2 Andalan Tumbang, Asa Tenis Putri Indonesia Habis di Miami Open 2026

- Janice Tjen yang berpasangan dengan Chan Hao-ching harus tersingkir di babak 32 besar Miami Open 2026 setelah kalah dua set langsung dari unggulan keempat Elise Mertens dan Zhang Shuai.
- Aldila Sutjiadi bersama Ingrid Neel gagal melaju ke perempat final usai kalah tiga set dari duet Sofia Kenin dan Liudmila Samsonova meski sempat bangkit di set kedua.
- Kekalahan di poin-poin krusial menjadi faktor utama tersingkirnya wakil Indonesia, dengan lawan tampil lebih efektif memanfaatkan peluang break point untuk mengamankan tiket delapan besar.
Jakarta, IDN Times - Kabar kurang sedap datang dari turnamen bergengsi Miami Open 2026 setelah dua wakil tenis putri Indonesia harus angkat koper. Perjuangan Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi di sektor ganda putri terpaksa terhenti di fase awal turnamen berlevel WTA 1000 tersebut.
Bermain di Hard Rock Stadium, Janice Tjen harus mengakui keunggulan lawannya di babak 32 besar, Senin (23/3/2026) waktu setempat. Sehari berselang, giliran seniornya, Aldila Sutjiadi, yang gagal menembus perempat final usai takluk dalam pertarungan dramatis.
1. Janice Tjen mentok di hadapan unggulan keempat
Berpasangan dengan Chan Hao-ching asal Taiwan, langkah Janice terhenti cepat, saat turnamen baru memasuki babak 32 besar. Mereka dipaksa menyerah dua set langsung dengan skor 3-6, 4-6 oleh pasangan unggulan keempat, Elise Mertens (Belgia) dan Zhang Shuai (China).
Janice/Chan dibuat tak berkutik oleh konsistensi Mertens/Zhang yang mencatatkan akurasi servis pertama hingga 96 persen. Di sisi lain, pasangan gado-gado Indonesia-Taiwan ini banyak melakukan kesalahan sendiri dengan torehan lima kali double fault yang merugikan.
2. Aldila gagal jaga konsistensj
Nasib serupa dialami Aldila yang duet dengan atlet Estonia, Ingrid Neel, di babak 16 besar. Mereka dibungkam pasangan Sofia Kenin (AS) dan Liudmila Samsonova (Rusia), lewat pertarungan tiga set, 3-6, 6-4, 6-10.
Sempat tertinggal di set pembuka, Neel/Aldila mampu bangkit dan tampil solid merebut set kedua untuk memaksakan laga berlanjut ke set penentuan. Statistik mencatat pasangan ini bahkan sempat unggul dalam akurasi servis pertama dengan persentase mencapai 82 persen.
3. Kalah di poin krusial
Pertarungan di set ketiga yang menggunakan sistem match tie-break tampak menguras emosi. Cukup disayangkan, Neel/Aldila gagal menjaga fokus dan konsistensinya di poin-poin krusial.
Efektivitas dalam memaksimalkan peluang break point menjadi pembeda utama dalam laga sengit ini. Kenin/Samsonova tampil jauh lebih klinis dengan mengonversi enam dari tujuh peluang yang mereka dapatkan untuk mengunci tiket ke babak delapan besar.


















