Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dituduh Curi Start di Mandalika, Kenapa Jorge Martin Bebas Penalti?

2 min read
Dituduh Curi Start di Mandalika, Kenapa Jorge Martin Bebas Penalti?
Pembalap Aprilia Racing Jorge Martin memacu motornya dalam sesi latihan bebas MotoGP di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Jumat (9/10/2026). (ANTARA/Ahmad Subaidi)
  • Jorge Martin terlihat bergerak sebelum start MotoGP Indonesia 2026, sehingga muncul tudingan jump start.

  • Gerakan kecil saat lampu merah masih menyala tidak otomatis menjadi pelanggaran jika pembalap kembali diam.

  • Martin bebas penalti karena tetap berada dalam batas kotak grid dan tidak mendapat keuntungan posisi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, mendapat sorotan tajam saat mengaspal di MotoGP Indonesia 2026, akhir pekan lalu. Aksinya di garis start viral, karena tampak bergerak sebelum waktunya.

Banyak yang menuding Martin melakukan jump start, yang seharusnya dijatuhi penalti oleh Steward FIM. Lantas, kenapa Martin tetap bisa balapan hingga melenggang finis dengan nyaman tanpa hukuman?

  1. 1. Definisi curi start dalam regulasi MotoGP

    Crash melansir, FIM mendefinisikan jump start melalui sensor super sensitif di area grid. Aturan baku MotoGP menyatakan sebuah motor diwajibkan dalam keadaan diam tepat pada saat lampu merah dimatikan.

    Penalti hanya akan diberikan jika motor pembalap terbukti terus bergerak maju pada detik lampu merah mati. Pembalap juga akan langsung divonis mencuri start apabila ban depannya melewati garis cat kotak grid yang telah ditentukan.

  2. 2. Bergerak lalu berhenti itu boleh

    Dalam kasus Martin, video tersebut memang menunjukkan kalau motor RS-GP miliknya sempat bergerak maju beberapa sentimeter. Namun, poin terpentingnya adalah lampu merah saat itu masih menyala terang dan belum padam.

    Masih dari laporan serupa, aturan FIM menyebut gerakan kecil yang kemudian diikuti dengan berhenti saat lampu masih menyala, sepenuhnya menjadi hak prerogatif wasit untuk menilai. Selama pembalap tidak mendapatkan keuntungan posisi dan kembali diam saat lampu merah mati, maka aksi tersebut dianggap sah.

  3. 3. Berkaca pada preseden kasus serupa

    Crash menyebut Martin sudah kembali dalam posisi diam sempurna tepat saat lampu merah dimatikan. Ban depannya juga sama sekali tidak keluar atau melewati batas kotak cat putih di lintasan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.

    Kasus serupa juga pernah terjadi pada pembalap Moto2, Collin Veijer, di Misano awal tahun ini. Veijer juga tertangkap kamera bergerak dan berhenti sebelum lampu padam, namun bebas dari penalti karena posisinya statis saat balapan resmi dimulai.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More