- Tim esports: tempat berkumpulnya para pemain esports profesional yang dinaungi oleh organisasi tertentu;
- Gim digital: gim yang dimainkan oleh suatu tim esports;
- Liga atau turnamen: ruang kompetisi yang mengatur suatu gim untuk dipertandingkan oleh tim-tim esports;
- Kanal: ruang distribusi atau penyiaran suatu liga/turnamen esports agar dapat disaksikan oleh para penikmat esports;
- Penggemar: para penikmat esports.
Bisnis Esports yang Semakin Menggiurkan

Jakarta, IDN Times - Esports adalah sebuah kompetisi gim digital yang lahir dari komunitas, seperti penyuka gim dan pembuat gim. Sebagai contoh, kita bisa melihat Intergalactic Spacewar Olympics yang diadakan oleh para mahasiswa penyuka gim di Universitas Standford. Komunitas tersebut pada akhirnya berkembang menjadi suatu ekosistem esports.
Berdasarkan esportsobserver, ekosistem esports memiliki lima bagian penting, yaitu tim esports, gim, liga atau turnamen, kanal, dan penggemar. Berikut keterangan yang perlu kita ketahui terlebih dahulu.
Tiap bagian tersebut dikontrol oleh tiap pemangku kepentingan (stakeholder). Dalam sudut pandang bisnis, pemangku kepentingan tersebut memikirkan strategi untuk keuntungan bisnis. Memangnya, bagaimana potensi bisnis pada industri gim di Indonesia?
1. Indonesia pasar gim yang potensial

Indonesia merupakan negara dengan pasar gim yang potensial. Berdasarkan data yang dihimpun dari Newzoo, Indonesia menempati peringkat ke-17 untuk pendapatan dari industri gim dengan total pendapatan sebesar 1,084 juta dolar pada Januari 2019.
Pasar esports di dunia juga sangat potensial. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Newzoo, pendapatan industri esports di seluruh dunia mencapai 1,1 miliar dolar pada 2019 dengan peningkatan tahunan 26,7%. Tingkat pendapatan terbesar diperoleh sponsor, yaitu 456,7 juta dolar. Sedangkan, tingkat pendapatan terkecil diperoleh pengembang gim dalam bentuk pajak, sebesar 95,2 juta dolar.
Newzoo juga memperlihatkan peningkatan jumlah penikmat esports seluruh dunia. Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh Newzoo, jumlah penikmat esports pada 2019 di seluruh dunia berada di angka 454 juta orang dengan persentase peningkatan sebesar 15%. Sedangkan, pada 2018, jumlah penikmat esports berada pada angka 395 juta orang.
2. Esports difasilitasi Bekraf

Di Indonesia, pemerintah tengah mendorong kemajuan industri esports. Melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), pemerintah berupaya memfasilitasi kemajuan tersebut dengan dukungan terhadap turnamen-turnamen esports yang ada di Indonesia. Tidak hanya itu, Bekraf juga memiliki acara yang berfokus pada pengembangan industri gim, yaitu Bekraf Game Prime.
Kemajuan ekonomi kreatif di Indonesia diakui berkembang dengan sangat pesat. Triawan Munaf, sebagai Kepala Bekraf, mengatakan bahwa industri aplikasi digital dan pengembangan gim (AGD) berpotensi besar untuk maju pada 2019.
Dikutip dari Media Bisnis, Aldean Tegar, Manajer Umum dari EVOS Ssports, mengatakan bahwa pemain esports di Indonesia digaji layak dengan bayaran sekitar Rp5—6 juta. Jumlah tersebut masih bisa bertambah ketika mendapatkan bonus atau memenangkan pertandingan kompetisi. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa esports dapat menjadi salah satu pilihan karir bagi anak muda di Indonesia saat ini.
Dengan kemajuan tersebut, industri esports mulai dilirik oleh berbagai pihak, salah satunya perusahaan olahraga konvensional (merujuk pada olahraga: sepak bola, bulu tangkis, atau pun bola basket). Salah satu contohnya adalah klub sepak bola Paris-Saint German yang menjalin kerja sama dengan RRQ, salah satu tim esports dari Indonesia. Sebelumnya, PSG juga telah menjalin hubungan kerja sama dengan tim Dota 2 asal Tiongkok, yaitu LGD Gaming.
Esports Premiere League (IESPL) jadi liga esports terbesar di Indonesia

Di Indonesia juga telah muncul berbagai dukungan dari berbagai pihak dalam bentuk sponsor kepada tim-tim esports di Indonesia. Sebagai contoh, Pop Mie mengumumkan dukungan mereka kepada EVOS Esports dan RRQ pada Selasa lalu (26/02/2019). Tidak hanya Pop Mie, MSI, salah satu perusahaan teknologi, juga mengatakan hal senada.
Dikutip dari Tempo, MSI melihat bahwa industri esports di Indonesia sedang berkembang. Hal tersebut diutarakan oleh Trisha Chuang, Marketing Channel Department MSI. Menurutnya, pertumbuhan pasar gim digital juga menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya industri perlengkapan gim, seperti MSI yang saat ini tengah menguasai 20% industri perlengkapan gim.
Selain itu, bisnis esports Indonesia juga mendorong hadirnya para pihak penyelenggara, salah satunya adalah Indonesia Esports Premiere League (IESPL). IESPL merupakan pihak penyelenggaran turnamen esports besar saat ini di Indonesia. IESPL telah menelurkan salah satu liga esports terbesar di Indonesia, yaitu Tokopedia Battle of Friday (TBOF) musim pertama dengan total hadiah sebesar Rp1,9 miliar.
Saat ini, IESPL tengah mendorong industri esports Indonesia melalui turnamen Piala Presiden Esports 2019. Piala Presiden Esports 2019 merupakan hasil kerja sama antara IESPL dan pihak pemerintah Indonesia melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kantor Staf Presiden (KSP), serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Kehadiran Piala Presiden Esports 2019 ini diharapkan dapat mendorong kemajuan industri esports Tanah Air.



















