Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Erick Thohir Sentil Mental Santai Pemuda, Siapkan RUU Kepemudaan
Menpora Erick Thohir di Wirasena Youth Camp. (IDN Times/Tino).
  • Erick Thohir meminta generasi muda meninggalkan mentalitas santai dan membangun kultur patriotik, gigih, serta berempati.

  • Perubahan geopolitik, geoekonomi, dan digitalisasi menghadirkan tantangan berupa pengangguran serta masalah kesehatan mental anak muda.

  • Kemenpora menyiapkan RUU Kepemudaan dan memangkas 191 Permenpora menjadi empat aturan untuk mempermudah tata kelola.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1928

Pemuda menghadapi perjuangan yang berbeda, termasuk melawan perbudakan.

Senin (26/10/2026)

Erick Thohir berdialog langsung dengan peserta Wirasena Youth Camp 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

kini

Pemerintah tengah mengebut pengesahan RUU Kepemudaan. Kemenpora juga sedang menyusun desain besar kepemudaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Erick Thohir menyoroti tantangan generasi muda dan mendorong pengesahan RUU Kepemudaan.
  • Who?
    Menpora Erick Thohir dan peserta Wirasena Youth Camp 2026.
  • Where?
    Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
  • When?
    Senin (26/10/2026).
  • Why?
    Generasi muda menghadapi persaingan global, perubahan geopolitik, geoekonomi, digitalisasi, pengangguran, dan masalah kesehatan mental.
  • How?
    Kemenpora menyusun desain besar kepemudaan melalui dialog langsung, menyiapkan RUU Kepemudaan, serta memangkas 191 Permenpora menjadi empat aturan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Erick Thohir berbicara dengan anak-anak muda di Wirasena Youth Camp. Ia meminta mereka tidak terlalu santai dan tidak mudah menyerah karena dunia kerja sangat sulit. Pemerintah juga sedang menyiapkan aturan baru untuk membantu anak muda. Sekarang, aturan itu masih dalam proses dan sedang dibuat lebih sederhana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penyusunan RUU Kepemudaan dan pemangkasan aturan menunjukkan upaya pemerintah menyesuaikan tata kelola dengan tantangan generasi muda. Pendekatan dialog langsung juga membuka ruang bagi aspirasi masyarakat untuk masuk ke dalam desain kebijakan. Langkah tersebut dapat membantu menghadirkan kebijakan kepemudaan yang lebih relevan, sederhana, dan selaras antara pusat serta daerah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyoroti tantangan berat yang akan dihadapi generasi muda Indonesia di masa depan. Hal ini disampaikan saat berdialog langsung dengan para peserta Wirasena Youth Camp 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Menpora mengingatkan agar anak muda segera meninggalkan mentalitas santai demi menghadapi kerasnya persaingan global. Untuk mendukung perlindungan dan pengembangan potensi tersebut, pemerintah kini tengah mengebut pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kepemudaan sebagai solusi nyata.

1. Sentil budaya santai dan gampang menyerah

Potret keseruan dalam program Wirasena Youth Camp 2026. (Dok. Kemenpora).

Dalam dialog di Wirasena Youth Camp tersebut, Erick menegaskan pentingnya membangun kultur yang patriotik, gigih, dan berempati. Dia mewanti-wanti agar generasi penerus bangsa tidak terjebak dalam budaya atau terlalu santai menikmati keadaan.

Sikap yang terlalu santai dinilai sangat berbahaya di tengah dinamika ketenagakerjaan global yang menuntut daya saing tinggi. Sebagai panutan, Erick meminta para pemuda untuk mencontoh mentalitas pantang menyerah yang sering ditunjukkan oleh atlet nasional.

"Kultur kita jangan sampai menjadi kultur yang relaks, yang membuat kita menjadi terlalu easy-going," ucap Erick.

2. Ancaman pengangguran dan kesehatan mental

Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, saat menghadiri Wirasena Youth Camp di Taman Ismail Marzuki, Senin (26/10/2026). (IDN Times/Tino).

Erick menyadari tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh berbeda dengan era Sumpah Pemuda 1928. Jika dulu pemuda berjuang melawan perbudakan, kini mereka dihadapkan pada pusaran perubahan geopolitik, geoekonomi, hingga digitalisasi.

Perubahan masif tersebut membawa dampak nyata berupa tingginya angka pengangguran pemuda di tingkat global yang mencapai 65 juta jiwa. Masalah kesejahteraan batin juga menjadi sorotan serius pemerintah karena satu dari tujuh anak muda saat ini terdeteksi mengalami masalah kesehatan mental.

"Tidak ada orang sukses yang kerja sendiri, dan tidak ada orang sukses tanpa pernah gagal," ujar mantan Presiden Inter Milan tersebut.

3. Pangkas ratusan aturan demi tata kelola

Potret keseruan dalam program Wirasena Youth Camp 2026. (Dok. Kemenpora).

Untuk menjawab tantangan zaman tersebut, Kemenpora sedang menyusun desain besar kepemudaan melalui pendekatan dialog langsung dengan masyarakat. Aspirasi ini kemudian akan dituangkan ke dalam RUU Kepemudaan yang komprehensif agar mampu melahirkan kebijakan yang relevan.

Kemenpora telah memangkas 191 Peraturan Menpora (Permenpora) menjadi hanya empat aturan saja. Deregulasi besar-besaran ini sengaja dilakukan untuk mempermudah tata kelola kepemudaan yang selama ini terkesan sangat berbelit-belit.

"Pusat dan daerah harus punya kebijakan yang sama, jangan beda, kasihan anak mudanya," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article