Referensi
"Why You Can’t Combine Exercises To Get The Best Of Both". Gains. Diakses Desember 2025.
"Combination Of Muscle Exercises That Should Not Be Merged, Avoid Not To Injure". VOI. Diakses Desember 2025.
3 Latihan Otot yang Tidak Boleh Digabung, Bisa Picu Cedera

- Melatih otot antagonis seperti dada dan punggung bisa membuat otot cepat lelah dan meningkatkan risiko cedera pada sendi dan otot besar.
- Latihan otot sejenis seperti bisep dan trisep sebaiknya dipisahkan ke hari berbeda agar performa latihan lebih maksimal tanpa risiko cedera.
- Menggabungkan latihan otot yang berhubungan secara anatomis, seperti perut dan dada, dapat meningkatkan tekanan pada sendi dan tulang serta membuat gerakan inti tidak maksimal.
Melatih otot bisa bikin tubuh lebih kencang dan kuat, asalkan dilakukan dengan teknik yang benar. Beberapa latihan memang terlihat efektif untuk membentuk otot sekaligus, tapi kalau cara melakukannya salah, tubuh bisa cepat lelah dan risiko cedera meningkat.
Bagi pemula, ada beberapa latihan otot yang tidak boleh digabung karena berpotensi berbahaya. Apa saja latihan tersebut? Berikut ulasannya.
Table of Content
Latihan otot yang tidak boleh digabung
Beberapa kombinasi latihan, seperti dada dan punggung atau bisep dan trisep, sebenarnya terlihat efektif, tapi bisa membuat otot cepat lelah jika dilakukan bersamaan. Risiko cedera juga meningkat karena otot dan sendi bekerja lebih keras dari biasanya.
1. Melatih otot antagonis
Otot antagonis adalah kelompok otot yang bekerja berlawanan, contohnya otot dada dan punggung. Banyak atlet berpengalaman memang menggabungkan latihan ini untuk hasil maksimal. Namun, bagi pemula, hal ini justru bisa membuat otot cepat lelah. Ketika satu otot berkontraksi, otot lawannya ikut menahan gerakan sehingga tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan.
Tak cuma itu, melakukan latihan pada otot antagonis sekaligus juga meningkatkan risiko cedera, terutama pada sendi dan otot besar. Kalau kamu pemula, lebih baik fokus pada satu kelompok otot per sesi agar teknik tetap terjaga dan tubuh memiliki waktu pemulihan cukup. Dengan cara ini, otot bisa berkembang lebih optimal tanpa risiko overexertion.
2. Latihan otot sejenis
Kadang terlihat praktis untuk melatih otot sejenis sekaligus, misalnya bisep dan trisep atau dada dan trisep. Namun, menggabungkan otot dengan fungsi yang mirip bisa membuat salah satunya cepat lelah sehingga performa latihan menurun dan risiko cedera meningkat, terutama pada sendi siku atau bahu.
Sebaiknya, pisahkan latihan otot sejenis ke hari berbeda. Misalnya, hari pertama fokus pada bisep, hari berikutnya trisep. Dengan begitu, otot kamu tetap mendapat stimulasi yang cukup, bisa pulih dengan baik, dan hasil latihan jadi lebih maksimal tanpa bikin tubuh terlalu lelah.
3. Latihan otot yang berhubungan secara anatomis
Beberapa otot tubuh memiliki hubungan dekat, misalnya perut dan dada atau punggung dan bahu. Melatih kedua otot ini sekaligus bisa membuat otot pendukung cepat lelah karena harus menstabilkan tubuh sehingga gerakan inti tidak maksimal dan latihan terasa lebih berat.
Selain itu, menggabungkan latihan otot yang berhubungan meningkatkan tekanan pada sendi dan tulang, terutama bagi pemula. Cara yang lebih aman adalah memisahkan latihan ke sesi berbeda agar setiap otot bisa bekerja optimal, teknik tetap terjaga, dan risiko cedera berkurang.
Itulah beberapa latihan otot yang tidak boleh digabung demi keamanan saat latihan. Jadi, sebaiknya hindari menggabungkan latihan otot di atas, ya.
FAQ seputar latihan otot yang tidak boleh digabung
| Latihan otot apa saja yang sebaiknya tidak digabung? | Otot dada dan punggung, bisep dan trisep, serta otot perut dan dada sebaiknya tidak dilatih bersamaan. |
| Bagaimana cara tahu otot sudah terlalu lelah saat latihan? | Tanda-tandanya termasuk rasa pegal berlebihan, otot gemetar, dan kehilangan kontrol gerakan. |
| Berapa lama sebaiknya jeda antar latihan otot yang berhubungan? | Idealnya 24–48 jam agar otot punya waktu pulih sebelum dilatih lagi. |


















