Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengapa Plastik Bisa Bertahan Ratusan Tahun?
ilustrasi kantong plastik (pexels.com/Anna Shvets)
  • Plastik memiliki struktur kimia polimer dengan ikatan kovalen kuat yang membuatnya sulit diuraikan oleh mikroorganisme dan tahan terhadap panas serta sinar UV.
  • Proses penguraian plastik di alam sangat lambat; bahkan setelah terpapar sinar matahari, plastik hanya terfragmentasi menjadi mikroplastik yang mencemari lingkungan.
  • Setiap jenis plastik memiliki waktu penguraian berbeda, bisa mencapai ratusan tahun, karena memang dirancang agar tahan lama untuk penggunaan sehari-hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Plastik telah menjadi bagian dari kehidupan modern—mulai dari kemasan makanan, botol minuman, hingga peralatan rumah tangga. Bahan ini sangat praktis karena ringan, murah, dan tahan lama. Namun, di balik keunggulannya tersebut, plastik juga menyimpan masalah besar bagi lingkungan.

Salah satu persoalan utama adalah kemampuan plastik untuk bertahan sangat lama di alam. Tidak seperti bahan organik yang bisa membusuk dalam hitungan minggu atau bulan, plastik dapat bertahan ratusan bahkan ribuan tahun sebelum benar-benar terurai. Lalu, apa sebenarnya yang membuat plastik begitu sulit terurai?

1. Struktur kimia plastik yang sangat kuat

Plastik dibuat dari polimer sintetis, yaitu rantai molekul panjang yang tersusun dari unit kecil yang disebut monomer. Molekul-molekul ini terikat oleh ikatan kovalen yang sangat kuat, terutama ikatan karbon-karbon dan karbon-hidrogen. Ikatan tersebut jauh lebih stabil dibandingkan ikatan kimia yang terdapat pada bahan alami, seperti kayu, daun, atau sisa makanan. Akibatnya, mikroorganisme seperti bakteri dan jamur yang biasanya menguraikan bahan organik tidak mampu dengan mudah memecah struktur plastik.

Selain itu, dalam proses pembuatannya plastik sering diberi berbagai zat tambahan seperti stabilizer, plasticizer, dan pelindung sinar UV. Bahan-bahan ini membuat plastik semakin tahan terhadap panas, oksidasi, dan paparan cahaya matahari.

2. Sulit diuraikan oleh mikroorganisme

Bahan alami pada umumnya akan terurai karena mikroorganisme memiliki enzim yang mampu memecah struktur molekulnya. Namun, sebagian besar mikroba di alam tidak memiliki enzim yang dapat memecah rantai polimer plastik.

Akibatnya, plastik yang dibuang ke lingkungan cenderung tetap utuh selama sangat lama. Bahkan, ketika plastik mulai pecah menjadi bagian yang lebih kecil, potongan tersebut tidak benar-benar terurai. Sebaliknya, mereka berubah menjadi mikroplastik, yaitu partikel plastik berukuran sangat kecil yang dapat mencemari tanah, air, dan bahkan masuk ke rantai makanan.

3. Proses penguraian oleh sinar matahari sangat lambat

ilustrasi plastik (freepik.com/freepik)

Paparan sinar matahari dapat menyebabkan plastik mengalami proses yang disebut fotodegradasi. Dalam proses ini, sinar ultraviolet (UV) perlahan-lahan memecah plastik menjadi potongan yang lebih kecil.

Namun, proses ini berlangsung sangat lambat dan tidak benar-benar menghancurkan plastik menjadi zat yang aman, seperti air dan karbon dioksida. Plastik hanya terfragmentasi menjadi bagian yang lebih kecil.

Selain itu, banyak plastik yang berakhir di tempat pembuangan sampah (TPA) atau terkubur di dalam tanah. Di lingkungan seperti ini, paparan sinar matahari hampir tidak ada, sehingga proses fotodegradasi menjadi jauh lebih lambat.

4. Waktu penguraian berbeda untuk setiap jenis plastik

Setiap jenis plastik memiliki waktu penguraian yang berbeda tergantung pada komposisi bahan, ketebalan, dan kondisi lingkungannya. Berikut perkiraan waktu penguraian beberapa produk plastik umum:

  • Kantong plastik tipis: sekitar 10–100 tahun

  • Botol plastik (PET): sekitar 450–1000 tahun

  • Sedotan dan sendok plastik: sekitar 100–500 tahun

  • Sikat gigi plastik: lebih dari 500 tahun

  • Gelas styrofoam: sekitar 50–500 tahun

  • Popok sekali pakai: sekitar 250–500 tahun

Perlu diingat bahwa angka tersebut biasanya menggambarkan proses fragmentasi, bukan penguraian total. Artinya, plastik hanya pecah menjadi bagian kecil, bukan benar-benar hilang dari lingkungan.

5. Plastik memang dirancang agar tahan lama

Salah satu alasan utama plastik bertahan sangat lama adalah karena memang dirancang untuk tahan lama. Produsen menambahkan berbagai bahan, seperti antioksidan dan penyerap sinar UV agar plastik tidak mudah rusak selama digunakan.

Sifat ini sangat menguntungkan ketika plastik dipakai untuk kemasan, botol minuman, atau peralatan sehari-hari. Namun, ketika plastik menjadi sampah, daya tahannya justru berubah menjadi masalah lingkungan jangka panjang.

Jadi, plastik dapat bertahan ratusan tahun karena memiliki struktur kimia yang sangat kuat, sulit diuraikan oleh mikroorganisme, dan hanya mengalami fragmentasi lambat melalui paparan sinar matahari. Selain itu, plastik juga sengaja dirancang agar tahan lama sehingga tidak mudah rusak saat digunakan. Karena sifat inilah sampah plastik menjadi salah satu tantangan lingkungan terbesar di dunia. Oleh sebab itu, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, peningkatan daur ulang, serta pengembangan bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan menjadi langkah penting untuk mengurangi dampaknya terhadap bumi.

Referensi

Britannica. Diakses pada April 2026. How Long Does It Take for Plastic to Decompose?
Center for Environment and Community Research. Diakses pada April 2026. Decomposition Time of Plastics
Chariot Energy. Diakses pada April 2026. How Long Does It Take for Plastic to Decompose?
Molanca. Diakses pada April 2026. Why Do Plastics Persist for Centuries in the Environment? PART 1
SaveMoneyCutCarbon.com. Diakses pada April 2026. How Long Does It Take for Plastic to Biodegrade?

Editorial Team