusia 10--12 hari tapi tetap bergantung pada induknya selama 30 hari lagi.
Spotted towhee ternyata pemalu dan penyendiri, ya. Mereka pernah dianggap sebagai spesies yang sama dengan eastern towhee. Saat ini, mereka diklasifikasikan sebagai Least Concern oleh IUCN dengan total pasangan kawin diperkirakan menjadi 40,000,000 burung, populasinya cenderung stabil.



















