Punya 3 Pasangan di 10 Besar Dunia, Pelatih Ganda Putri Malah Tak Puas

Indonesia menempatkan tiga pasangan ganda putri di 10 besar ranking dunia BWF untuk pertama kalinya.
Karel senang dengan ranking tersebut, tetapi belum puas karena performa pertandingan belum sesuai harapan.
Target gelar Super 750 dan Super 1000 belum tercapai; kemampuan latihan belum maksimal saat menghadapi tekanan.
Jakarta, IDN Times - Indonesia mencatat pencapaian istimewa di sektor ganda putri. Skuad Garuda menempatkan tiga pasangan sekaligus di jajaran 10 besar ranking dunia BWF.
Tiga pasangan Indonesia yang masuk 10 besar adalah Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum di peringkat keenam, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Ramadhanti di posisi kedelapan, serta Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang menempati peringkat ke-10.
Namun, keberhasilan tersebut belum sepenuhnya membuat pelatih ganda putri Pelatnas PBSI, Karel Mainaky, merasa puas dengan capaian anak-anak asuhnya.
1. Pelatih senang tapi tidak puas

Pelatih ganda putri Indonesia, Karel Mainaky, saat mendampingi Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti menjadi juara di Hylo Open 2026 (dok.PP PBSI) Update ranking BWF per 3 November 2026 membawa kabar positif bagi bulu tangkis Indonesia. Untuk pertama kalinya, ganda putri Indonesia menempatkan tiga wakilnya dalam jajaran 10 besar dunia.
Karel mengaku senang dengan pencapaian tersebut. Namun, Karel menegaskan ranking belum cukup untuk menggambarkan keberhasilan tim karena hasil di lapangan masih belum sesuai harapan.
“Katanya baru pertama kali, sih. Ya, cuma kalau bicara ranking, ya, mungkin, senang. Cuma kalau secara hasil sih, saya masih belum puas, ya. (Secara) Performa-nya belum (memuaskan),” kata Karel ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Kamis (5/11/2026).
2. Target gelar Super 750 dan 1000 belum tercapai

Pelatih ganda putri Indonesia, Karel Mainaky, di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur (IDN Times/Margith Damanik) Salah satu alasan terbesar Karel tak merasa puas bahkan ketika berhasil menempatkan tiga pasangan di 10 besar adalah hasil turnamen yang diikuti. Karel ternyata punya target agar anak didiknya bisa mengunci gelar juara di ajang BWF Super 750 dan Super 1000 tahun ini.
“Saya sudah berharap sebenarnya di tahun ini mungkin di 750 bisa menjuarai. Harapan saya, ya. Tapi masih belum mentok di semifinal, ya. Jadi ya, kalau bicara ranking, ya, senang. Tapi kalau kita bicara hasil, ya, saya masih belum. Sangat belum puas,” kata Karel.
Pada level Super 750 ke atas, capaian terbaik ganda putri adalah babak semifinal yang diraih Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum pada Indonesia Open 2026 (Super 1000) dan French Open 2026 (Super 750).
3. Kemampuan pemain belum keluar maksimal

Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari di 32 besar Asian Games 2026 Aichi-Nagoya (dok. PP PBSI) Menurut Karel, para pemain sebenarnya memiliki kemampuan untuk bersaing memperebutkan gelar di level Super 750 maupun Super 1000. Sayangnya, kualitas permainan yang terlihat saat latihan belum sepenuhnya muncul ketika mereka menghadapi tekanan pertandingan.
“Ya, sebenarnya sih, kalau saya sih lihat mereka, pelaksanaan di pertandingan saja yang masih belum membuat saya puas, ya. Tidak seperti yang mereka lakukan di latihan, ya. Menurut saya, itu masih belum, masih belum, kisaran mungkin sekitar 60-70 persen. Masih belum sampai 80-90 persen. Kalau untuk 100 persen kan enggak mungkinlah ya, kita manusia, ya. Mungkin saya berharap bisa 80-90 persen bisa keluar permainannya. Mungkin kesempatan itu bisa sangat ada, ya. Itu menurut saya, ya,” kata Karel.



















