Menilik Perjalanan Karier John Wall di NBA

- John Wall terpilih di urutan pertama NBA Draft 2010 oleh Washington Wizard dan masuk dalam daftar NBA All-Star lima kali beruntun pada 2014-2018.
- Setelah pulih dari cedera, Wall menuju Houston Rockets dan mencatat rata-rata 20,6 poin, 3,2 rebound, 6,9 assist, dan 1,1 steal dari 40 pertandingan pada musim 2020/2021.
- Wall sempat bergabung dengan Los Angeles Clippers dengan kontrak senilai 13,2 juta dolar atau Rp211 miliar sebelum akhirnya kembali ke Houston Rockets karena performanya menurun.
NBA kehilangan salah satu sosok tersohor pada Agustus 2025. Dia adalah John Wall, yang memilih pensiun dari dunia basket profesional. Keputusan tersebut memang cukup wajar. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir, Wall sulit kembali tampil kompetitif karena rentetan cedera yang melanda. Padahal, sebelum itu, Wall merupakan pemain hebat yang bisa berkontribusi besar untuk timnya. Dia bahkan pernah meraih berbagai penghargaan individu. Guna membahas lebih dalam, berikut ini ulasan mengenai perjalanan karier John Wall di NBA.
1. Jadi bintang di Washinghton Wizard
John Wall masuk ke NBA dengan sangat meyakinkan. Sebab, dia terpilih di urutan pertama NBA Draft 2010 oleh Washington Wizard. Tanpa kesulitan berarti, Wall langsung unjuk kehebatan pada musim debutnya. Dia mampu mengemas rata-rata 16,4 poin, 4,6 rebound, 8,3 assist, dan 1,8 steal. Wall lantas terpilih dalam daftar All-Rookie First Team. Akan tetapi, dia tidak dinobatkan sebagai Rookie of the Year karena kalah mentereng dari Blake Griffin.
Wall kemudian terus menjadi tumpuan utama Wizard. Performa pemain berposisi point guard ini juga kian meningkat. Dia bahkan masuk dalam daftar NBA All-Star lima kali beruntun pada 2014--2018. Namun, ketika sedang menginjak masa keemasannya, nasib buruk justru menimpa sang pemain. Wall dilanda cedera tendon Achilles pada akhir Desember 2018 dan membuatnya menepi selama 2 tahun.
Imbas dari hal tersebut, Wizard memutuskan untuk melepasnya. Selama 9 musim membela Wizard, Wall mencatat rata-rata 19 poin, 4,3 rebound, 9,2 assist, dan 1,7 steal. Namanya pun bakal dikenang sebagai legenda Wizard. Terlebih lagi, dia bertengger di urutan keempat dalam daftar pencetak poin terbanyak sepanjang masa Wizard dengan total 10.879 poin.
2. Bergabung dengan Houston Rockets usai pulih dari cedera panjang
Pada Desember 2020 ketika John Wall sudah pulih dari cedera, Washington Wizard memutuskan menukarnya beserta sejumlah hak pilih NBA Draft ke Houston Rockets dengan imbalan Russell Westbrook. Meski telah lama tidak bermain, performa Wall masih cukup mumpuni. Dia pun bisa memberikan kontribusi berarti untuk Rockets. Wall mencatat rata-rata 20,6 poin, 3,2 rebound, 6,9 assist, dan 1,1 steal dari 40 pertandingan pada 2020/2021.
Akan tetapi, kiprahnya bersama Rockets hanya berlangsung singkat. Dia tidak masuk proyeksi Rockets yang ingin membangun ulang timnya dengan talenta-talenta muda. Bahkan, Wall tidak melakoni satu pertandingan pun sepanjang 2021/2022. Rockets kemudian melakukan buyout pada Juni 2022 agar Wall bisa bebas bergabung dengan tim lain.
3. Sempat setengah musim membela Los Angeles Clippers
Setelah hengkang dari Houston Rockets, John Wall diboyong oleh Los Angeles Clippers. Dia mendapat kontrak 2 tahun senilai 13,2 juta dolar atau Rp211 miliar. Kedatangan Wall diharapkan bisa meringankan tugas Kawhi Leonard dan Paul George. Namun, karena tingkat persaingan yang ketat dan performanya mulai menurun, Wall tidak tampil sebagai starter, melainkan masuk dari bangku cadangan.
Hal itu tentu berdampak terhadap kontribusinya. Wall hanya mampu mencatat rata-rata 11,4 poin, 2,7 rebound, dan 5,2 assist dalam 34 pertandingan. Karena kurang memuaskan, dia pun tersisihkan dari skuad pada Februari 2023. Sebab, Clippers terlibat dalam pertukaran tiga tim yang membuat Wall kembali ke Houston Rockets. Namun, seperti kasus sebelumnya, Rockets memilih melepas Wall karena enggan memakai jasa sang pemain. Setelah itu, Wall tidak menemukan tim lagi.
Manis di awal, pahit di akhir. Itulah perjalanan karier seorang John Wall di NBA. Dia berhasil masuk ke NBA dengan status pilihan pertama NBA Draft. Wall juga mampu tampil apik sebelum dilanda cedera parah yang menggangu kariernya. Alhasil, Wall sulit mendapat tim untuk berlabuh sehingga memutuskan pensiun meski usianya baru 34 tahun.