Penyebab Juventus Gagal ke Liga Champions: Banyak Pemain Bermental Tempe

Jakarta, IDN Times - Petualangan Juventus di Serie A musim 2025/26 kurang manis. Mereka hanya mampu mengamankan tiket ke Liga Europa musim depan, karena hanya finis di peringkat enam klasemen akhir.
Si Nyonya Tua gagal merebut tiket Liga Champions akibat ditahan Torino dengan skor 2-2, Senin (25/5/2026) dini hari WIB. Hasil yang amat menyakitkan, mengingat mereka unggul 2-0 lebih dulu lewat gol yang dicetak Dusan Vlahovic pada menit 23 dan 53.
1. Spalletti berang, singgung karakter pemain
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, langsung meluapkan kekecewaannya. Dia menilai Juventus dipenuhi oleh pemain-pemain yang tak bernyali dan terlalu sering diselimuti keraguan saat mengambil keputusan di atas lapangan.
Karakter tersebut menjadi penyebab Juventus sulit keluar dari inkonsistensi, sehingga hanya mampu finis di peringkat keenam. Hasil di markas Torino menggambarkan jelas betapa rendahnya mentalitas Bianconeri.
"Jika terlalu banyak keraguan, Anda tidak memiliki cukup karakter, dan tak bisa bermain untuk Juventus karena inilah yang membuat perbedaan," kata Spalletti, dikutip dari Football Italia.
2. Wajib belanja pemain bermental baja musim depan
Spalletti sudah berdiskusi dengan petinggi klub terkait rencana merombak skuad. Dia menuntut manajemen untuk lebih selektif di bursa transfer dan hanya mendatangkan pemain yang memiliki karakter pemimpin serta bermental baja.
"Kami butuh pemain yang mampu menaikkan level personalitas tim. Itulah alasannya, kadang kami main sangat bagus, tapi di lain waktu tenggelam seperti batu," keluh Spalletti.
3. Spaletti didukung Comolli
Chairman Juventus, Damien Comolli, juga sepakat dengan Spalletti. Menarik untuk dinantikan seperti apa gebrakan Juventus pada jendela bursa transfer musim panas mendatang.
"Itu memang yang diharapkan semua orang dan itu hal yang tepat untuk dilakukan. Kami wajib bermain dengan kepala tegak melawan siapa pun. Target kami adalah membentuk tim level tinggi untuk menutup kekurangan yang terlihat dalam enam atau tujuh bulan terakhir," kata Comolli.



















