Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Panel Surya Tidak Bekerja Maksimal saat Gelombang Panas?
ilustrasi panel surya (pixabay.com/Tamim Ahmed)
  • Panel surya menghasilkan listrik dari cahaya, bukan panas; suhu tinggi justru menurunkan efisiensinya karena pergerakan elektron menjadi terlalu cepat.

  • Suhu ideal panel surya sekitar 25 derajat Celcius, dan setiap kenaikan 1 derajat Celcius di atasnya bisa menurunkan efisiensi hingga 0,5 persen, terutama saat gelombang panas mencapai lebih dari 65 derajat Celcius.

  • Efisiensi dapat dijaga dengan memberi jarak antara atap dan panel untuk sirkulasi udara, memilih bahan reflektif berwarna terang, serta menempatkan inverter di area teduh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mengatakan bahwa tahun 2025 adalah salah satu tahun terpanas yang pernah tercatat dalam sejarah. Namun, gelombang panas 2026 di Eropa merenggut lebih dari 10 ribu korban jiwa, sebagaimana yang dikutip Reuters. Itu berarti, gelombang panas terjadi setiap tahunnya dan terus memecahkan rekor.

Kamu pun berpikir kalau gelombang panas merupakan hal yang tepat untuk menggunakan tenaga surya atau panel surya. Yap, agar bisa terus menggunakan pendingin ruangan seperti AC dengan sistem bertenaga surya. Nah, pertanyaannya, benarkah panel surya mampu bekerja maksimal saat terjadinya gelombang panas? Penasaran, kan? Mari kita cari tahu!

1. Bagaimana panel surya bekerja untuk menghasilkan listrik?

ilustrasi pemasangan panel surya (pixabay.com/lumagreens solutions)

Jadi gini, meskipun panel surya bekerja maksimal di bawah sinar matahari langsung, tapi ironisnya, panel surya tidak berfungsi dengan baik pada suhu tinggi, lho. Yap, atau saat matahari berada pada puncaknya. Sebab, panel surya menyerap cahaya, bukan panas matahari.

Pada dasarnya, matahari (dan sampai batas tertentu sumber cahaya buatan) menghasilkan partikel yang dikenal sebagai foton. Jadi, ketika partikel itu mencapai panel surya, partikel tersebut menciptakan medan listrik yang membuat elektron mulai bergerak. Hal ini menciptakan arus yang akhirnya menghasilkan listrik yang kita andalkan.

Namun, semakin panas suatu material, semakin banyak pula molekulnya yang bergerak, termasuk elektron. Di atas suhu tertentu, elektron bergerak terlalu banyak, sehingga lebih sulit untuk bergerak melalui panel surya ke tempat yang dibutuhkan. Hal ini bisa mengurangi tegangan (tekanan aliran listrik), dan pada gilirannya, mengurangi efisiensi panel surya.

2. Berapa suhu ideal agar panel surya bekerja dengan baik?

ilustrasi panel surya (pixabay.com/Tom)

Dikutip EnergySage, panel surya umumnya bekerja maksimal pada suhu 25 derajat Celcius (77 derajat Fahrenheit). Jadi, setiap derajat Celcius di atas itu mengurangi efisiensi panel surya sebesar 0,5 persen. Gelombang panas sendiri bisa memanaskan panel surya hingga 65 derajat Celcius atau lebih. Ini pun bisa mengurangi efisiensi panel surya hingga 25 persen. Meskipun panas atau sinar matahari langsung bisa memengaruhi kinerja panel surya, tapi kurangnya solusi pendinginan bisa membuat suhu panel surya melonjak lebih tinggi lagi.

3. Jaga agar panel surya tetap dingin

ilustrasi panel surya (pixabay.com/PublicDomainPictures)

Kamu mungkin bertanya-tanya kenapa efisiensi panel surya dibatasi hingga 25 derajat Celcius saja? Itu karena sistem ini diuji di sekitar suhu tersebut. Meskipun begitu, kamu bisa menyesuaikan instalasi panel surya agar tidak terlalu panas.

Sebab, jika panas naik, panel surya harus mengatasi suhu luar ruangan dan juga panas yang keluar dari atap rumah. Namun, seperti yang dijelaskan Tongwei, kamu bisa mendinginkan panel surya dengan memberikan sirkulasi udara yang cukup. Kasih jarak beberapa cm (minimal 15 cm) antara atap dan panel surya agar ada sirkulasi udara. Hal ini dilakukan supaya panas menghilang sekaligus menyediakan solusi pendinginan aliran udara konvektif pasif. Di sisi lain, panel surya dengan warna gelap yang digadang-gadang menyerap cahaya, rupanya gak sebagus itu. Yap, sel surya yang terbuat dari bahan reflektif berwarna terang bisa lebih dingin dan bisa mempertahankan efisiensi lebih mudah selama gelombang panas.

Bahkan jika kamu tidak bisa menjaga panel surya untuk tetap dingin, kamu bisa mengurangi beberapa penurunan efisiensi dengan mendinginkan inverter (komponen yang mengubah arus listrik menjadi listrik yang dapat digunakan). Memasang inverter di area yang teduh misalnya, di belakang panel surya—bisa memberikan perlindungan dari panas dan menjaga suhu tetap optimal. Tapi, jika panel surya dipasang di area yang terlalu teduh, hal itu justru akan menghilangkan tujuan utamanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article