Di sisi lain, Fabio Di Giannantonio punya pandangan tersendiri perihal performa menakjubkan duo Aprilia Racing di GP Brasil 2026. Pembalap VR46 Racing Team itu menyebutkan dua faktor eksternal yang memengaruhi kinerja motor RS-GP. Suhu dan kondisi trek menjadi hal penting yang menguntungkan Bezzecchi dan Martin pada balapan utama.
"Saat kondisi trek menjadi panas dan agak licin dengan daya cengkeram yang menurun, Aprilia tetap agresif pada bagian depan motor mereka dan masuk tikungan dengan kecepatan tinggi. Aku sudah berusaha, tetapi kami punya masalah lebih lanjut. Bagian depan motor kurang stabil dan akurat dalam kondisi semacam itu," jelas Fabio Di Giannantonio dikutip Motorsport.
Jorge Martin menyetujui pendapat Diggia mengenai kondisi eksternal yang menguntungkan Aprilia pada balapan utama. Hal tersebut menyebabkan Aprilia lebih unggul ketimbang Ducati yang menguasai balapan sprint. Walau begitu, Martin tetap melihat motor Ducati dan Aprilia memiliki kecepatan yang sangat mirip.
"Secara keseluruhan, kecepatan kami sangat mirip. Pada suatu kesempatan, salah satu faktor akan lebih menguntungkan, tetapi tidak pada hari lainnya. Hal terpenting adalah kami benar-benar fokus mengerjakan bagian detailnya. Aku berusaha melakukannya karena itu penting untuk peningkatan performa dan membuat segalanya menjadi mudah," kata Jorge Martin.
Capaian mentereng pada balapan utama GP Brasil 2026 mengerek peringkat Bezzecchi dan Martin di klasemen pembalap. Bezzecchi kini memimpin klasemen lewat perolehan 56 poin. Ia unggul 11 poin atas Martin yang bertengger di peringkat kedua.
Sementara itu, Aprilia Racing memuncaki klasemen tim usai mengoleksi 101 poin. Mereka mengungguli Trackhouse Racing dengan jarak 39 poin. Seri berikutnya akan berlangsung di Circuit of The Americas (COTA), Amerika Serikat, pada 27--29 Maret 2026. Mampukah Aprilia meneruskan tren positif mereka saat menjalani pekan balap di Negeri Paman Sam?