5 Pemilik Klub yang Pernah Dibenci Suporternya Sendiri di EPL

Suporter merupakan salah satu faktor penting dan menjadi jantung bagi klub sepak bola. Tanpa suporter, klub tentunya akan sulit berkembang dan bersaing untuk menjadi lebih baik.
Namun, terkadang suporter merasa kurang puas dengan kepemimpinan pemilik klub mereka. Yap, pemilik klub ini dinilai tak kompeten dan justru membuat mereka dibenci oleh suporter klub itu sendiri.
Lantas, mana sajakah yang bernasib seperti itu? Berikut ini lima pemilik klub sepak bola yang pernah diprotes keras dan dibenci suporternya sendiri di Premier League. Keep scrolling!
1. Peter Ridsdale - Leeds United

Kembalinya Leeds United ke Premier League musim 2020/21 merupakan hasil dari penantian panjang 16 tahun dari para suporter The Whites. Ya, Leeds merupakan salah satu klub yang harus terdegradasi pada musim 2003/04 akibat salah urus keuangan oleh sang pemilik kala itu, Peter Ridsdale.
Awalnya, era Ridsdale terlihat baik setelah mereka tak pernah absen di kompetisi Eropa pada akhir tahun 1990-an dan awal 2000-an. Namun, pengeluaran berlebihan untuk belanja dan gaji pemain, membuat klub terlilit hutang dan menyebabkan pemain kunci harus dilepas ke klub rival. Para suporter The Whites harus menerima mimpi buruk terdegradasi bahkan ke League One (kasta ketiga) di musim 2007/08.
2. Keluarga Glazer - Manchester United

Pemilik Manchester United saat ini, Keluarga Glazer, terus menghadapi protes keras dari suporter The Red Devils. Sejak pengambilalihan pada tahun 2005 dengan pinjaman sebesar 525 juta poundsterling (setara Rp10 triliun), mereka menjadikan United bak sapi perah untuk melunasi pinjaman awal tersebut.
Suporter telah melakukan protes di banyak kesempatan, termasuk munculnya slogan "Love United, Hate Glazer" dan pembentukan klub FC United of Manchester. Puncaknya adalah protes yang berujung penundaan laga melawan Liverpool pada bulan Mei lalu, karena keterlibatan United dalam proposal pembentukan kompetisi tandingan, Liga Super Eropa.
3. Tom Hicks dan George Gillett - Liverpool

Satu lagi pemilik asal Amerika Serikat yang dibenci oleh suporter adalah Tom Hicks dan George Gillett Jnr, pemilik Liverpool di tahun 2007 silam. Ya, awalnya mereka datang dan menjanjikan hal besar untuk suporter The Reds, salah satunya adalah pembangunan stadion baru berkapasitas 60.000 untuk menggantikan Anfield.
Namun, semua itu hanya janji belaka, mereka malah membebani klub dengan hutang besar. Saat itu, The Reds membukukan kerugian sebesar £54,9 juta (setara Rp1 triliun), yang termasuk pembayaran bunga sebesar £40,1 juta (setara Rp774 miliar) dan hutang sebesar £472,5 juta (setara Rp9,1 triliun) kepada kreditur.
Kekacauan di luar lapangan tentunya berimbas ke performa The Reds di lapangan. Mereka turun kasta dari klub finalis Liga Champions ke posisi papan tengah di Premier League.
4. Mike Ashley - Newcastle United

Mantan pemilik Newcastle United, Mike Ashley, awalnya terlihat menjanjikan bersama The Magpies. Pengusaha ritel ini bahkan sempat berbincang hangat di suatu taman St James bersama para suporter Newcastle. Namun, yang terjadi selanjutnya adalah kebalikan dari semua itu.
Era Ashley bisa dibilang menjadi periode paling kelam dalam sejarah klub. The Magpies dua kali terdegradasi dan kerap hanya menjadi klub penghibur saja. Padahal, di akhir 1990-an dan awal 2000-an, mereka adalah salah satu klub yang disegani dan menjadi langganan kompetisi Eropa. Selain itu, sejumlah keputusan aneh sering dilakukan oleh Ashley, tak terkecuali perihal penunjukan pelatih.
5. Keluarga Venky - Blackburn Rovers

Blackburn Rovers sempat mengejutkan penggemar Premier League dengan menjadi juara di musim 1994/95. Namun, setelah itu mereka praktis hanya sekadar menjadi klub papan tengah saja di kompetisi kasta tertinggi di Inggris tersebut.
Keluarga Venky datang dan bersumpah untuk membawa Liga Champions kembali ke klub pada tahun 2011. Bahkan, mereka berbicara seputar perekrutan bintang seperti Ronaldinho dan penunjukan Diego Maradona sebagai pelatih.
Namun, yang terjadi adalah sebaliknya, mereka malah membawa klub terdegradasi ke Championship di musim 2012/13 dan kembali terdegradasi ke League One di musim 2017/18. Kini setelah satu dekade kepemimpinan Venky, The Rovers masih saja berkutat di papan tengah Divisi Championship.
Well, itulah 5 pemilik klub yang dibenci oleh suporternya sendiri di era Premier League. Kira-kira, adakah yang mengejutkanmu?


















