5 Turnamen Terakhir Carolina Marin sebelum Pensiun

- Carolina Marin resmi mengumumkan pensiun pada Maret 2026 setelah cedera di Olimpiade Paris 2024 yang menjadi turnamen terakhirnya di level kompetitif.
- Dalam lima turnamen terakhir, Marin menjuarai Swiss Open dan Kejuaraan Eropa 2024, menunjukkan performa dominan sebelum cedera menghentikan langkahnya.
- Sebelum memutuskan pensiun, Marin sempat terdaftar untuk tampil di Kejuaraan Eropa 2026, namun kondisi fisik membuatnya tak bisa kembali ke lapangan.
Pebulu tangkis tunggal putri kenamaan Spanyol, Carolina Marin, mengumumkan pensiun. Kabar gantung raketya disampaikan lewat akun media sosial pribadinya pada Kamis (26/03/2026) malam WIB.
Marin memang sudah lama menepi dari lapangan sejak diterjang cedera saat tampil di Olimpiade 2024 lalu. Cedera tersebut dialaminya pada turnamen terakhir yang diikuti, sekaligus menjadi penutup perjalanan kompetitifnya di level tertinggi.
Dengan kondisi tersebut, Olimpiade 2024 pun tercatat sebagai ajang terakhir dalam kariernya sebelum memutuskan pensiun. Berikut lima turnamen terakhir yang diikuti Carolina Marin sebelum gantung raket.
1. Menjuarai Swiss Open 2024
Sepanjang musim 2024, Carolina Marin meraih beberapa gelar juara. Salah satunya ia raih di Swiss Open 2024 yang berlangsung pada pertengahan Maret 2024. Di turnamen World Tour Super 300 itu, ia tampil dominan sejak babak pertama. Namun, pada laga final, ia sempat kesulitan mengamankan kemenangan saat berhadapan dengan andalan Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung. Ia harus berjibaku dalam pertarungan 3 game yang berlangsung selama 81 menit sebelum dinyatakan sebagai pemenang. Ia mengakhiri laga tersebut dengan skor tipis 21-19, 13-21, dan 22-20.
2. Menjadi kampiun di Kejuaraan Eropa 2024
Penampilan ciamik Carolina Marin berlanjut di Kejuaraan Eropa 2024 yang digelar di Saarbrucken, Jerman. Di turnamen itu, ia yang diunggulkan di urutan pertama keluar sebagai juara dengan catatan yang mengesankan. Tercatat, ia menjadi kampiun tanpa kehilangan satu game sekalipun. Bahkan, ia selalu menuntaskan seluruh pertandingannya dalam waktu kurang dari 47 menit. Ia dipastikan menjadi juara setelah memenangkan laga final kontra tunggal putri terbaik Skotlandia, Kirsty Gilmour. Dalam laga itu, ia menang 2 game langsung dengan skor 21-11 dan 21-18 dalam waktu 47 menit.
3. Menembus perempat final Singapore Open 2024
Setelah tampil gemilang dalam dua turnamen beruntun, rentetan kemenangan beruntun Carolina Marin akhirnya terhenti di Singapore Open 2024. Ia harus terhenti pada perempat final di turnamen World Tour Super 750 itu. Pada perempat final, ia yang berstatus unggulan ketiga secara mengejutkan kalah dari pemain nonunggulan. Ia tumbang di tangan Pornpawee Chochuwong asal Thailand 2 game langsung dengan skor 19-21 dan 16-21 dalam waktu 49 menit. Kekalahan itu mengakhiri rekor kemenangan beruntunnya dari dua turnamen sebelumnya.
4. Mencapai semifinal di Indonesia Open 2024
Indonesia Open 2024 juga menjadi salah satu turnamen yang diikutin Carolina Marin di penghujung kariernya. Di turnamen World Tour Super 1000 itu, ia melaju hingga semifinal. Langkahnya sebagai unggulan ketiga dihentikan Chen Yu Fei asal China yang diunggulkan di urutan kedua. Ia kalah dalam duel 3 game yang berlangsung selama 74 menit dengan skor 11-21, 21-17, dan 13-21.
5. Melaju hingga semifinal di Olimpiade 2024 Paris
Olimpiade 2024 Paris menjadi panggung terakhir Carolina Marin sebelum gantung raket. Di turnamen bergengsi itu, ia sejatinya melaju hingga semifinal bahkan berpeluang ke final. Sayangnya, dalam laga semifinal, ia dihantam cedera yang membuatnya terpaksa mengakhiri laga meskipun saat itu unggul atas lawannya dengan skor 21-14 dan 10-8. Ia harus merelakan kemenangannya kepada He Bing Jiao asal China yang akhirnya membawa pulang perak.
Performa Carolina Marin sebenarnya masih terbilang baik. Hal ini tercermin dari hasil yang ia raih dalam lima turnamen terakhir sebelum diterpa cedera. Ia tetap mampu bersaing di level tertinggi dan menunjukkan kualitas sebagai salah satu pemain elite dunia.
Sebelum memutuskan pensiun, Marin sejatinya sempat berencana untuk bangkit di Kejuaraan Eropa 2026 yang akan digelar pada April 2026 mendatang. Bahkan, namanya sudah tercatat sebagai salah satu peserta sebelum akhirnya harus mengakhiri karier akibat kondisi cedera yang tidak memungkinkan untuk kembali bertanding.
















