5 Rapor Debut Pembalap Indonesia di Moto3, Veda Ega Terbaik!

Veda Ega Pratama langsung mencuri perhatian saat menjalani debut Moto3 di GP Thailand 2026. Ia finis di posisi kelima setelah bersaing ketat dalam grup terdepan sepanjang balapan di Buriram. Ia bahkan sempat berada di perebutan podium ketiga dan hanya terpaut kurang dari 1 detik dari duo Red Bull KTM Moto3 yang berhasil finis di posisi ketiga dan keempat balapan.
Menariknya, Veda bukan satu-satunya pembalap Indonesia yang tampil di Moto3. Beberapa tahun terakhir ada lima nama yang juga pernah mencicipi level ini. Namun, perjalanan mereka di Moto3 tidak berjalan mulus di balapan perdana. Beberapa rider Merah Putih tersebut menjalani balapan debut dengan tantangan berbeda-beda. Mulai dari yang hampir meraih poin sampai harus berjuang bertarung di barisan belakang.
Berikut rapor 5 debut pembalap Indonesia di Moto3
1. Gerry Salim hampir meraih poin pada balapan debutnya di Moto3 GP Italia 2019
Gerry menjalani debut Moto3 di Mugello sebagai wildcard Honda Team Asia pada Juni 2019. Ia memulai balapan dari posisi ke-27 dan langsung merangsek ke dalam rombongan barisan tengah sejak lap pertama. Ia kemudian berhasil menuntaskan 20 lap balapan dan finis di posisi ke-16.
Gerry berhasil naik 11 posisi dari tempat start dan sangat dekat dengan zona poin hingga lap terakhir. Ia hanya terpaut kurang dari 1 detik dari posisi ke-15 yang menjadi batas akhir peraih poin. Selain kelas Moto3, Gerry juga sempat dipercaya tampil di Moto2 untuk menggantikan Dimas Ekky Pratama di GP Aragon 2019 dan berhasil finis di posisi ke-29.
2. Andi Farid Izdihar sempat mencicipi balapan Moto2 terlebih dulu sebelum bertanding di Moto3 2021
Andi Farid Izdihar memiliki latar belakang yang unik dan berbeda dari pembalap Indonesia lainnya yang tampil di Moto3. Ia sebenarnya sebelum tampil di Moto3 bersama Honda Team Asia sudah terlebih dulu mencicipi 2 musim di kelas Moto2. Namun, performa yang kurang apik di kelas tersebut membuat Honda Asia memilih menurunkannya ke Moto3 pada 2021.
Andi memulai musim penuhnya di Moto3 pada seri pembuka Qatar 2020. Pada debutnya tersebut, Ia harus start dari barisan belakang setelah mencatat waktu kualifikasi di luar 20 besar. Ia menyelesaikan balapan itu di luar zona poin setelah finis ke 21 dari 18 putaran. Ia tertinggal lebih dari 44 detik dari pemenang saat itu, Jaume Masia.
3. Mario Aji mendapatkan pengalaman berharga setelah mendapatkan wildcard di sirkuit Misano 2021
Mario menjalani debut Grand Prix Moto3 sebagai wildcard di Misano 2021. Ia memulai lomba dari luar 20 besar dan langsung bersaing dalam grup besar khas Moto3. Namun setelah menyelesaikan seluruh putaran balapan, Mario harus puas finis ke-21 atau berada sangat jauh di luar zona poin.
Sebenarnya, Mario sempat bertahan di rombongan tengah pada beberapa lap awal. Sayangnya, Ia kehilangan jarak dengan grup tersebut dan tercecer ke posisi belakang. Namun, balapan ini menjadi modal berharga bagi Mario untuk beradaptasi lebih cepat dengan motor di kelas Moto3. Pasalnya, ia dipermanenkan sebagai pembalap utama tim Honda Asia pada 2022 untuk kelas Moto3.
4. Fadillah Arbi Aditama melakukan debut di Moto3 pada balapan di sirkuit Mandalika tahun 2023
Arbi Aditama menjalani debut Grand Prix Moto3 pada seri Mandalika 2023 sebagai pembalap wildcard Honda Team Asia. Menariknya, Ia tampil meyakinkan sejak babak kualifikasi dengan berhasil menempati posisi start ke-15 di grid. Pada saat balapan, Ia bisa konsisten bertarung di zona poin bersama pembalap lain yang lebih berpengalaman.
Arbi menyelesaikan balapan di posisi ke-17 setelah pertarungan ketat sepanjang lomba di Sirkuit Mandalika. Sayangnya hasil ini tidak membuat Arbi mendapatkan poin pada balapan debut nya di Moto3. Meski begitu, Ia finis dengan selisih waktu yang masih kompetitif dan tidak terpaut jauh dari zona poin. Setelah balapan tersebut, Arbi beberapa kali diberikan kepercayaan tampil sebagai pembalap pengganti pada Moto3 2024 dan 2025.
5. Veda Ega Pratama berhasil finis kelima pada balapan debutnya di Moto3 2026
Veda Ega menjalani debut di Moto3 pada GP Thailand 2026 dengan Impresif sejak awal balapan. Ia berhasil bersaing dengan pembalap-pembalap langganan podium yang lebih banyak memiliki pengalaman di Moto3. Menariknya, ia bahkan sempat beberapa kali berada di posisi ketiga.
Veda sendiri memulai lomba dari lima besar dan segera bergabung dalam grup terdepan. Ia finis di posisi kelima dan mengamankan 11 poin pada balapan pertamanya. Veda sempat bertarung di posisi podium pada beberapa lap terakhir. Ia hanya terpaut kurang dari 10 detik dari pemenang balapan. Hasil ini menjadi Beda sebagai pembalap Indonesia dengan balapan debut terbaik di Moto3.
Debut di Moto3 selalu menjadi momen penting yang menunjukkan kesiapan dan kualitas seorang pembalap. Beberapa pembalap Indonesia memulai langkahnya dengan perjuangan berat, sementara Veda Ega Pratama langsung mencetak hasil impresif dengan finis lima besar. Catatan ini memperlihatkan bahwa pembalap Indonesia terus berkembang dan semakin mampu bersaing di level dunia.



















