Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tikus yang Bisa Menyebarkan Hantavirus, Ada di Indonesia!

5 Tikus yang Bisa Menyebarkan Hantavirus, Ada di Indonesia!
tikus got (commons.wikimedia.org/Zeynel Cebeci)
Intinya Sih
  • Hantavirus kembali jadi ancaman global pada Mei 2026 setelah ditemukan di kapal pesiar, memicu langkah pencegahan agar tidak berkembang menjadi pandemi.
  • Lima jenis tikus diketahui bisa menyebarkan hantavirus, termasuk tikus got dan tikus rumah yang hidup dekat manusia serta membawa seoul virus penyebab gangguan ginjal.
  • Tikus lain seperti tikus padi kecil ekor panjang, tikus sawah rawa, dan tikus kaki putih juga menularkan varian hantavirus berbahaya yang dapat menyebabkan infeksi paru-paru hingga kematian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pada Mei 2026, hantavirus menjadi momok yang mengerikan bagi kesehatan global. Setelah ditemukan menyerang satu kapal pesiar, berbagai upaya pencegahan terus dilakukan agar virus tersebut tak menyebar dan tidak menyebabkan pandemi. Hantavirus sendiri tak menyebar lewat udara, tapi bisa ditularkan oleh hewan, salah satunya tikus.

Lebih lanjut, beberapa tikus yang bisa menyebarkan hantavirus adalah tikus got, tikus kaki putih, dan tikus rumah. Mereka bisa ditemukan di banyak tempat, mulai dari hutan, selokan, semak-semak, sampai area pemukiman. Bagaimana ciri fisik mereka dan apa yang harus dilakukan jika bertemu semua tikus tersebut? Cari jawabannya di bawah ini, yuk!

1. Tikus got bisa menyebabkan gangguan ginjal

tikus got
tikus got (commons.wikimedia.org/Peulle)

Seperti namanya, tikus got (Rattus norvegicus) kerap berkeliaran di got atau selokan. Ukurannya juga terhitung besar dengan bobot maksimal 500 gram dan panjang mencapai 39 centimeter. Habitat tikus got juga beragam, mulai dari hutan, kebun, selokan, bahkan populasinya di perkotaan sangat melimpah. Penyebarannya juga luas, bahkan ia bisa ditemukan di seluruh benua kecuali Antartika.

Tikus got sendiri mampu menyebarkan jenis hantavirus yang bernama seoul virus. Jika masuk ke tubuh manusia, seoul virus bisa menyebabkan komplikasi seperti gangguan ginjal dan gejala yang serupa dengan demam berdarah. Selain menyebarkan hantavirus, laman Animal Diversity Web juga menjelaskan bahwa hewan ini bisa menularkan parasit hingga menyebabkan infeksi jika menggigit.

2. Tikus rumah mampu menyebarkan seoul virus

tikus rumah
tikus rumah (commons.wikimedia.org/Bernard DUPONT)

Laman resmi Kemenkes BKPK menjelaskan bahwa tikus rumah (Rattus rattus) sama dengan tikus got, yaitu bisa menyebarkan seoul virus. Risiko penyebarannya juga sangat tinggi karena tikus rumah hidup di satu area yang sama dengan manusia, yaitu pemukiman. Tak hanya di pedesaan atau daerah terpencil, bahkan tikus rumah juga kerap ditemukan di kota besar seperti Jakarta dan Bandung.

Tikus rumah sebenarnya berasal dari wilayah Asia, khususnya Asia Tenggara. Namun, sekarang penyebarannya sudah menyebar hingga ke Afrika, Eropa, dan Amerika. Hewan dengan bobot maksimal 340 gram ini juga memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik dan reproduksinya cepat. Karena itu, ia sulit dibasmi, ditangkap, dan populasinya tak terkendali.

3. Tikus padi kecil ekor panjang berasal dari Argentina

tikus padi kecil ekor panjang
tikus padi kecil ekor panjang (inaturalist.org/Francia Álvarez-Navarro)

Hewan dengan nama ilmiah Oligoryzomys longicaudatus ini merupakan spesies asli Amerika Selatan, tepatnya dari Argentina dan Chile. Ia merupakan spesies berukuran kecil dengan panjang maksimal 22 centimeter dan bobot 24 gram. Badannya membulat, bulunya cokelat, dan tikus ini ahli melompat. Di alam liar, tikus padi kecil ekor panjang kerap memakan nektar, pollen, hingga serangga.

Informasi dari laman resmi BRIN menjelaskan bahwa spesies ini mampu menyebarkan jenis hantavirus bernama andes virus. Tak kalah berbahaya dari seoul virus, andes virus bisa menyebabkan infeksi paru-paru berat bernama Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Jika tak ditangani, infeksi tersebut bisa mengakibatkan gagal nafas yang berakhir dengan kematian.

4. Tikus sawah rawa menyebarkan virus lewat cairan

tikus sawah rawa
tikus sawah rawa (inaturalist.org/Raven Dandridge)

Dikutip Texas Digital Library, tikus sawah rawa (Oryzomys palustris) merupakan inang utama dari hantavirus genotype Bayou (BAYV yang ditemukan pada 1994). Umumnya, virus tersebut dapat ditemukan di individu jantan yang sudah tua. Penyebaran virus tersebut pada manusia bisa terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh tikus seperti urin dan air liur.

Menariknya, tikus sawah rawa merupakan hewan semi akuatik yang sering beraktivitas di area lembap. Ia tak hanya lincah dan gesit, tapi memiliki kemampuan berenang yang sangat baik. Untungnya, spesies ini tak menghuni Indonesia dan hanya bisa ditemukan di wilayah Amerika Serikat. Di wilayah penyebaran alaminya, tikus sawah rawa juga menjadi hama dan tak memiliki manfaat langsung bagi manusia.

5. Tikus kaki putih menyebarkan hantavirus dan penyakit lain

tikus kaki putih
tikus kaki putih (inaturalist.org/decaturjosh)

Spesies dengan panjang maksimal 19 centimeter ini memiliki hubungan yang cukup unik dengan manusia. Dilansir iNaturalist, Peromyscus leucopus atau tikus kaki putih kerap dipelihara dan dijadikan objek percobaan oleh para ahli. Di sisi lain, hewan asli Amerika ini merupakan pembawa hantavirius yang sangat berbahaya. Selain hantavirus, bahkan tikus kaki putih juga bisa menyebarkan penyakit berbahaya lain seperti penyakit lyme. Bakteri berbahaya dengan nama ilmiah Borrelia burgdorferi juga bisa ditemukan di dalam tubuh tikus ini.

Ada banyak tikus yang bisa menyebarkan hantavirus yang tersebar di seluruh dunia. Kehadiran mereka juga menjadi ancaman bagi kesehatan manusia secara global. Karena itu, populasinya harus dikendalikan agar penyebaran hantavirus bisa ditekan. Jika menemukan salah satu tikus tersebut, kamu tak boleh sembarangan menyentuhnya jika tak ingin tertular hantavirus.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira

Related Articles

See More