Kenapa Formula 1 GP Australia Pindah dari Adelaide ke Melbourne?

- GP Australia awalnya digelar di Adelaide sejak 1985, berkat inisiatif lokal dan dukungan tokoh seperti Alan Jones, sebelum akhirnya berpindah ke Melbourne pada 1996.
- Perpindahan ke Melbourne terjadi secara rahasia dan kontroversial setelah South Australia mengalami krisis finansial, membuat Victoria berhasil merebut kontrak Formula 1.
- Melbourne sukses mempertahankan GP Australia berkat strategi matang, pendanaan besar, serta lokasi sirkuit Albert Park yang strategis dan menarik banyak penonton setiap musimnya.
Formula 1 memulai balapan pertama pada musim 2026 di GP Australia, Minggu (8/3/2026). Balapan nanti berlangsung di Sirkuit Albert Park yang terletak di Melbourne. Balapan tersebut akan menjadi debut bagi mobil regulasi baru.
Sebelum bertempat di Melbourne, GP Australia awalnya digelar di Sirkuit Jalan Raya Adelaide. Balapan di Adelaide berlangsung pada 1985--1995. Mari menilik kenapa GP Australia dipindahkan dari Adelaide ke Melbourne?
1. GP Australia pertama kali singgah ke Adelaide pada 1985
Balapan Formula 1 di Adelaide berawal dari ide seorang pebisnis lokal bernama Bill O'Gorman. Bill yang merupakan penggemar berat otomotif menulis sebuah surat kepada Gubernur Negara Bagian South Australia, John Bannon, untuk menyelenggarakan sebuah ajang balap mobil kelas dunia. Ide tersebut bertepatan dengan keinginan bos Formula 1 saat itu, Bernie Ecclestone, yang mengincar pasar di luar Eropa.
Formula 1 akhirnya memberikan kontrak kepada Adelaide untuk menggelar balapan pada 1985--1996. Balapan tersebut digelar di Sirkuit Jalan Raya Adelaide yang memiliki panjang sekitar 3,78 kilometer. Adelaide mendapat keistimewaan untuk menggelar balapan penutup musim.
Kehadiran Formula 1 di Australia tak lepas dari peran Alan Jones. Meski bukan sebagai negosiator, status Jones sebagai juara dunia Formula 1 1980 menguatkan posisi Adelaide. Ia turut hadir sekaligus menjadi satu-satunya pembalap tuan rumah pada balapan perdana di Adelaide.
2. Balapan di Adelaide menghasilkan beberapa momen ikonik
Balapan di Adelaide kerap menghasilkan berbagai momen ikonik yang tak terlupakan. Adelaide pernah menggelar balapan dengan lap paling sedikit pada 1991. Balapan hanya berlangsung selama 16 dari 81 lap yang dijadwalkan. Rekor tersebut bertahan cukup lama sebelum dipecahkan GP Belgia 2021.
Adelaide pernah menjadi saksi perebutan gelar juara dunia yang tak terlupakan. Pada 1986, Nigel Mansell kehilangan gelar juara dunia yang sudah di depan mata karena pecah ban. Adelaide juga menjadi saksi ketika Michael Schumacher mengalahkan Damon Hill secara kontroversial pada 1994.
3. Perpindahan dari Adelaide ke Melbourne dilakukan secara rahasia dan kontroversial
South Australia mengalami masalah finansial pada awal 1990-an yang membuat bank lokal runtuh. Masalah tersebut membuat John Bannon mundur dari posisinya sebagai Gubernur pada 1992. Tanpa kehadiran Bannon, Adelaide kehilangan penghubung kuat dengan Bernie Ecclestone dan Formula 1.
Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh Negara Bagian Victoria untuk menggelar balapan di Melbourne. Gubernur Victoria, Jeff Kennett, melakukan petemuan secara rahasia dengan Ecclestone pada 1993. Pada tahun yang sama, Melbourne ditunjuk untuk menggelar GP Australia menggantikan Adelaide mulai 1996.
Keputusan tersebut dinilai kontroversial karena terjadi secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan publik. Masyarakat Adelaide menyambut keputusan tersebut dengan rasa kecewa dan marah. Mereka merasa Melbourne telah mencuri balapan Formula 1 dari Adelaide.
4. Strategi Melbourne untuk menjadi tuan rumah GP Australia
Keberhasilan Melbourne untuk menggelar GP Australia tak lepas dari beberapa strategi cemerlang. Selain melakukan negosiasi secara rahasia, Melbourne memiliki persiapan yang matang. Negara Bagian Victoria berani menawarkan pendanaan yang cukup besar. Melbourne juga memiliki fasilitas dan infrakstuktur yang jauh lebih baik dibanding Adelaide.
Pemilihan lokasi sirkuit di Albert Park terbilang cerdik. Lokasi tersebut sangat mudah diakses oleh para penonton. Sirkuit yang dibangun semi permanen bisa dipakai oleh masyarakat pada hari biasa tetapi juga memiliki faktor keselamatan yang baik ketika balapan. Fasilitas permanen seperti paddock bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain di luar balapan.
Melbourne memilih untuk menggelar seri pembuka dibanding menjadi seri penutup seperti Adelaide. Balapan pada awal musim dianggap lebih baik dalam menarik atensi penonton. Sementara, balapan pamungkas terkadang kurang seru jika juara dunia sudah ditentukan.
Strategi tersebut membuat balapan Formula 1 di Melbourne menuai sukses besar. GP Australia menjadi salah satu balapan dengan penonton terbanyak. Tak heran jika Melbourne masih dipercaya untuk menjadi tuan rumah GP Australia hingga saat ini.
5. Balapan terakhir di Adelaide memecahkan rekor penonton terbanyak
Adelaide menggelar balapan GP Australia terakhir pada 1995. Mereka sejatinya masih memiliki kontrak hingga 1996. Namun, keputusan bisnis menawarkan situasi yang lebih menguntungkan jika menggelar balapan terakhir pada 1995.
Balapan tersebut disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat Adelaide. Sebanyak 520.000 penggemar memadati Sirkuit Jalan Raya Adelaide selama empat hari. Jumlah penonton terbanyak dalam satu pekan balap Formula 1 sepanjang masa.
Balapan terakhir di Sirkuit Jalan Raya Adelaide berlangsung chaos. Banyak pembalap papan atas bertumbangan termasuk juara dunia musim itu, Michael Schumacher. Hanya delapan pembalap yang mampu melewati garis finis. Damon hill keluar sebagai pemenang diikuti Olivier Panis dan Gianni Morbidelli.
Adelaide harus menerima kenyataan pahit karena gagal mempertahankan status sebagai tuan rumah GP Australia. Sementara, strategi jitu Melbourne membuat mereka dipercaya untuk menjadi tuan rumah hingga saat ini.


















