5 Eks Pelatih Liga Top Eropa di Saudi Pro League 2025/2026

- Lima pelatih eks liga top Eropa kini beradu strategi di Saudi Pro League 2025/2026, membawa pengalaman besar dan meningkatkan gengsi kompetisi sepak bola Arab Saudi.
- Simone Inzaghi, Sergio Conceicao, Christophe Galtier, Imanol Alguacil, dan Brendan Rodgers memimpin klub-klub papan atas dengan catatan impresif di awal musim.
- Kehadiran mereka membuat persaingan semakin ketat dan penuh kejutan tiap pekan, menjadikan Saudi Pro League sorotan baru dunia sepak bola.
Saudi Pro League tak hanya menjadi panggung beraksinya sederet bintang yang pernah bersinar di liga top Eropa pada 2025/2026 ini. Lima pelatih yang pernah menangani klub liga top Eropa juga turut beradu taktik di kasta teratas sepak bola Arab Saudi tersebut per 24 Februari 2026. Situasi tersebut membuat peta persaingan serta laga-laga berlangsung seru tiap pekannya.
Brendan Rodgers menjadi salah satu pelatih di Saudi Pro League musim ini yang pernah mencicipi ketatnya persaingan di liga top Eropa. Sebelum direkrut Al-Qadsiah pada Desember 2025, ia pernah menguji kemampuannya di English Premier League bersama beberapa klub, termasuk Liverpool. Menariknya, ia belum merasakan kekalahan dalam 14 laga pertama bersama Al-Qadsiah di berbagai ajang.
1. Simone Inzaghi pernah juara Serie A bersama Inter Milan
Simone Inzaghi baru datang ke Saudi Pro League sebagai pelatih Al-Hilal pada musim panas 2025. Menariknya, ia belum pernah merasakan kekalahan bersama anak asuhnya dalam 22 laga pertama di liga. Al-Hilal pun menjadi salah satu kandidat kuat juara dan bersaing ketat dengan Al-Nassr di puncak klasemen 2025/2026.
Kepindahan ke Al-Hilal sekaligus mengakhiri perjalanan Inzaghi sebagai pelatih utama klub Serie A Italia selama 10 musim beruntun. Selama 6 musim pada 2015–2021, ia menjadi juru taktik Lazio dengan pencapaian terbaik finis di peringkat 4. Lalu, ia menangani Inter Milan selama 4 musim berikutnya dengan pencapaian apik berupa gelar juara pada musim ketiga.
2. Sergio Conceicao beradu taktik di liga top Eropa dalam 2 musim
Sergio Conceicao mulai menjabat sebagai manajer Al-Ittihad pada 8 Oktober 2025. Dalam 18 laga pertama bersamanya di Saudi Pro League 2025/2026, Al-Ittihad meraih 8 kemenangan, 5 keimbangan, dan 5 kekalahan. Statistik tersebut menempatkan mereka di papan atas klasemen sementara.
Sebelum hengkang ke Arab Saudi, Conceicao pernah mencoba peruntungan di Ligue 1 Prancis dan Serie A. Ia menjadi juru taktik FC Nantes dan membawa anak asuhnya finis di peringkat 7 Ligue 1 2016/2017. Lalu saat menukangi AC Milan pada 2024/2025, dirinya hanya mampu membawa anak asuhnya finis di peringkat 8.
3. Christophe Galtier mengangkat trofi Ligue 1 besama Lille dan PSG
Christophe Galtier merupakan pelatih dengan jam terbang tinggi di liga top Eropa. Ia menangani 4 klub berbeda di Ligue 1 pada 2009–2023. Selama itu, ia membawa dua klub merengkuh gelar juara, yaitu Lille pada 2020/2021 dan Paris Saint-Germain (PSG) pada 2022/2023.
Pelatih berusia 59 tahun itu melangkahkan kakinya meninggalkan Eropa pada musim panas 2025. Ia memilih menerima tawaran NEOM SC untuk bersaing di Saudi Pro League 2025/2026. Dalam 22 laga pertama di ajang itu, Galtier mempersembahkan 9 kemenangan, 4 keimbangan, serta 9 kekalahan.
4. Imanol Alguacil pernah membawa Real Sociedad finis di peringkat 4 LaLiga
Imanol Alguacil mengawal Real Sociedad dalam 258 laga LaLiga sebelum direkrut Al-Shahab pada musim panas 2025. Ia mempersembahkan 113 kemenangan, 65 keimbangan, dan 80 sisanya berakhir dengan kekalahan. Pencapaian terbaiknya ialah saat membawa anak asuhnya finis di peringkat 4 LaLiga 2022/2023.
Alguacil masih kesulitan membawa Al-Shahab tampil konsisten di Saudi Pro League 2025/2026. Dalam 23 laga, anak asuhnya baru meraih 6 kemenangan, 7 keimbangan, dan 10 sisanya berakhir dengan kekalahan. Angka tersebut membuat Al-Shahab berada di antara papan bawah dan tengah.
5. Brendan Rodgers pernah membersamai Liverpool, Swansea City, dan Leicester City di Premier League
Brendan Rodgers pernah mengarsiteki tiga klub sekaligus di Premier League, yaitu Swansea City, Liverpool, dan Leicester City. Dari total 312 laga, ia mencatatkan 139 kemenangan, 71 keimbangan, dan 102 kekalahan. Prestasi terbaiknya terjadi pada 2013/2014, saat membawa Liverpool finis sebagai runner-up.
Juru taktik berusia 53 tahun itu tengah menjalani periode apik di Al-Qadsiah. Skuad yang dipimpin Nacho Fernandez itu belum pernah kalah dalam 23 laga pertama Saudi Pro League 2025/2026. Dengan 53 poin, mereka berada di peringkat 4 dan membayangi Al-Hilal, Al-Nassr, dan Al-Ahli.
Kehadiran para pelatih berpengalaman yang pernah mengasah reputasi di liga top Eropa tersebut semakin menegaskan bahwa Saudi Pro League sebagai arena persaingan taktik yang serius dan menantang. Dengan latar belakang prestasi dan filosofi berbeda, mereka membuat jalannya musim 2025/2026 kian sulit diprediksi, di mana setiap pekan berpotensi menghadirkan kejutan dan pertarungan kualitas dari sisi pinggir lapangan, bukan hanya dari para pemain di atas rumput hijau.


















