Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Curhat Raymond/Joaquin Sempat Syok Usai Kalah Thomas Cup 2026

Curhat Raymond/Joaquin Sempat Syok Usai Kalah Thomas Cup 2026
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Pelatnas PBSI Cipayung (IDN Times/Margith Damanik)
Intinya Sih

  • Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin mengenang kekalahan Indonesia dari Prancis di Thomas Cup 2026 yang membuat tim gagal ke perempat final, menjadi momen paling berat dalam karier mereka.
  • Joaquin sempat syok melihat kekalahan Sabar/Reza yang memastikan Indonesia tersingkir, sementara Raymond belajar banyak dari atmosfer tegang pertandingan sebagai penonton di bangku pendukung.
  • Keduanya menegaskan tidak kapok membela Indonesia di ajang beregu dan menjadikan pengalaman pahit itu sebagai pelajaran penting untuk memperkuat mental serta performa di turnamen mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, akhirnya buka suara soal pengalaman pahit mereka di Thomas Cup 2026. Kekalahan tim Indonesia dari Prancis pada laga terakhir Grup D menjadi momen yang sulit dilupakan bagi keduanya.

Hasil tersebut sekaligus membuat Indonesia gagal melangkah ke perempat final dan mencatat hasil terburuk sepanjang sejarah di ajang Thomas Cup.

Meski sempat terpukul, Raymond dan Joaquin menegaskan pengalaman itu menjadi pelajaran penting untuk karier mereka ke depan. Keduanya juga memastikan tetap siap jika kembali dipercaya membela tim Merah Putih di turnamen beregu internasional.

1. Joaquin sempat syok usai Sabar/Reza kalah

Debut manis Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Thomas Cup 2026
Debut manis Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Thomas Cup 2026 (dok. PP PBSI)

Nikolaus Joaquin mengaku paling terpukul saat menyaksikan pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani kalah dari ganda Prancis, Eloi Adam/Leo Rossy.

Kala itu, Joaquin hanya bisa berdiri terpaku di bangku pendukung setelah Indonesia dipastikan gagal lolos dari fase grup.

“Saya kalau setelah pulang sih saya rasa sih sudah reset lagi ya. Cuma, yang belum bisa move on pas hari kalahnya. Pas apalagi yang pas Kak Iboy (Sabar/Reza) kalah ya. Kan itu sudah (pasti) gak masuk (perempat final) ya. Saya berdiri saja. ‘Kok ini kalah ya?’ Tapi ya udah mau gimana lagi kan? Kita harus lihat ke depan terus. Kita gak bisa stay di situ,” ujar Joaquin ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Rabu (20/5/2026).

Menurut Joaquin, rasa kecewa itu perlahan mulai hilang setelah kembali menjalani latihan bersama di pelatnas.

2. Raymond banyak belajar dari bangku penonton

Debut manis Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Thomas Cup 2026
Debut manis Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Thomas Cup 2026 (dok. PP PBSI)

Berbeda dengan Joaquin, Raymond Indra justru mencoba mengambil pelajaran dari atmosfer pertandingan saat menjadi suporter tim Indonesia.

Raymond mengaku bisa merasakan langsung tekanan besar dalam laga penentuan melawan Prancis tersebut.

“Kalau saya kan di penentuan juga gak (main), cuma jadi supporter saja. Tapi bisa merasakan atmosfer dan rasa tegangnya. Apalagi kan kalau yang terakhir itu partai Sabar/Reza penentuan menang atau kalah, lanjut atau tidak. Itu (tegangnya) terasa banget sih,” ujar Raymond.

Pemain muda Indonesia itu mengatakan pengalaman tersebut menjadi bekal penting jika suatu saat dirinya harus tampil dalam laga krusial bersama tim nasional.

“Sama evaluasi. Jadi penonton kan bisa kelihatan "Oh, harusnya mainnya gimana sih?" Ya, nanti kalau misalkan ada kejadian seperti itu, kita sudah tahulah caranya bagaimana," beber dia.

3. Tak kapok bela Indonesia di ajang beregu

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Pelatnas PBSI Cipayung (IDN Times/Margith Damanik)
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di Pelatnas PBSI Cipayung (IDN Times/Margith Damanik)

Meski debut mereka di Thomas Cup 2026 berakhir pahit, Raymond dan Joaquin memastikan tak trauma tampil di turnamen beregu.

Keduanya tetap antusias jika kembali mendapat kesempatan memperkuat Indonesia pada ajang internasional berikutnya.

"Enggak (kapok) dong. Saya mah kalau dimainkan, ya saya main terus lah. Siapa yang gak mau?” ujar Joaquin.

“Ya yang pastinya gak (kapok) sih. Dan kalau dipercaya turun (bertanding), ya pasti kita kasih yang maksimal saja sih,” sambung Raymond.

Kegagalan di Thomas Cup 2026 kini menjadi evaluasi besar bagi tim bulu tangkis Indonesia. Di sisi lain, pengalaman tersebut diyakini bisa membentuk mental generasi muda agar lebih siap menghadapi tekanan di turnamen besar berikutnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More