Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Latihan Box Drill agar Refleks dan Kekuatan Naik, Praktikkan!

ilustrasi latihan box jump
ilustrasi latihan box jump (pexels.com/cottonbro studio)

Box drill sering digunakan dalam latihan atlet karena efektif melatih kecepatan, refleks, dan kekuatan tubuh secara bersamaan. Latihan ini biasanya memanfaatkan pola kotak di lantai untuk mengarahkan gerakan kaki dan tubuh. Meski terlihat sederhana, box drill menuntut fokus dan koordinasi yang cukup tinggi. Banyak orang yang merasa cepat lelah atau gerakannya berantakan saat pertama kali mencoba. Hal ini wajar karena tubuh belum terbiasa bergerak cepat dengan pola tertentu. Kalau kamu ingin refleks dan kekuatan meningkat, box drill bisa jadi latihan yang sangat menantang.

Menariknya, box drill gak hanya melatih fisik, tetapi juga respons otak terhadap arah gerakan. Setiap langkah membutuhkan keputusan cepat dan tepat. Saat dilakukan dengan benar, latihan ini membantu tubuh bergerak lebih sigap dan terkontrol. Kamu gak hanya bergerak asal cepat, tetapi juga belajar menjaga keseimbangan. Latihan ini cocok untuk berbagai cabang olahraga yang membutuhkan reaksi cepat. Yuk, pelajari tipsnya agar box drill yang kamu lakukan benar-benar memberi hasil.

1. Mulai dengan pola sederhana agar tubuh beradaptasi

ilustrasi latihan box jump
ilustrasi latihan box jump (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Saat pertama kali mencoba box drill, sebaiknya kamu gak langsung menggunakan pola yang rumit. Pola dasar seperti maju, samping, lalu mundur sudah cukup untuk tahap awal. Tujuannya agar tubuh mengenali alur gerakan tanpa kebingungan. Jika langsung memaksakan pola kompleks, refleks justru sulit berkembang. Tubuh akan sibuk menebak arah, bukan merespons dengan cepat. Adaptasi awal sangat penting dalam latihan ini.

Coba rasakan bagaimana kaki kamu bergerak mengikuti pola sederhana tersebut. Fokuskan pada ketepatan langkah, bukan kecepatan. Saat tubuh sudah mulai terbiasa, barulah tingkatkan kompleksitas pola. Dengan cara ini, refleks akan terbentuk secara bertahap. Kamu juga jadi lebih percaya diri saat menambah kecepatan. Latihan pun terasa lebih terarah dan gak asal capek.

2. Jaga posisi tubuh tetap rendah dan seimbang

ilustrasi latihan box jump
ilustrasi latihan box jump (pexels.com/Mikhail Nilov)

Posisi tubuh sangat memengaruhi efektivitas box drill. Tubuh yang terlalu tegak membuat gerakan terasa lambat dan kaku. Sebaliknya, posisi tubuh yang sedikit rendah membantu kaki bergerak lebih cepat. Lutut sedikit ditekuk dan badan condong ke depan adalah posisi yang ideal. Posisi ini membuat pusat gravitasi lebih stabil. Keseimbangan pun lebih mudah dijaga.

Saat kamu menjaga posisi rendah, otot kaki bekerja lebih aktif. Kekuatan kaki akan terlatih secara alami karena menopang tubuh sepanjang latihan. Selain itu, perubahan arah bisa dilakukan dengan lebih cepat. Coba perhatikan apakah tubuh kamu sering goyah saat bergerak. Jika iya, kemungkinan posisi tubuh belum optimal. Dengan postur yang tepat, refleks dan kekuatan bisa meningkat bersamaan.

3. Fokus pada kecepatan kaki, bukan lompatan tinggi

ilustrasi latihan box jump
ilustrasi latihan box jump (pexels.com/Mikhail Nilov)

Kesalahan umum dalam box drill adalah terlalu banyak melompat tinggi. Padahal, tujuan utama latihan ini adalah kecepatan dan ketepatan langkah. Lompatan yang terlalu tinggi justru menghabiskan energi lebih banyak. Gerakan kaki seharusnya ringan dan cepat menyentuh lantai. Dengan begitu, ritme latihan tetap terjaga. Kaki gak cepat lelah sebelum latihan selesai.

Coba rasakan sentuhan kaki kamu ke lantai saat bergerak. Semakin singkat kontak dengan lantai, semakin baik refleks yang dilatih. Gerakan seperti ini membantu meningkatkan respons otot terhadap perubahan arah. Kekuatan kaki juga terasah karena bekerja secara eksplosif namun terkontrol. Dari sini, kamu akan merasakan perbedaan signifikan pada kelincahan. Latihan terasa lebih efektif meski tanpa gerakan berlebihan.

4. Gunakan interval waktu untuk meningkatkan intensitas

ilustrasi latihan box jump
ilustrasi latihan box jump (pixabay.com/Li Sun)

Agar hasil box drill lebih maksimal, kamu bisa memanfaatkan sistem interval. Misalnya, lakukan box drill cepat selama beberapa detik lalu istirahat singkat. Pola ini membantu melatih refleks dalam kondisi intens. Tubuh dipaksa bereaksi cepat dalam waktu terbatas. Setelah istirahat singkat, latihan diulang kembali. Cara ini efektif untuk meningkatkan daya tahan dan kekuatan.

Saat menggunakan interval, perhatikan kualitas gerakan kamu. Jangan sampai kecepatan membuat langkah menjadi asal-asalan. Lebih baik sedikit melambat tetapi tetap rapi. Dengan interval yang teratur, tubuh akan terbiasa bekerja dalam tekanan. Refleks pun menjadi lebih tajam dari waktu ke waktu. Latihan seperti ini juga membuat sesi box drill terasa lebih menantang dan seru.

5. Konsisten dan akhiri dengan evaluasi gerakan

Lompat box
ilustrasi lompat box (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Kunci utama dari box drill adalah konsistensi latihan. Melakukan latihan ini sekali dua kali gak akan memberi hasil yang signifikan. Tubuh membutuhkan pengulangan agar refleks terbentuk dengan baik. Selain itu, penting untuk mengevaluasi gerakan setelah latihan. Perhatikan bagian mana yang masih terasa kaku atau lambat. Evaluasi membantumu memperbaiki teknik di sesi berikutnya.

Coba tanyakan ke diri sendiri setelah latihan, apakah gerakan sudah terasa lebih ringan. Jika belum, jangan langsung berkecil hati. Setiap orang punya progres yang berbeda. Dengan latihan rutin, refleks dan kekuatan akan meningkat secara alami. Akhiri latihan dengan pendinginan agar otot bisa pulih dengan baik. Dari kebiasaan ini, box drill akan memberi manfaat jangka panjang untuk tubuh kamu.

Latihan box drill adalah kombinasi antara kecepatan, kekuatan, dan fokus. Saat dilakukan dengan teknik yang tepat, latihan ini mampu meningkatkan refleks tubuh secara signifikan. Kamu gak hanya bergerak lebih cepat, tetapi juga lebih terkontrol. Setiap langkah memiliki tujuan dan arah yang jelas. Inilah yang membuat box drill efektif untuk berbagai kebutuhan olahraga. Prosesnya memang menantang, tetapi hasilnya sepadan.

Pada akhirnya, refleks dan kekuatan gak dibangun dalam satu sesi latihan. Dibutuhkan kesabaran dan konsistensi agar tubuh benar-benar beradaptasi. Dengan box drill, kamu belajar mengenali ritme dan kemampuan tubuh sendiri. Latihan pun terasa lebih sadar dan terarah. Jangan ragu untuk memulai dari pola sederhana dan meningkatkannya perlahan. Yuk, jadikan box drill sebagai bagian rutin latihan kamu dan rasakan peningkatannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Sport

See More

3 Laga Pertama Inter Milan Era Cristian Chivu Kebobolan 3 Gol

23 Jan 2026, 10:38 WIBSport